
Sinergia | Madiun – Pegiat Literasi Madiun Raya (PELMAR) menggelar Roadshow Gerakan Literasi di Kabupaten Madiun sebagai upaya awal membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ruang temu gagasan lintas elemen masyarakat dalam memperkuat budaya literasi dari tingkat lokal.
Roadshow yang berlangsung di Lapangan Jiwan, Kabupaten Madiun dikemas dalam berbagai kegiatan, mulai dari pameran buku, diskusi literasi, pembacaan puisi, hingga penandatanganan dukungan terhadap gerakan literasi. Sejumlah kelompok masyarakat terlibat, di antaranya mahasiswa, akademisi, komunitas ojek daring, serta organisasi nonpemerintah (NGO).
Koordinator penyelenggara, Adelia Nugraheni, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pintu awal untuk menghimpun persepsi, masukan, dan ide-ide segar dari masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ini menjadi ruang untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat tentang literasi. Dari diskusi yang dilakukan, muncul banyak gagasan yang perlu ditindaklanjuti agar literasi benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujar Adelia Kamis (1 /1/2026).
Sebagai tindak lanjut, PELMAR tengah menyiapkan sejumlah program lanjutan, termasuk agenda roadshow literasi ke sekolah-sekolah dan berbagai wilayah di Madiun Raya, meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, hingga daerah sekitarnya.
Adelia menilai kegiatan tersebut juga mencerminkan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Madiun terhadap aktivitas literasi yang tumbuh dari masyarakat. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting bagi keberlanjutan gerakan literasi ke depan.
“Kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ini menjadi energi besar agar program literasi bisa terus berjalan dan berkembang,” katanya.
Gerakan literasi ini tidak hanya melibatkan pegiat lokal, tetapi juga diikuti pegiat literasi dari luar daerah, seperti Ngawi dan Ponorogo. Kehadiran mereka dinilai turut memperkaya perspektif dalam pengembangan literasi di kawasan Madiun Raya.
Respons positif juga datang dari kalangan akademisi. Dosen Universitas PGRI Madiun (Unipma), Sigit Ricahyono, mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung gerakan literasi yang tumbuh dari inisiatif masyarakat.
“Literasi adalah kebutuhan di semua level masyarakat, tidak terbatas pada dunia pendidikan formal,” ujar Sigit.
Ia menekankan bahwa literasi saat ini tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai aktivitas membaca buku. Di era digital, literasi mencakup kemampuan menyerap, mengolah, dan memproduksi pengetahuan dari berbagai sumber dan platform.
“Baik dari buku, mesin pencari seperti Google, maupun media sosial seperti TikTok, selama pengetahuan dan produktivitas meningkat, itu bagian dari literasi,” katanya.
Sigit berharap semakin banyak masyarakat terlibat sebagai penggerak literasi dengan pendekatan yang beragam. Ia juga menegaskan pentingnya kesinambungan dukungan pemerintah daerah agar gerakan literasi benar-benar tumbuh dari akar rumput.
“Jika masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, gerakan literasi di Madiun Raya bisa tumbuh kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan dukungan terhadap Gerakan Literasi Kabupaten Madiun sebagai simbol komitmen lintas sektor. Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Juniarto Supriyadi bersama Wakapolres Kompol Gusti Agung Ananta Pratama turut meninjau kegiatan dan membubuhkan tanda tangan dukungan. (Tov)