Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 283
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Kabupaten Madiun menggelar rapat koordinasi Forum Pengurangan Resiko Bencana bersama stakeholder, Foto: Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bersiap menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Kesiapsiagaan ini dibahas dalam rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Senin, (1/12/2025).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan agenda FPRB ketiga pada tahun ini. Fokus pembahasan diarahkan pada potensi banjir dan tanah longsor yang merupakan dua jenis bencana hidrometeorologi paling sering terjadi di wilayah Kabupaten Madiun.

Menurut Boby, wilayah rawan longsor sudah dipetakan, terutama pada kawasan dataran tinggi seperti Kecamatan Kare, Saradan, Gemarang, dan Dagangan. 

“Beberapa langkah preventif juga telah dilakukan, contohnya penanganan cepat terhadap pergerakan tanah di Mendak belum lama ini, yang ditangani bersama tim ahli dari ITS, ESDM, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.” ucap Boby.

Untuk ancaman banjir, BPBD memetakan empat zona rawan yang bersumber dari dua gunung besar di Kabupaten Madiun yakni Gunung Wilis dan Gunung Pandan. 

“Aliran air dari Gunung Wilis umumnya memperbesar risiko banjir di wilayah Kecamatan Kare bagian atas, kemudian mengalir ke Kecamatan Wungu, Kecamatan Madiun, hingga Wonoasri.” tambahnya.

Sementara itu, dampak luapan air dari Gunung Pandan diperkirakan mengarah ke Kecamatan Pilangkenceng dan bermuara di Kecamatan Balerejo.

Boby menekankan bahwa mitigasi tidak bisa hanya mengandalkan penanganan teknis pemerintah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan dataran tinggi yang rentan mengalami kerusakan lahan.

“Kami mendorong penanaman pohon secara lebih masif. Idealnya satu pohon setiap 10 meter persegi di kawasan dataran tinggi. Ini penting untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi potensi longsor,” ungkapnya.

Rakor ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Madiun memastikan kesiapan seluruh pihak menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada Desember hingga awal tahun 2026. (Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Jagung Magetan Tembus Rp7.400 per Kilogram, Petani Raup Cuan di Tengah Panen Raya

    Harga Jagung Magetan Tembus Rp7.400 per Kilogram, Petani Raup Cuan di Tengah Panen Raya

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Petani jagung di Kabupaten Magetan mendapat angin segar di tengah tingginya biaya produksi. Harga jagung pipil kering di tingkat petani kini menembus Rp7.400 per kilogram, bahkan berada sekitar Rp1.000 di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Bulog sebesar Rp6.400 per kilogram. Harga tersebut meningkat sekitar 27,4 persen dibanding rata-rata harga jagung di […]

    Bagikan
  • Kesiapsiagaan, BPBD Kota Madiun Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana

    Kesiapsiagaan, BPBD Kota Madiun Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggelar sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat pada Selasa (19/08/2025) di TPA Winongo. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Wahyudi, menjelaskan bahwa bencana alam tidak bisa diprediksi […]

    Bagikan
  • Disdikpora Magetan Klarifikasi Siswa Belajar di Teras, Janji Perbaikan Bertahap

    Disdikpora Magetan Klarifikasi Siswa Belajar di Teras, Janji Perbaikan Bertahap

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan akhirnya angkat bicara terkait kondisi siswa SD Negeri Sumbersawit 3 yang sempat viral karena belajar di teras dan tanpa alas memadai. Pemerintah memastikan situasi tersebut dipicu keterbatasan ruang saat pelaksanaan ujian, sekaligus menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap. Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi, […]

    Bagikan
  • Sungai Gandong Kidul Dipenuhi Sampah, Warga Desak Penertiban

    Sungai Gandong Kidul Dipenuhi Sampah, Warga Desak Penertiban

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi Sungai Gandong Kidul di Dusun Babar, Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, kini sangat memprihatinkan. Aliran sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan berubah fungsi layaknya tempat pembuangan sampah. Dari atas Jembatan Kranjang, tumpukan sampah terlihat jelas memenuhi aliran sungai. Mulai dari sisa sayuran, plastik kemasan, karung bekas, hingga limbah rumah […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Madiun tahun 2025 bakal bertambah. Hal ini seiring potensi sektor pajak daerah dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBNKB). Tahun 2025 ini, Pemkot Madiun memiliki target PAD sebesar Rp. 138,9 miliar. “Ya mulai tahun ini kita akan mendapatkan pemasukan […]

    Bagikan
  • TKD Dipangkas, Magetan Hanya Dapat Perbaikan Dua Ruas Jalan di 2026

    TKD Dipangkas, Magetan Hanya Dapat Perbaikan Dua Ruas Jalan di 2026

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat berdampak langsung terhadap rencana perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Magetan. Pada tahun 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Magetan hanya akan melaksanakan preservasi atau perawatan jalan di dua ruas wilayah Kecamatan Parang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, […]

    Bagikan
expand_less