Berita Terkini
Trending Tags

Bau Mebeler Senilai Rp 400 Juta Menghangat Seiring Tumpukan Sampah Yang Menyengat

  • account_circle Mandor
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 132
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga tuntut solusi sampah di tengah isu pengadaan mebeler DLH Rp 400 juta, (5/5/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun — Bau menyengat dari tumpukan sampah di TPS Pasar Sayur Caruban, Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, dikeluhkan warga dan pelaku usaha. Di tengah persoalan yang tak kunjung terurai, publik justru dihadapkan pada kabar pengadaan mebeler senilai Rp 400 juta di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Keluhan itu mencuat pada Selasa (5/5/2026). Warga menilai, penanganan sampah yang mendesak belum mendapat prioritas, sementara belanja sarana perkantoran sudah berjalan.

“Bau menyengat hampir setiap waktu, apalagi saat cuaca panas. Kami menunggu solusi, bukan kabar pembelian meja kursi,” kata Sunaryo, warga Krajan.

Kondisi serupa dirasakan pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi. Aura Anaya menyebut bau dari timbunan sampah kerap memicu komplain pelanggan dan berdampak pada usahanya.

“Baunya sampai ke sini. Customer sering komplain. Kami sampai harus menyemprot pewangi sendiri,” ujarnya.

Ia berharap pembersihan dilakukan lebih menyeluruh agar tidak menyisakan sampah yang kembali membusuk.

“Harapannya segera dibereskan, biar baunya tidak sampai ke sini lagi.”

Pantauan di lapangan, sampah tak hanya menumpuk di area TPS, tetapi juga meluber hingga badan jalan. Kondisi ini memperparah gangguan kenyamanan warga dan aktivitas ekonomi di sekitar pasar.

Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi, mengakui persoalan sampah di wilayahnya berkaitan dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu yang sudah melampaui masa pakai dan mengalami kelebihan kapasitas (overload).

“TPA Kaliabu itu hilir, seharusnya hanya menampung sampah residu. Tapi karena volume timbulan sampah tinggi, kondisinya sudah overload,” kata Zahrowi.

Menurut dia, solusi jangka menengah ada pada optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dan bank sampah di tingkat hulu. Namun, dari total 15 TPS 3R yang ada, kurang dari separuh yang beroperasi optimal.

“Kalau TPS 3R berjalan, volume sampah ke TPA bisa ditekan. Kuncinya di sana,” ujarnya.

Terkait pengadaan mebeler, Zahrowi menyebut anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana perkantoran DLH.

Meski begitu, warga berharap pemerintah daerah memprioritaskan penanganan sampah yang dampaknya dirasakan langsung sehari-hari. Tanpa langkah cepat, persoalan ini dinilai bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan lingkungan dan keberlangsungan usaha di sekitar pasar. (Ndor)

Bagikan
  • Penulis: Mandor
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Rumah Tertimbun Longsor di Pulung Ponorogo, Akses Menuju Banaran Lumpuh Total

    2 Rumah Tertimbun Longsor di Pulung Ponorogo, Akses Menuju Banaran Lumpuh Total

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua rumah warga di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, rusak berat setelah tertimpa material longsor pada Rabu (19/11/2024) sore. Tebing setinggi kurang lebih 10 meter ambrol setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa jam. Rumah milik Marjuki hilang tertimbun tanah liat, sementara rumah milik Jemirin hancur di bagian […]

    Bagikan
  • Ironis, Empat Paket MBG PAUD di Madiun Dalam Kondisi Berjamur

    Ironis, Empat Paket MBG PAUD di Madiun Dalam Kondisi Berjamur

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur menuai keluhan. Sejumlah orang tua menemukan makanan dalam paket MBG yang dibagikan sekolah dalam kondisi tidak layak konsumsi. Salah satunya disampaikan Abdul Jalil, wali murid PAUD dyang menemukan empat roti berjamur dari total 16 […]

    Bagikan
  • Seleksi JPTP, 6 ASN Berebut Kursi Kepala DPMPTSP Kota Madiun

    Seleksi JPTP, 6 ASN Berebut Kursi Kepala DPMPTSP Kota Madiun

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kursi kosong Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kota Madiun akan segera terisi. Hal ini setelah Pemerintah Kota Madiun menggelar seleksi terbukapengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). 6 nama yang masuk dalam proses seleksi ini di antaranya: Terkait proses seleksi JPTP tersebut, Wali Kota Madiun, Maidi […]

    Bagikan
  • Ini Arahan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun pada Bulan Suro Mendatang

    Ini Arahan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun pada Bulan Suro Mendatang

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bulan Suro atau Muharram pada kalender Islam menjadi momen sakral bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. Salah satunya kegiatan pengesahan warga baru. Tercatat, tahun 2025 ini, sebanyak 90 ribu warga baru PSHT siap disahkan. Menghadapi momen tersebut, Ketua Umum PSHT, R. Moerdjoko memberikan arahan atau himbauan kepada para […]

    Bagikan
  • 4 Kursi Kepala OPD Pemkot Madiun Kosong, 2 Kepala OPD Mendekati Pensiun

    4 Kursi Kepala OPD Pemkot Madiun Kosong, 2 Kepala OPD Mendekati Pensiun

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, memberi sinyal kuat akan adanya perombakan besar di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Uji kompetensi sebagai dasar utama dalam proses pengisian jabatan, khususnya jabatan eselon II yang masih kosong. Tercatat kursi kepala OPS yang kosong diantaranya Kepala DLH, Bakesbangpol, Satpol PP dan Damkar serta Kepala Bappelitbangda. Maidi […]

    Bagikan
  • Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

    Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah maraknya pemberitaan tentang dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah daerah, pengusaha penggilingan gabah di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Jawa Timur, mengaku bisnisnya justru tetap lancar bahkan mengalami peningkatan. Sumining, pemilik selepan yang telah beroperasi sejak 1984, mengatakan bahwa isu beras oplosan tidak berdampak negatif terhadap usahanya. “Alhamdulillah beras […]

    Bagikan
expand_less