Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 676
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perusahaan wajib membayar THR pekerja paling lambat 7 hari sebelum lebaran, (11/3/2026), Foto : Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah memastikan pekerja swasta di Kota Madiun akan menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan diwajibkan membayarkan THR secara penuh paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran dan tidak diperbolehkan mencicil pembayaran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker-KUM) Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, menegaskan ketentuan pembayaran THR telah diatur dalam regulasi pemerintah dan harus dipatuhi seluruh perusahaan. “THR keagamaan wajib dibayarkan kepada pekerja atau buruh paling lambat tujuh hari sebelum hari raya,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, pembayaran THR harus dilakukan secara penuh. Perusahaan tidak diperkenankan mencicil hak pekerja tersebut.

Ahsan menjelaskan, pekerja yang memiliki masa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus sudah berhak menerima THR dari perusahaan tempatnya bekerja. Sementara itu, pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih berhak mendapatkan THR sebesar satu bulan upah.

Adapun pekerja dengan masa kerja di bawah satu tahun tetap memperoleh THR, namun besaran yang diterima dihitung secara proporsional sesuai masa kerja.

Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Di Kota Madiun sendiri tercatat terdapat sekitar 715 perusahaan yang memiliki kewajiban membayarkan THR kepada para pekerjanya. Untuk memastikan aturan tersebut dipatuhi, Disnaker-KUM Kota Madiun akan melakukan pengawasan terhadap perusahaan. Pemerintah juga membuka posko pengaduan bagi pekerja yang mengalami kendala dalam pembayaran THR.

Posko pengaduan telah dibuka sejak 4 Maret dan dapat dimanfaatkan pekerja yang belum menerima haknya sesuai ketentuan. “Jika ada pekerja yang belum menerima THR sesuai ketentuan, dapat melaporkan ke Disnaker agar bisa kami tindaklanjuti,” jelas Ahsan.

Ia berharap seluruh perusahaan di Kota Madiun mematuhi aturan tersebut sehingga hak pekerja dapat terpenuhi menjelang Idul Fitri. “Harapannya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya sehingga pekerja dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang,” pungkasnya. (krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

    Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat. Curah hujan yang tinggi pada awal musim tanam menyebabkan banyak bibit gagal tumbuh sehingga petani harus melakukan penyulaman berulang kali. Kondisi tersebut mendorong sebagian petani beralih ke komoditas lain, mengakibatkan luas areal tanam tembakau turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Sub Koordinator […]

    Bagikan
  • Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun Bertambah, Mayoritas Usia Produktif

    Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun Bertambah, Mayoritas Usia Produktif

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Madiun terus mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mencatat, sepanjang triwulan pertama tahun ini, ditemukan 36 kasus ODHA baru. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Anies Djaka Karyawan, mengungkapkan untuk keseluruhan tahun berjalan, jumlah ODHA baru yang terdata sudah mencapai 160 orang. […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun masih menunggu proses pengisian puluhan jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di tengah kekosongan tersebut, Pemkot Madiun melantik 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 18 pejabat fungsional dalam Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pengambilan Sumpah Jabatan serta Pelantikan Pejabat Fungsional, Kamis (18/6/2026). Prosesi pengambilan sumpah […]

    Bagikan
  • Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang warga Maospati menjadi korban aksi perampokan bersenjata yang terjadi dini hari, Senin (16/6/2025). Kisah mencekam itu dibagikan langsung oleh korban, Satriya Bima Ariyaa, melalui unggahan media sosial yang kemudian viral di berbagai grup WhatsApp dan Instagram komunitas Magetan. Kapolsek Maospati, Kompol Haris Prabowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga Selasa malam […]

    Bagikan
  • Motor Tabrak Pohon Pinggir Jalan, 2 Orang Terkapar di Jalan Raya Madiun – Ponorogo

    Motor Tabrak Pohon Pinggir Jalan, 2 Orang Terkapar di Jalan Raya Madiun – Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Madiun – Ponorogo, tepatnya di Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Kecelakaan tunggal tersebut dialami oleh PRN (48) warga Desa/Kecamatan Dagangan yang berboncengan dengan HK (53) warga Desa Uteran Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Keduanya dilaporkan meninggal dunia lantaran […]

    Bagikan
  • Motif Pengeroyokan Pemuda di Ngawi Terungkap, Dipicu Ikut-ikutan dan Pengaruh Miras

    Motif Pengeroyokan Pemuda di Ngawi Terungkap, Dipicu Ikut-ikutan dan Pengaruh Miras

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Polres Ngawi mengungkap motif di balik aksi penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial AZ (20) yang terjadi di sekitar Pasar Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Insiden yang berlangsung pada Minggu siang (5/4/2026) yang sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet. Sebelumnya, beredar narasi yang menyebut korban tengah berboncengan dengan […]

    Bagikan
expand_less