Berita Terkini
Trending Tags

Warga Bendo Magetan Diresahkan Isu Peredaran Uang Palsu Sasar UMKM

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Desa Setren dan Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan diresahkan dengan beredarnya uang palsu, (18/3/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Keresahan melanda warga Desa Setren dan Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menyusul informasi dugaan peredaran uang palsu di lingkungan mereka. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga grup percakapan warga dalam beberapa hari terakhir.

Informasi yang beredar menyebutkan uang pecahan Rp100 ribu diduga digunakan pelaku untuk bertransaksi di sejumlah usaha kecil, seperti warung, toko kelontong, hingga layanan BRILink. Sasaran utamanya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan transaksi bernilai kecil yang umumnya tidak melalui pengecekan ketat.

Sejumlah warga mengaku nyaris menjadi korban. Salah satunya menceritakan pengalaman menerima uang yang belakangan tidak dapat digunakan saat hendak disetor maupun dipakai bertransaksi.

“Awalnya saya kira uang hasil penjualan biasa. Tapi saat mau disetor lewat ATM tidak bisa, lalu ketika dicoba untuk pembayaran di SPBU, baru diketahui uang itu diduga tidak asli,” ungkap seorang warga, Rabu (18/3/2026).

Kekhawatiran juga disampaikan warga lain yang mengingatkan pelaku UMKM agar lebih teliti dalam menerima pembayaran tunai, terutama dari pembeli yang belum dikenal. Menurutnya, transaksi sederhana justru kerap dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Pelaku usaha kecil harus lebih waspada. Jangan sampai ada korban berikutnya karena kelengahan saat menerima uang,” ujarnya.

Meski kabar tersebut telah menyebar luas, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari aparat berwenang terkait kebenaran dugaan peredaran uang palsu tersebut. Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, dan diterawang) untuk memastikan keaslian uang.

Selain itu, warga diminta segera melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan indikasi uang palsu agar dapat segera ditindaklanjuti. Situasi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di tingkat desa, untuk lebih cermat dalam setiap transaksi tunai. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI, DPRD Madiun Dorong Pemda Fokus Stabilitas Ekonomi

    Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI, DPRD Madiun Dorong Pemda Fokus Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Jajaran legislatif bersama eksekutif dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026). Pidato kenegaraan tersebut disaksikan secara langsung melalui siaran dari Gedung Nusantara DPR RI di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun.  Dalam pidatonya, Presiden […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Genjot Program Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

    Pemkot Madiun Genjot Program Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun semakin serius membenahi sistem pengelolaan sampah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekaligus Kepala Bappelitbangda Kota Madiun, Suwarno, menegaskan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. “Setiap keluarga wajib memilah sampah sebelum dibuang ke TPS. Pemilahan sejak dari sumber […]

    Bagikan
  • Peringati HUT ke-80 RI, PSHT Pusat Madiun Teguhkan Komitmen Persatuan Bangsa

    Peringati HUT ke-80 RI, PSHT Pusat Madiun Teguhkan Komitmen Persatuan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Minggu (17/08/2025). Ketua Dewan Pusat PSHT, Kang Mas Issoebiantoro mengungkapkan peringatan ini menjadi momentum bagi keluarga besar PSHT untuk meneguhkan kembali nilai […]

    Bagikan
  • Kejari Ngawi Tetapkan Seorang Notaris Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pajak Pembebasan Lahan PT GFT Indonesia

    Kejari Ngawi Tetapkan Seorang Notaris Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Pajak Pembebasan Lahan PT GFT Indonesia

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi kembali mengungkap perkembangan baru dalam kasus dugaan korupsi terkait pembebasan lahan PT GFT Indonesia Investment. Seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/Notaris, Nafiatur Rohmah (43), resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Nafiatur diduga terlibat dalam manipulasi penerimaan pajak daerah terkait proses pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik mainan […]

    Bagikan
  • Seleksi JPTP Pemkab Madiun Masuki Tahap Uji Kompetensi di UNS Solo

    Seleksi JPTP Pemkab Madiun Masuki Tahap Uji Kompetensi di UNS Solo

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Solo – Sebanyak 15 peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Madiun menjalani uji kompetensi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sejak Senin (08/09/2025). Tahap ini berlangsung dua hari, dilanjutkan wawancara oleh panitia seleksi pada Rabu (10/09/2025). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, menjelaskan seluruh peserta […]

    Bagikan
  • Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah upaya pemerintah mendorong program ketahanan dan swasembada pangan nasional, pasangan suami istri di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan tanaman cabai rawit secara mandiri. Budidaya dilakukan di lahan pekarangan rumah yang sebelumnya tak produktif. Pasangan Wawan Mariadi dan Fitri Rahmawati awalnya prihatin melihat lingkungan sekitar […]

    Bagikan
expand_less