Dampak Politik Menguat, Kasus Korupsi Pokir Guncang Kepercayaan Publik ke DPRD
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Penetapan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan tidak hanya berdampak secara hukum, tetapi juga memicu efek politik yang signifikan.
Keterlibatan Suratno yang menjabat sebagai Ketua DPRD aktif, menjadi sorotan publik dan berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu.
“Siapa pun yang terlibat akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kasus ini juga memunculkan pertanyaan terkait integritas pengelolaan aspirasi masyarakat melalui program pokir, yang selama ini menjadi salah satu instrumen utama DPRD dalam menjaring kebutuhan warga.
Pengamat menilai, kasus ini dapat menjadi momentum evaluasi bagi lembaga legislatif untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan transparansi.
Di sisi lain, Kejari memastikan proses hukum akan terus berjalan dan berpotensi berkembang seiring pendalaman penyidikan.
“Kami masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat,” pungkas Sabrul. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





