Berita Terkini
Trending Tags

Cerita Kliwon “Ngasak” Padi Demi Cukupi Kebutuhan Anak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kliwon, seorang kuli bangunan kini telah beralih profesi menjadi tukang ngasak, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim panen tiba. Hamparan sawah di Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berubah ramai. Para buruh panen, lelaki dan perempuan, bergantian mengayunkan sabit. Batang-batang padi rebah, digenggam, lalu diikat menjadi berkas. Teriakan kecil bercampur tawa sesekali pecah di antara derap kerja. Bagi petani, inilah saat menuai hasil jerih payah berbulan-bulan.

Namun, ketika buruh panen beranjak pulang, meninggalkan batang-batang padi yang tak lagi berisi penuh, ada pemandangan lain yang lebih sunyi. Di pematang yang sepi, seorang lelaki paruh baya tampak menunduk sabar, telaten memetik bulir padi yang masih tersisa di batang. Bulir-bulir kecil yang terlewatkan sabit, baginya bukan sisa, melainkan harapan.

Dia adalah Kliwon (43), kuli bangunan asal Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Wajahnya legam terbakar matahari. Tangan kasarnya biasa memegang palu dan semen, namun kali itu ia menggenggam tangkai padi, mencabut bulir yang tertinggal satu demi satu.

Bagi sebagian orang, “ngasak” mungkin identik dengan pekerjaan orang yang tak punya. Namun bagi Kliwon, ngasak adalah pilihan terakhir ketika kantong kosong, sementara kebutuhan rumah tangga tak bisa ditunda. Ia memiliki dua anak yang masih kecil, berusia 3 tahun dan 1 tahun. Sang istri tak bisa bekerja, sibuk penuh waktu mengurus balita.

“Terpaksa ngasak ini untuk ngopeni anak. Masih kecil-kecil, minum susu. Kalau enggak begini, ya enggak ada uang buat beli susu,” ucapnya lirih.

Kata-kata itu meluncur pelan, seolah takut terdengar orang lain. Di matanya ada bayangan rasa malu. Tetapi di baliknya, ada tekad seorang bapak yang tak ingin menyerah pada keadaan.

Setiap musim panen, Kliwon berangkat sejak pagi, sekitar pukul delapan bahkan sebelumnya. Ia membawa karung kosong dan sabar menyusuri petak sawah yang baru saja ditinggalkan buruh panen. Tidak ada target pasti kapan pulang. Jika bulir padi sudah banyak, ia bisa pulang siang dengan bawaan penuh. Jika sedikit, ia bertahan hingga sore.

Dalam lima hari ngasak, paling banyak ia bisa mengumpulkan satu karung gabah, sekitar 40 kilogram. Itu pun bergantung pada sisa-sisa panen di sawah. Kadang, ia hanya membawa pulang beberapa genggam, yang bahkan tak cukup untuk digiling jadi beras.

“Kalau kerja bangunan tidak ada, ya ngasak. Paling dapat satu sak dalam lima hari, kadang malah enggak ada,” katanya pasrah.

Namun bagi Kliwon, bulir padi sekecil apa pun tetap rezeki. Bisa disimpan untuk makan, bisa pula dijual untuk membeli susu dan kebutuhan sederhana lain. Bahkan, demi mendapatkan lebih banyak sisa panen, ia rela menempuh perjalanan jauh hingga ke Geger, Madiun.

Kliwon sebenarnya bukan tak punya keahlian. Ia biasa bekerja sebagai kuli bangunan, mengaduk semen, memasang batu bata, atau mengangkat besi. Namun pekerjaan itu tak selalu ada. Proyek bangunan kerap sepi. Kadang tubuhnya pun tak kuat jika sakit. Di saat-saat seperti itu, sawah menjadi tempat berlabuh.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak Pasar Sleko, Bulog Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadan 1447 H

    Sidak Pasar Sleko, Bulog Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadan 1447 H

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan monitoring harga bahan pokok di Pasar Sleko selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat. Wakil Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Willy Adi, turun langsung ke lapangan bersama jajaran staf. […]

    Bagikan
  • Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Penanganan awal sebuah peristiwa kerap menentukan arah sebuah kasus. Polsek Geger pun menjadikan prioritas lewat coaching clinic First Responder yang melatih 65 petugas garda terdepan di Kecamatan Geger, Madiun, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 65 peserta dari unsur keamanan dan masyarakat mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat respons cepat terhadap insiden di lapangan. […]

    Bagikan
  • Tekan Angka Laka Lantas, Polres Madiun Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025

    Tekan Angka Laka Lantas, Polres Madiun Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Angka Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di wilayah Polres Madiun Kota pada Januari 2025 naik dibandingkan Januari 2024. Tercatat, Januari 2025 sebanyak 37 kasus laka lantas, sedangkan Januari 2024 sebanyak 22 kasus. Mayoritas pengendara yang terlibat laka lantas didominasi berstatus karyawan hingga pelajar. Menyikapi hal itu, Polres Madiun Kota menggelar […]

    Bagikan
  • Tergabung Kloter 52, Tangis Haru Iringi Keberangkatan 152 Calon Jemaah Haji Kota Madiun

    Tergabung Kloter 52, Tangis Haru Iringi Keberangkatan 152 Calon Jemaah Haji Kota Madiun

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana haru mewarnai halaman Masjid Agung Kota Madiun, Jumat sore (16/05/205), saat 152 calon jemaah haji diberangkatkan menuju tanah suci. Mereka tergabung dalam kloter 52 keberangkatan haji tahun 2025 dari Kota Madiun. Isak tangis keluarga pecah saat momen perpisahan berlangsung. Pelukan erat dan doa-doa penuh harapan mengiringi langkah kaki para […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Hati-hati Tanggapi Polemik Tambang Galian C di Magetan

    Pemprov Jatim Hati-hati Tanggapi Polemik Tambang Galian C di Magetan

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memilih bersikap hati-hati dalam menanggapi polemik tambang galian C milik PT Anugrah Karya Pasti di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Aktivitas tambang tersebut menjadi sorotan publik setelah tebing setinggi belasan meter longsor dan menewaskan satu orang sopir truk beberapa waktu lalu. Gubernur Jawa Timur, Khofifah […]

    Bagikan
  • Enam Dapur Program MBG di Magetan Disuspend, Belum Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi

    Enam Dapur Program MBG di Magetan Disuspend, Belum Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan. Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya setelah Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ketua Satgas MBG Magetan, Welly Kristanto, menyampaikan bahwa dari total sekitar 60 SPPG yang berjalan, enam […]

    Bagikan
expand_less