Hujan Deras Picu Longsor, Akses Antar Desa Terputus Dan Tutup Aliran Sungai
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergi | Ponorogo — Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo Jawa Timur mengakibatkan tanah longsor di dusun Gondang Sari, desa Banaran , Kecamatan Pulung , Kabupaten Ponorogo Pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian ini, akses jalan warga terputus dan sejumlah rumah terisolir.
Longsor terjadi di Dusun Gondangsari, saat material tanah dari tebing turun dan memutus akses jalan antar rumah. Selain itu, material longsor juga menutup jalan poros yang menghubungkan Desa Banaran dengan Desa Wagir Kidul .
Tidak hanya itu, longsor juga terjadi di lahan perkebunan milik warga dengan ketinggian kurang lebih 100 meter. Material longsoran bahkan menutup aliran Sungai Banaran, sehingga memperparah dampak yang ditimbulkan.
Pada Senin pagi (6/4/2026), warga terpaksa melakukan kerja bakti secara mandiri untuk membersihkan material longsor agar akses jalan kembali bisa dilalui. Warga menggunakan alat seadanya untuk menyingkirkan tanah dan batu yang menutup badan jalan.
Wahyudin, salah satu warga, mengatakan bahwa longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Ia menyebut, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.
“Sejak jam satu siang hujan cukup deras, sore terjadi longsor. Di bagian atas ada enam rumah terdampak, sedangkan di bawah ada dua rumah. Ini bukan pertama kali terjadi, sebelumnya juga pernah longsor,” ujarnya.
Ia menambahkan, akibat longsor tersebut, tiga rumah di bagian atas kini tidak lagi memiliki akses jalan dan warga harus melewati ladang untuk beraktivitas. Setiap kali hujan deras turun, warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman untuk menghindari risiko longsor susulan.
Sementara itu, Kepala Desa Banaran, Sarnu, mengatakan hujan deras yang berlangsung sekitar satu setengah jam mengakibatkan sejumlah titik longsor di wilayahnya.
“Sedikitnya terdapat sembilan titik longsor di Desa Banaran. Dampaknya merusak tujuh rumah di Dusun Tangkil, Krajan, dan Gondangsari, satu akses jalan terputus, serta satu lokasi longsor di perkebunan yang menutup aliran sungai,” jelasnya.
Pemerintah desa, lanjut Sarnu, akan terus berkoordinasi dengan warga untuk melakukan kerja bakti serta memberikan edukasi agar masyarakat lebih waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Warga diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras terjadi dalam waktu lama, mengingat potensi longsor susulan masih mengancam kawasan tersebut. (Ega )
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez






