Berita Terkini
Trending Tags

PAD Kabupaten Madiun Belum Capai Target, Retribusi RSUD Jadi Penyumbang Defisit Terbesar

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • visibility 472
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tampak depan Pendopo Kabupaten Madiun, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab.Madiun — Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun masih belum mencapai target. Hingga 11 Desember 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi PAD baru berada di angka 92,48 persen atau Rp. 405,3 miliar dari target Rp. 438,3 miliar.

Kekurangan realisasi PAD tersebut didominasi oleh sektor retribusi daerah, khususnya dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bidang pelayanan kesehatan. Dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Dolopo dan RSUD Caruban, bersama puskesmas, tercatat menyumbang selisih terbesar dengan nilai mencapai Rp. 32,8 miliar.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Madiun, Ari Nursurrahmat, mengatakan rendahnya capaian retribusi pelayanan kesehatan menjadi faktor utama belum optimalnya PAD hingga pertengahan Desember ini. “Dari kekurangan sekitar Rp 32,9 miliar, hampir seluruhnya berasal dari retribusi BLUD pelayanan kesehatan, terutama RSUD Dolopo, RSUD Caruban, dan puskesmas,” ujar Ari, Rabu (17/12/2025).

Data Bapenda menunjukkan, realisasi retribusi daerah baru mencapai 86,93 persen atau sekitar Rp. 207,5 miliar dari target Rp. 238,7 miliar. Padahal, sektor retribusi bersama pajak daerah merupakan tulang punggung PAD Kabupaten Madiun pada 2025.

Sementara itu, realisasi pajak daerah relatif lebih tinggi, yakni mencapai 97,83 persen atau Rp. 170,5 miliar dari target Rp. 174,3 miliar. Kekurangan pada sektor pajak daerah masih berasal dari bagi hasil pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dari pemerintah provinsi yang nilainya sekitar Rp. 3 miliar, serta pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) dari PLN yang biasanya dibayarkan setelah tanggal 20 setiap bulan.

Meski demikian, Ari menyebut pihaknya masih optimistis target PAD 2025 dapat tercapai hingga akhir Desember. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat rekonsiliasi laporan penerimaan retribusi BLUD rumah sakit dan puskesmas.

“Kami akan melakukan rekonsiliasi untuk memastikan apakah ada penerimaan yang sudah masuk ke rekening BLUD namun belum dilaporkan, atau memang terdapat kendala lain dalam penyetoran retribusi,” jelasnya.

Di tengah belum optimalnya sektor retribusi kesehatan, sejumlah pos PAD lain justru mencatatkan kinerja positif. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan terealisasi 100,45 persen atau Rp 8,45 miliar dari target Rp 8,41 miliar. Sementara itu, sektor lain-lain PAD yang sah mencatat surplus signifikan sebesar 111,76 persen atau Rp 18,8 miliar dari target Rp 16,8 miliar.

Surplus juga terjadi pada penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 105 persen atau sekitar Rp. 31,5 miliar. Kenaikan ini didorong oleh pembayaran tunggakan pajak tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan pada 2025. “Pembayaran tunggakan PBB tahun lalu menjadi tambahan positif bagi PAD tahun ini,” pungkasnya.(Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampingi Anak Didik, Bupati Sugiri Sancoko Siapkan Ruang Kerja di Sekolah Rakyat

    Dampingi Anak Didik, Bupati Sugiri Sancoko Siapkan Ruang Kerja di Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan komitmennya untuk lebih dari sekadar melakukan peninjauan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat (SR). Orang nomor satu di Bumi Reog tersebut berencana hadir secara langsung untuk mendampingi dan menyemangati anak-anak yang tengah menempuh pendidikan di sekolah itu. Sebuah ruangan kecil di area SR disebut bakal disiapkan, bukan untuk […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Targetkan Stunting Turun Jadi 4 Persen

    Pemkab Ponorogo Targetkan Stunting Turun Jadi 4 Persen

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menargetkan angka prevalensi stunting turun hingga 4 persen pada 2025. Saat ini, prevalensi stunting di Bumi Reog masih berada di angka 8 persen atau sekitar 3.000 anak mengalami kekerdilan. Target tersebut disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam pertemuan koordinasi fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang digelar Dinas […]

    Bagikan
  • Berhasil Tekan Angka Stunting, Kota Madiun Raih Dana Insentif Fiskal Rp 7,1 Miliar

    Berhasil Tekan Angka Stunting, Kota Madiun Raih Dana Insentif Fiskal Rp 7,1 Miliar

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Keberhasilan Kota Madiun dalam menurunkan angka stunting mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar oleh Kementerian Sekretariat Negara di Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Rabu (12/11/2025), Kota Madiun menerima reward Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp. 7,1 […]

    Bagikan
  • Mengejutkan! Kepala BGN Naniek S. Deyang Mundur, Ini Alasan Lengkapnya

    Mengejutkan! Kepala BGN Naniek S. Deyang Mundur, Ini Alasan Lengkapnya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek S. Deyang. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7/2026), Naniek mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan. Dalam pernyataannya, Naniek mengaku telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden sebelum berangkat menjalani pengobatan jantung ke luar negeri untuk […]

    Bagikan
  • Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Ngawi, Ratusan KK Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

    Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Ngawi, Ratusan KK Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ratusan kepala keluarga (KK) di dua desa terdampak terpaksa mencari sumber air hingga ke dasar sungai dan kawasan hutan karena sumur-sumur warga mengering selama hampir tiga bulan terakhir. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling […]

    Bagikan
  • Jatim Targetkan 2,43 Juta Hektare Tanam Padi 2026, Khofifah Buka Peluang Ekspor Beras

    Jatim Targetkan 2,43 Juta Hektare Tanam Padi 2026, Khofifah Buka Peluang Ekspor Beras

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan luas tanam padi mencapai 2,43 juta hektare pada 2026 sebagai upaya menjaga produksi dan ketersediaan beras di tengah ancaman kekeringan akibat El Nino Godzila. Target ini diiringi percepatan tanam dan dukungan sarana produksi untuk memastikan hasil panen tetap optimal.  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, […]

    Bagikan
expand_less