Sabtu, 24 Okt 2026
Trending Tags

Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 463
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kota Madiun soroti pertumbuhan ekonomi dan piutang daerah, (22/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Penyampaian Rekomendasi LKPJ Tahun 2025, Rabu (22/4/2026), menjadi ruang evaluasi terbuka atas kinerja pembangunan daerah. Sorotan utama mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai target serta pengelolaan piutang daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Tercatat pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tahun 2025 tercatat sebesar 5,69 persen, sedikit di bawah target 5,8 persen atau tercapai sekitar 98 persen. Angka ini menunjukkan adanya perlambatan, terutama pada sektor perdagangan dan jasa yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi kota.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyebut selisih penurunan hanya sekitar 0,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi yang kemarin secara 2024 ke 2025 itu hanya turun 0,04 persen. Kemarin kami langsung diskusi dengan BPS, ada beberapa poin yang harus kita perbaiki. Sebenarnya secara angka saja yang turun, tetapi secara perputaran ekonominya tidak turun,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi capaian tersebut adalah belum optimalnya pencatatan aktivitas ekonomi, khususnya dari pelaku UMKM yang difasilitasi pemerintah.

“BPS menyampaikan bahwa para pelaku UMKM yang difasilitasi Pemerintah Kota Madiun, mereka kesulitan mendapatkan data pendapatan. Sehingga itu tidak masuk dalam pengukuran. Nah ini yang memengaruhi angka pertumbuhan,” ujarnya.

Sebagai langkah perbaikan, Pemkot mulai mendorong sistem pendataan yang lebih terintegrasi. Salah satunya melalui kewajiban pelaporan pendapatan bagi pelaku UMKM di titik-titik fasilitasi pemerintah.

“Saya mulai dari PRC, mereka sekarang harus melaporkan pendapatannya berapa. Saat ini juga sedang dipikirkan aplikasi POS oleh teman-teman dari Disnaker-KUKM,” tambahnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi acuan lebih akurat dalam perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Iya betul, nanti akan menyeluruh di tempat-tempat yang kami fasilitasi, khususnya untuk UMKM karena itu yang diperlukan,” tegasnya.

Selain pembenahan data, strategi penguatan UMKM juga akan diarahkan pada pendekatan yang lebih kolaboratif. Pemerintah tidak lagi hanya memberikan stimulan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha.

“Tentunya stimulan ke UMKM akan kita lihat bentuknya seperti apa. Tapi sekarang pola yang kami terapkan tidak semuanya dari pemerintah. Bagaimana mengajak pelaku usaha ikut peduli dan mandiri,” kata Bagus.

Di sisi lain, DPRD Kota Madiun menilai capaian ekonomi tersebut tetap perlu menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyebut sektor perdagangan dalam PDRB menjadi salah satu indikator yang perlu didorong lebih optimal.

“Terkait PDRB itu tentunya perdagangan ya. Ini yang harus menjadi perhatian agar capaian ke depan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, isu pengelolaan piutang daerah juga mencuat dalam rapat paripurna. Nilai piutang yang masih berjalan di tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar, termasuk akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Wali Kota Madiun mengungkapkan bahwa salah satu sumber piutang terbesar berasal dari Lembaga Kredit Kelurahan (LKK).

“Piutang yang saat ini berjalan salah satunya dari LKK. Ini yang tiap tahun cukup besar,” jelasnya.

Pemerintah Kota Madiun tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi hal tersebut, termasuk menjajaki koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta rencana pengalihan pengelolaan ke bank daerah.

“Hari ini kami akan berkomunikasi dengan pihak OJK, rencananya nanti akan diambil alih oleh bank daerah. Tapi ini masih dikaji dulu aturannya seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, DPRD memastikan bahwa pembahasan terkait piutang akan dilanjutkan secara lebih mendalam di tingkat Badan Anggaran (Banggar).

“Terkait piutang nanti akan kita bahas di Banggar. Saya kira ada solusi yang baik, step by step nanti akan kita ungkap,” kata Armaya.

Secara umum, DPRD memberikan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari penguatan sektor ekonomi unggulan seperti UMKM, perdagangan, ekonomi kreatif, hingga digitalisasi. Selain itu, optimalisasi pendapatan daerah dan efektivitas belanja pemerintah juga menjadi perhatian utama.

Rapat paripurna ini menjadi refleksi bahwa meskipun kondisi ekonomi Kota Madiun relatif stabil, pembenahan sistem pendataan, penguatan sektor riil, serta penanganan piutang daerah menjadi kunci penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas di masa mendatang. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disbudpar Magetan Panggil Pelaku Usaha Usai Wisata Telaga Sarangan Jadi Sorotan

    Disbudpar Magetan Panggil Pelaku Usaha Usai Wisata Telaga Sarangan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Untuk mencegah reputasi Telaga Sarangan kembali tercoreng, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar pertemuan dengan para ketua paguyuban pelaku usaha. Agenda tersebut juga melibatkan sejumlah OPD terkait dan berlangsung selama dua jam di Restoran Klothok Lawu Sarangan, Jumat (9/1/2026) pagi. Dalam forum tersebut, Kepala Disbudpar Magetan, Joko […]

    Bagikan
  • Korban Pembunuhan Dimakamkan Satu Liang Lahat, Polisi Dalami Kejiwaan Anak Pelaku

    Korban Pembunuhan Dimakamkan Satu Liang Lahat, Polisi Dalami Kejiwaan Anak Pelaku

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana duka menyelimuti pemakaman pasangan suami istri, Kaseno (65) dan Sarilah (60), korban pembunuhan oleh anak kandungnya sendiri di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seledok pada Selasa (23/09/2025) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, jenazah kedua korban sempat menjalani proses […]

    Bagikan
  • Realisasi APBD Kabupaten Madiun di Bawah 50 Persen, Sejumlah OPD Dinilai Lamban Serap Anggaran

    Realisasi APBD Kabupaten Madiun di Bawah 50 Persen, Sejumlah OPD Dinilai Lamban Serap Anggaran

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hingga semester pertama 2025 berakhir, Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih berada di bawah 50 persen. Data per 30 Juni menunjukkan, pendapatan daerah baru mencapai 49,39 persen, sementara realisasi belanja tercatat 40,03 persen. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Suntoko, […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Sabet Kota Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award 2025 Kemendagri

    Kota Madiun Sabet Kota Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award 2025 Kemendagri

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Tidak salah jika kini menyebut Kota Madiun sebagai kota kreatif dan inovatif. Apalagi, berbagai inovasi terus dimunculkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu pun dibuktikan dengan diraihnya penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025. Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri itu berlangsung di Jakarta, Rabu (10/12/2025). ‘’Setiap […]

    Bagikan
  • Wabup Magetan Dorong Verifikasi Data Desil Dimulai dari Rapat Warga di Tingkat RT

    Wabup Magetan Dorong Verifikasi Data Desil Dimulai dari Rapat Warga di Tingkat RT

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mendorong pembenahan data kemiskinan dilakukan secara partisipatif hingga tingkat RT. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketidaktepatan data penerima bantuan sosial berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan warga di tingkat RT merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat di […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Lakukan Pendataan Warga Kurang Mampu Yang Belum Masuk DTSEN

    Pemkot Madiun Lakukan Pendataan Warga Kurang Mampu Yang Belum Masuk DTSEN

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun terus mempercepat pendataan warga kurang mampu guna memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat sebanyak 3.155 keluarga atau 9.608 jiwa masuk kategori Desil 1, serta 3.558 keluarga atau 10.397 jiwa masuk kategori Desil 2. Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas […]

    Bagikan
expand_less