Berita Terkini
Trending Tags

Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 389
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kota Madiun soroti pertumbuhan ekonomi dan piutang daerah, (22/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Penyampaian Rekomendasi LKPJ Tahun 2025, Rabu (22/4/2026), menjadi ruang evaluasi terbuka atas kinerja pembangunan daerah. Sorotan utama mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai target serta pengelolaan piutang daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Tercatat pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tahun 2025 tercatat sebesar 5,69 persen, sedikit di bawah target 5,8 persen atau tercapai sekitar 98 persen. Angka ini menunjukkan adanya perlambatan, terutama pada sektor perdagangan dan jasa yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi kota.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyebut selisih penurunan hanya sekitar 0,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi yang kemarin secara 2024 ke 2025 itu hanya turun 0,04 persen. Kemarin kami langsung diskusi dengan BPS, ada beberapa poin yang harus kita perbaiki. Sebenarnya secara angka saja yang turun, tetapi secara perputaran ekonominya tidak turun,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi capaian tersebut adalah belum optimalnya pencatatan aktivitas ekonomi, khususnya dari pelaku UMKM yang difasilitasi pemerintah.

“BPS menyampaikan bahwa para pelaku UMKM yang difasilitasi Pemerintah Kota Madiun, mereka kesulitan mendapatkan data pendapatan. Sehingga itu tidak masuk dalam pengukuran. Nah ini yang memengaruhi angka pertumbuhan,” ujarnya.

Sebagai langkah perbaikan, Pemkot mulai mendorong sistem pendataan yang lebih terintegrasi. Salah satunya melalui kewajiban pelaporan pendapatan bagi pelaku UMKM di titik-titik fasilitasi pemerintah.

“Saya mulai dari PRC, mereka sekarang harus melaporkan pendapatannya berapa. Saat ini juga sedang dipikirkan aplikasi POS oleh teman-teman dari Disnaker-KUKM,” tambahnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi acuan lebih akurat dalam perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Iya betul, nanti akan menyeluruh di tempat-tempat yang kami fasilitasi, khususnya untuk UMKM karena itu yang diperlukan,” tegasnya.

Selain pembenahan data, strategi penguatan UMKM juga akan diarahkan pada pendekatan yang lebih kolaboratif. Pemerintah tidak lagi hanya memberikan stimulan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha.

“Tentunya stimulan ke UMKM akan kita lihat bentuknya seperti apa. Tapi sekarang pola yang kami terapkan tidak semuanya dari pemerintah. Bagaimana mengajak pelaku usaha ikut peduli dan mandiri,” kata Bagus.

Di sisi lain, DPRD Kota Madiun menilai capaian ekonomi tersebut tetap perlu menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyebut sektor perdagangan dalam PDRB menjadi salah satu indikator yang perlu didorong lebih optimal.

“Terkait PDRB itu tentunya perdagangan ya. Ini yang harus menjadi perhatian agar capaian ke depan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, isu pengelolaan piutang daerah juga mencuat dalam rapat paripurna. Nilai piutang yang masih berjalan di tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar, termasuk akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Wali Kota Madiun mengungkapkan bahwa salah satu sumber piutang terbesar berasal dari Lembaga Kredit Kelurahan (LKK).

“Piutang yang saat ini berjalan salah satunya dari LKK. Ini yang tiap tahun cukup besar,” jelasnya.

Pemerintah Kota Madiun tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi hal tersebut, termasuk menjajaki koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta rencana pengalihan pengelolaan ke bank daerah.

“Hari ini kami akan berkomunikasi dengan pihak OJK, rencananya nanti akan diambil alih oleh bank daerah. Tapi ini masih dikaji dulu aturannya seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, DPRD memastikan bahwa pembahasan terkait piutang akan dilanjutkan secara lebih mendalam di tingkat Badan Anggaran (Banggar).

“Terkait piutang nanti akan kita bahas di Banggar. Saya kira ada solusi yang baik, step by step nanti akan kita ungkap,” kata Armaya.

Secara umum, DPRD memberikan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari penguatan sektor ekonomi unggulan seperti UMKM, perdagangan, ekonomi kreatif, hingga digitalisasi. Selain itu, optimalisasi pendapatan daerah dan efektivitas belanja pemerintah juga menjadi perhatian utama.

Rapat paripurna ini menjadi refleksi bahwa meskipun kondisi ekonomi Kota Madiun relatif stabil, pembenahan sistem pendataan, penguatan sektor riil, serta penanganan piutang daerah menjadi kunci penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas di masa mendatang. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menilik Kedekatan Kolonel Arm Untoro Bersama Prajurit di Yonif 511/DY

    Menilik Kedekatan Kolonel Arm Untoro Bersama Prajurit di Yonif 511/DY

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Tatapnya tajam bukan untuk menakutkan, melainkan pelita yang selalu menuntun anak buahnya. Tak ada jarak yang membentang, hanya emosional yang teramat kuat. Setiap derap langkah menggambarkan bulatnya tekad untuk sama-sama melangkah dan bergerak maju. Bukan sekedar kedekatan Sang Komandan dan anak buah. Momen ini terlihat jelas saat Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm […]

    Bagikan
  • DPMPTSP Sebut Tower BTS PT Mitra Teel Tak Kantongi Izin Resmi

    DPMPTSP Sebut Tower BTS PT Mitra Teel Tak Kantongi Izin Resmi

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah menara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Mitra Teel yang berdiri di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, dipastikan belum mengantongi izin resmi. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, pada Selasa (08/07/2025). Arik menyebut, hingga saat […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siap Awasi Sasaran Program MBG bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita

    Pemkot Madiun Siap Awasi Sasaran Program MBG bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bakal melakukan pengawasan terhadap distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MGB). Apalagi, Kota Madiun ditunjuk oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk simulasi MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui hingga balita non PAUD. Hal itu bagian dari upaya untuk mencukupi […]

    Bagikan
  • Diterjang Longsor, Tembok Rumah Warga di Poncol Magetan Jebol

    Diterjang Longsor, Tembok Rumah Warga di Poncol Magetan Jebol

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor Kembali terjadi di wilayah Poncol Kabupaten Magetan. Puluhan warga dibantu anggota BPBD serta Tagana dan TNI-Polri, Kamis (27/2/2025) pagi berjibaku mengevakuasi material longsor yang menimbun sebagian rumah milik Kasiran (69) warga Dukuh Templek Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Menurut informasi, hujan lebat yang terjadi di lereng […]

    Bagikan
  • Lebih Segar dan Murah, Wisata Petik Melon dan Kelengkeng di Magetan Ramai Diserbu Pengunjung

    Lebih Segar dan Murah, Wisata Petik Melon dan Kelengkeng di Magetan Ramai Diserbu Pengunjung

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tren wisata petik buah semakin diminati masyarakat. Selain menawarkan pengalaman memanen buah langsung dari kebun, konsep ini juga menjadi pilihan karena buah yang didapat lebih segar dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan membeli di toko maupun pasar modern. Fenomena tersebut terlihat di Jatera Agro, kawasan agrowisata milik BUMDesa Karya Maju […]

    Bagikan
  • Jelang Duduki Kursi Pimpinan DPRD Magetan, Harta Kekayaan Riyin Nur Asiyah Naik Rp3,26 Miliar dalam 1,5 Tahun

    Jelang Duduki Kursi Pimpinan DPRD Magetan, Harta Kekayaan Riyin Nur Asiyah Naik Rp3,26 Miliar dalam 1,5 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Riyin Nur Asiyah, mencatatkan peningkatan harta kekayaan yang cukup signifikan dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun terakhir. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Riyin meningkat lebih dari Rp3,2 miliar atau […]

    Bagikan
expand_less