Pemkab Ngawi Tunggu Aturan Pusat soal WFH, Siapkan Skema Hemat Energi bagi ASN
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Hingga kini, mekanisme tersebut belum diterapkan di daerah karena masih menanti formula yang akan ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait kebijakan tersebut. Menurutnya, Kemendagri dijadwalkan akan mengeluarkan ketentuan teknis mengenai WFH mulai April 2026.
“Kami masih menunggu dari Kemendagri. Informasinya per April akan ditetapkan formula atau mekanisme penentuan WFH. Apa pun arahannya nanti, tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, Pemkab Ngawi telah menyiapkan langkah alternatif apabila kebijakan WFH hanya bersifat imbauan. Fokus utama yang diusung adalah efisiensi energi, khususnya dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Ony menjelaskan, semangat dari kebijakan WFH dinilai bukan semata-mata bekerja dari rumah, melainkan mengurangi mobilitas dan konsumsi energi. Karena itu, Pemkab Ngawi berencana mendorong ASN tetap bekerja dari kantor dengan pola yang lebih hemat energi.
“Kalau tujuannya efisiensi energi, kami mendorong ASN untuk tetap bekerja namun dengan cara yang lebih hemat, misalnya menggunakan sepeda bagi yang jarak rumahnya dekat, sekitar 10 kilometer,” jelasnya.
Ia menambahkan, keputusan akhir akan sangat bergantung pada status kebijakan WFH dari pemerintah pusat, apakah bersifat wajib atau sekadar imbauan. Jika hanya berupa imbauan, Pemkab Ngawi cenderung tidak akan menerapkan WFH secara penuh.
“Kalau sifatnya hanya imbauan, kami sepakat tidak menetapkan WFH. Tetapi tetap mengupayakan efisiensi, terutama dalam mobilitas ASN,” tegas Ony.
Dalam waktu dekat, Pemkab Ngawi akan mulai menginisiasi gerakan hemat energi tersebut sembari menunggu kepastian regulasi dari pusat. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas ASN sekaligus mendukung penghematan energi di daerah. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






