Keluhan Pedagang Pasar Sayur ke Bupati Madiun, Drainase Jebol hingga Talang Air Hancur
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 76
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kondisi infrastruktur di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun, dikeluhkan para pedagang karena dinilai semakin memprihatinkan dan tidak layak pakai. Kerusakan terlihat mulai dari saluran drainase hingga talang air hujan yang disebut sudah rusak total.
Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air kerap meluap dan menggenangi area pasar yang dikenal sebagai pasar sayur terbesar di wilayah Caruban tersebut.
Salah satu pedagang, Damis, mengatakan kondisi itu sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan yang signifikan dari pemerintah daerah.
“Setiap musim hujan pasti air meluap sampai ke atas. Saluran air tidak mampu menampung dan mengalirkan dengan normal,” kata Damis kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas pedagang, tetapi juga membuat pembeli enggan masuk ke area pasar karena kondisi yang becek dan kotor.
“Pembeli jadi tidak nyaman. Pedagang juga kesulitan karena tempat jualannya sering tergenang,” ujarnya.
Damis menuturkan para pedagang selama ini hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut sembari menunggu rencana revitalisasi pasar yang sejak lama dijanjikan namun belum juga terealisasi.
“Kejadian ini sudah berlangsung beberapa tahun, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut nyata,” katanya.

Selain persoalan drainase dan talang air, pedagang juga menyoroti pengelolaan sampah dan penataan lapak yang dinilai semakin semrawut. Banyak pedagang memilih berjualan di luar pasar, bahkan hingga menutup akses pintu masuk.
Ia berharap pemerintah dapat menata kembali pedagang agar aktivitas jual beli kembali terpusat di dalam pasar.
“Pedagang yang di luar sebaiknya ditata masuk ke dalam. Jangan sampai berjualan di depan pintu karena menghalangi akses. Di dalam sebenarnya masih banyak lahan kosong,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengakui kondisi Pasar Caruban memang membutuhkan perbaikan. Ia menyebut pemerintah daerah tengah menyiapkan rencana renovasi pasar.
Menurutnya, revitalisasi pasar kemungkinan akan mulai dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri.
“Memang pasarnya perlu beberapa renovasi. Mudah-mudahan setelah hari raya bisa terfasilitasi. Dari Dinas Perdagangan juga siap,” kata Hari saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Caruban.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu maupun skema revitalisasi yang akan dilakukan pemerintah daerah terhadap pasar tradisional tersebut. Sementara itu, para pedagang berharap janji perbaikan tidak kembali berlarut-larut seperti tahun-tahun sebelumnya. (tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez


