Berita Terkini
Trending Tags

Pohon Besar Tumbang Tutup Akses Tawangmangu–Sarangan Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pohon jenis pasang dengan diameter sekitar 155 sentimeter roboh melintang di Jalur utama penghubung Tawangmangu–Sarangan,
Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Jalur utama penghubung Tawangmangu–Sarangan di kawasan Gunung Lawu sempat lumpuh total pada Senin (12/1/2026) dini hari. Sebuah pohon besar yang telah lapuk tumbang dan menutup seluruh badan jalan di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB ketika angin kencang menerjang kawasan pegunungan. Pohon jenis pasang dengan diameter sekitar 155 sentimeter roboh melintang di jalan, menghentikan arus kendaraan dari kedua arah.

Tidak ada korban jiwa, namun jalur vital itu tidak dapat digunakan hingga proses penanganan selesai. BPBD Magetan menerima informasi awal dari Polsek Plaosan sekitar pukul 03.45 WIB.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, mengatakan bahwa tim langsung diterjunkan begitu laporan masuk.

“Saat laporan diterima, kami langsung menurunkan personel piket Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat. Prioritas kami memastikan jalan segera kembali bisa dilewati,” ujarnya.

Selain itu, Eka menuturkan bahwa kondisi pohon yang sudah keropos mempercepat proses tumbangnya.

“Dari pengamatan di lokasi, pohonnya memang sudah rapuh. Dengan angin sekuat itu, memang sangat berisiko tumbang,” tambahnya.

Image Not Found
BPBD Magetan, Polri, TNI, Perhutani, PGL, dan warga, mengevakuasi batang pohon menggunakan chainsaw dari badan jalan, Foto: Kusnanto-Sinergia

Penanganan melibatkan BPBD Magetan, Polri, TNI, Perhutani, PGL, dan warga. Batang pohon dipotong menggunakan chainsaw dan alat manual agar cepat disingkirkan dari badan jalan. Sekitar pukul 05.12 WIB, jalur kembali dibuka dan kendaraan dapat melintas normal.

Eka Wahyudi juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau agar warga tidak beraktivitas di bawah pohon besar, apalagi yang terlihat rapuh. Hindari pula area dengan kabel listrik yang bersinggungan dengan pepohonan, karena itu sangat berbahaya,” tegasnya.

BPBD Magetan pun meminta masyarakat segera melapor melalui layanan darurat jika menemukan pohon miring, retakan tanah, atau indikasi bencana lainnya. “Pelaporan cepat dari warga sangat membantu kami mencegah risiko yang lebih besar,” jelas Eka.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontingen Barongsai Kota Madiun Sabet Empat Emas di Kejurnas 2025 Bali

    Kontingen Barongsai Kota Madiun Sabet Empat Emas di Kejurnas 2025 Bali

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Atlet-atlet barongsai Kota Madiun menunjukkan taringnya di kancah nasional. Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai 2025 yang digelar di Bali, 22–24 November, tim Kota Madiun berhasil mengamankan empat medali emas dari enam kategori lomba yang diikuti. Sebanyak 10 atlet diturunkan dalam ajang tersebut. Sejumlah nama tampil menonjol dengan capaian yang memukau, […]

    Bagikan
  • Kisah Haru CJH Kota Madiun: Dari Nenek 76 Tahun hingga Remaja 16 Tahun Siap Berangkat Haji 2026

    Kisah Haru CJH Kota Madiun: Dari Nenek 76 Tahun hingga Remaja 16 Tahun Siap Berangkat Haji 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. La syarika laka. Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada […]

    Bagikan
  • Dari Lahan Sempit, Peternak Ayam Sengkuni Raup Omzet Puluhan Juta

    Dari Lahan Sempit, Peternak Ayam Sengkuni Raup Omzet Puluhan Juta

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Keterbatasan lahan tak menjadi penghalang bagi Suprapto, warga Dusun Wagir Kidul, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, untuk mengembangkan usaha peternakan ayam. Dengan memanfaatkan lahan sempit di belakang rumah, ia berhasil membudidayakan ayam sengkuni dan meraih omzet hingga Rp30 juta per bulan. Usaha tersebut baru dirintis sekitar enam bulan lalu. Berawal dari delapan […]

    Bagikan
  • Dua Desa di Ponorogo Ditetapkan Zona Merah Longsor, Belasan Jiwa Terancam

    Dua Desa di Ponorogo Ditetapkan Zona Merah Longsor, Belasan Jiwa Terancam

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan dua desa sebagai zona merah rawan tanah longsor. Dua wilayah tersebut yakni Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dan Desa Talun, Kecamatan Ngebel. Penetapan status tersebut dilakukan setelah adanya identifikasi dari tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menilai kondisi geografis kedua desa berada […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Luncurkan SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Pemkab Madiun Luncurkan SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah. Peluncuran dilakukan Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Selasa (05/08/2025). Peluncuran ditandai pelepasan armada pengangkut makanan menuju sekolah-sekolah penerima program. […]

    Bagikan
  • Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen Play Button photo_camera 2

    Musim Hujan Hambat Produksi, Perajin Genteng Magetan Terpaksa Kurangi Kapasitas Hingga 20 Persen

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim penghujan yang terjadi sejak awal tahun menjadi tantangan berat bagi para perajin genteng tradisional di Kabupaten Magetan. Ketergantungan pada panas matahari untuk proses pengeringan membuat produksi genteng rentan terganggu ketika cuaca tiba-tiba berubah. Kondisi itu dirasakan para perajin di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, salah satu sentra industri genteng rumahan di […]

    Bagikan
expand_less