Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Disperta Madiun Perketat Pengawasan Penyaluran

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Stok Pupuk Subsidi di Gudang PT Pupuk Indonesia Madiun, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Oktober 2025. Menyikapi kebijakan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun memperkuat pengawasan distribusi sekaligus mempercepat penyerapan pupuk bersubsidi di tingkat petani.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Disperta Kabupaten Madiun, Zainul Arifin, menjelaskan pihaknya telah menginstruksikan 15 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di wilayah kecamatan untuk menyosialisasikan perubahan harga tersebut kepada kelompok tani.

Image Not Found
Petani Madiun mulai melakukan Pemupukan di Masa Tanam, Foto : Tova Pradana – Sinergia

“Peran kami di Kabupaten Madiun adalah menyampaikan informasi dan memastikan kebijakan penurunan harga ini benar-benar diketahui petani. Sosialisasi dilakukan melalui petugas lapangan dan Korluh di setiap kecamatan,” ujar Arifin, Selasa (28/10/2025).

Penurunan HET pupuk subsidi itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No. 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025, yang merevisi Kepmentan No. 800/Kpts/SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2025.

Dalam Surat keputusan terbaru tersebut, harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, atau dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak berisi 50 kg. Sementara pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840/kg (Rp92.000/sak). Adapun pupuk NPK khusus tanaman kakao mengalami penurunan dari Rp3.300 menjadi Rp2.640/kg (Rp132.000/sak).

Hingga 20 Oktober 2025, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun telah mencapai 73,77 persen dari total alokasi. Berdasarkan data Disperta, rincian penyerapan tersebut mencakup:

1. Urea sebesar 75,30% dari 27,8 juta kg,

2. NPK sebesar 83,87% dari 22,8 juta kg,

3. NPK Formula Khusus sebesar 31,18% dari 420 ribu kg, dan

4. Pupuk organik sebesar 69,99% dari 13,3 juta kg.

“Penyerapan pupuk bersubsidi tahun ini tergolong luar biasa. Pada Oktober saja sudah mencapai lebih dari 70 persen, dan kami optimistis di akhir tahun bisa mendekati 100 persen,” ujar Arifin.

Menurutnya, saat ini sebagian besar tanaman padi di Kabupaten Madiun tengah memasuki masa pemupukan, sehingga kebutuhan pupuk meningkat. Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah daerah juga akan tetap menyesuaikan realokasi pupuk sesuai alokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selain memperkuat sosialisasi, Disperta juga berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia Wilayah Madiun guna memastikan perubahan harga tidak memicu distorsi distribusi di tingkat kios maupun petani.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak PT Pupuk Indonesia agar penyesuaian harga berjalan mulus. Pengawasan dilakukan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan,” jelas Arifin.

Dengan kebijakan penurunan HET ini, pemerintah berharap beban biaya produksi petani berkurang tanpa mengganggu kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di lapangan.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sayutan Desak Tambang Ditutup Permanen, Bupati Magetan Diminta Cek Lokasi

    Warga Sayutan Desak Tambang Ditutup Permanen, Bupati Magetan Diminta Cek Lokasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali menguat. Sejumlah warga yang selama ini menolak keberadaan tambang mendatangi Kantor Bupati Magetan, Jumat (19/6/2026), untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka agar kegiatan penambangan dihentikan secara permanen. Didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) No Viral No Justice […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Siapkan Normalisasi Besar-besaran Atasi Banjir, Fokus Penanganan Jangka Pendek di Wilayah Kota

    Pemkab Magetan Siapkan Normalisasi Besar-besaran Atasi Banjir, Fokus Penanganan Jangka Pendek di Wilayah Kota

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai merumuskan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, khususnya kawasan perkotaan. Upaya ini mencakup penanganan jangka pendek, menengah, hingga panjang dengan fokus utama pada normalisasi drainase dan sungai. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tengah dilakukan untuk mengidentifikasi akar persoalan […]

    Bagikan
  • Dinkes Magetan Catat 1.997 Kasus Gangguan Pendengaran, Perkuat Deteksi Dini

    Dinkes Magetan Catat 1.997 Kasus Gangguan Pendengaran, Perkuat Deteksi Dini

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus gangguan pendengaran di Kabupaten Magetan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, tercatat hampir 2.000 kasus terjadi sepanjang tahun 2025 ini. Kondisi ini mendorong kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan pendengaran. Dari total 1.997 kasus yang tercatat, gangguan terbanyak […]

    Bagikan
  • Eskalator Pasar Baru Magetan Kembali Dikeluhkan, Sepasang Lansia Jadi Korban

    Eskalator Pasar Baru Magetan Kembali Dikeluhkan, Sepasang Lansia Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fasilitas eskalator di Pasar Baru Magetan kembali menuai sorotan. Kali ini, sepasang lansia, Suhartoyo (66) dan istrinya Kartini Eko Wati (61), terjatuh saat hendak menuju Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (15/09/2025) lalu.  Menurut informasi, warga KPR Asabri 1, Kelurahan Tawanganom Magetan, awalnya hendak naik ke lantai atas untuk mengurus BPJS. Namun […]

    Bagikan
  • Pohon Tumbang Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Telaga Sarangan, Listrik Padam

    Pohon Tumbang Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Telaga Sarangan, Listrik Padam

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Akses jalan menuju kawasan wisata Telaga Sarangan lumpuh total setelah sebuah pohon besar tumbang dan menimpa jaringan listrik milik PLN di Jalan Lawu Lama, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Rabu (7/5/2025) malam. Pohon jenis Pasang Kapur dengan lingkar batang sekitar 110 cm roboh sekitar pukul 19.00 WIB, usai hujan disertai angin […]

    Bagikan
  • Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun anggaran, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami hambatan serius. Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan kegiatan produksi dan distribusi karena dana operasional telah habis. Penghentian sementara ini bukan disebabkan kurangnya penerima manfaat, melainkan keterlambatan pencairan dana yang seluruhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui […]

    Bagikan
expand_less