BPBD Kota Madiun Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Pelatihan Water Rescue bagi 75 Personel
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui pelatihan water rescue bagi personel Tim Reaksi Cepat (TRC) serta relawana. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Juli 2026, di kawasan Embung Pilangbango ini diikuti sekitar 75 peserta.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program kerja BPBD Kota Madiun untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan bencana, khususnya penyelamatan pada kecelakaan atau kondisi darurat di perairan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, M. Yusuf Ahmadi, mengatakan peserta tidak hanya berasal dari internal BPBD, tetapi juga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) lintas sektor yang tergabung dalam tim penanggulangan bencana Kota Madiun.
“Pesertanya berasal dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta unsur kecamatan dan kelurahan. Total ada 75 peserta,” ujarnya Kamis (9/7/2026).
Menurut Yusuf, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi personel TRC sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi antarlembaga saat menghadapi situasi darurat.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan teman-teman TRC BPBD, sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-OPD yang tergabung dalam tim penanggulangan bencana Kota Madiun,” jelasnya.

Pelatihan dibagi menjadi dua tahapan. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teori di dalam kelas mengenai dasar-dasar water rescue dan penanganan kecelakaan di perairan. Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti praktik lapangan di embung dengan pendampingan instruktur dari Basarnas Provinsi.
Dalam sesi praktik, peserta mempelajari teknik penyelamatan korban di air, penggunaan peralatan keselamatan, hingga prosedur evakuasi sesuai standar operasional. Simulasi ini dirancang agar peserta mampu menerapkan materi yang diperoleh saat menghadapi kondisi darurat di lapangan.
“Tentunya, pelatihan peningkatan kapasitas bagi personel kebencanaan menjadi agenda rutin BPBD Kota Madiun. Sebelumnya, juga digelar pelatihan vertical rescue. Dan ini kita lanjutkan dengan pelatihan water rescue. Ini sebagai upaya melengkapi kemampuan personel dalam berbagai jenis operasi penyelamatan,” tegas Yusuf.
Melalui pelatihan yang berkesinambungan, BPBD Kota Madiun berharap seluruh personel dan tim lintas sektor semakin siap, sigap, dan terkoordinasi dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai potensi bencana demi melindungi keselamatan masyarakat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





