Warga Kaibon Digemparkan Temuan Mortir di Gudang Rongsokan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 75
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Warga Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dibuat kaget dengan adanya temuan benda mirip mortir di sebuah gudang rongsokan, Rabu (8/4/2026). Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik gudang, Muji Rahayu, saat membersihkan lokasi usahanya yang telah lama belasan tahun dikelola.
Muji mengaku, mortir itu ditemukan ketika dirinya mengangkat sebuah karung kecil yang terasa lebih berat dari biasanya. Karena penasaran, ia kemudian membuka karung tersebut.
“Saat saya angkat kok berat. Saya tidak tahu isinya apa, lalu dibuka ternyata seperti itu. Saya juga tidak tahu itu barang apa,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui asal-usul benda tersebut. Selama ini, barang-barang rongsokan yang masuk ke gudangnya tidak seluruhnya diperiksa secara detail karena keterbatasan tenaga kerja.
“Barangnya banyak sekali, tenaga juga terbatas. Mungkin itu dibawa pemulung, ditaruh di pojokan lalu tertumpuk barang lain,” katanya.
Muji menambahkan, dirinya telah menyewa lahan tersebut selama sekitar 16 tahun. Ia menduga benda itu sudah lama berada di gudang dan baru diketahui saat dilakukan pembersihan menjelang kepindahan lokasi usaha.
Sementara itu, Kapolsek Geger AKP Dadang Arif mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan penemuan tersebut dengan berkoordinasi dengan jajaran terkait.

“Setelah menerima laporan, kami berkoordinasi dengan pimpinan dan menghubungi tim Jibom Brimob untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKP Dadang.
Menurut dia, benda yang diduga mortir itu akan diperiksa oleh tim penjinak bom (Jibom) untuk memastikan kondisi dan tingkat bahayanya. Jika dinyatakan berbahaya, benda tersebut akan dimusnahkan sesuai prosedur.
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memastikan apakah mortir tersebut masih aktif atau tidak karena menunggu hasil pemeriksaan tim Jibom.
“Untuk memastikan aktif atau tidaknya, nanti tim Jibom yang akan melakukan pemeriksaan. Kami masih menunggu proses evakuasi,” ucapnya.
Berdasarkan perkiraan awal, mortir tersebut memiliki panjang sekitar 40 sentimeter dengan diameter sekitar 8 sentimeter. Saat ini, area sekitar gudang telah diamankan dengan pemasangan garis polisi sambil menunggu proses evakuasi oleh tim Jibom. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez






