Terdampak Perang Iran–AS, Belasan Jemaah Umroh Asal Ponorogo Sempat Tertahan di Jeddah
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah. Belasan jemaah umroh asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sempat tertahan di Bandara Jeddah akibat pengaturan ulang jadwal penerbangan dan faktor keamanan.
Konflik yang memanas membuat sejumlah jalur udara di kawasan tersebut ditutup sementara. Meski pelaksanaan ibadah di Tanah Suci tetap berjalan aman, proses pemulangan jemaah ke Indonesia mengalami keterlambatan.
Sebanyak 13 jemaah umroh asal Ponorogo dilaporkan tertahan selama tiga malam di sekitar Bandara Jeddah. Mereka mengalami over stay sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan yang aman. Selama masa tunggu, para jemaah tetap berada dalam pengawasan pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPU).
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo, Marjuni, mengatakan hingga saat ini terdapat 38 jemaah asal Ponorogo yang sedang menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci.
“Update terakhir, total ada 38 warga Ponorogo yang sedang melaksanakan umroh. Sempat tercatat 54 orang, namun setelah diverifikasi, sebagian merupakan jemaah luar kota dan ada dua yang membatalkan keberangkatan,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan aman, baik yang berada di Makkah maupun Madinah.
Terkait 13 jemaah yang tertahan di Jeddah, Marjuni menyebut mereka telah diberangkatkan kembali ke Tanah Air melalui rute alternatif transit di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
“Alhamdulillah pagi tadi kami mendapat informasi mereka sudah diterbangkan dari Jeddah dan mendarat melalui Bandar Seri Begawan. Selama tertahan, mereka diinapkan di sekitar bandara sambil menunggu kepastian keberangkatan,” jelasnya.
Marjuni menambahkan, pihaknya telah menyampaikan imbauan resmi dari pemerintah pusat, termasuk dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umroh, terkait penundaan sementara pemberangkatan jemaah umroh hingga situasi di Timur Tengah dinyatakan kondusif.
“Selama eskalasi masih tinggi, untuk sementara tidak ada pemberangkatan jemaah umroh. Pemulangan tetap diupayakan. Jika kondisi sudah aman, baru diberangkatkan kembali,” tegasnya.
Pemerintah daerah melalui Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo juga meminta seluruh PPU untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada calon jemaah agar bersabar menunggu situasi membaik.
Sementara itu, aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah dilaporkan tetap berjalan normal di bawah pengamanan otoritas setempat. (ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez

