Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

Bau Mebeler Senilai Rp 400 Juta Menghangat Seiring Tumpukan Sampah Yang Menyengat

  • account_circle Mandor
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 614
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga tuntut solusi sampah di tengah isu pengadaan mebeler DLH Rp 400 juta, (5/5/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun — Bau menyengat dari tumpukan sampah di TPS Pasar Sayur Caruban, Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, dikeluhkan warga dan pelaku usaha. Di tengah persoalan yang tak kunjung terurai, publik justru dihadapkan pada kabar pengadaan mebeler senilai Rp 400 juta di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Keluhan itu mencuat pada Selasa (5/5/2026). Warga menilai, penanganan sampah yang mendesak belum mendapat prioritas, sementara belanja sarana perkantoran sudah berjalan.

“Bau menyengat hampir setiap waktu, apalagi saat cuaca panas. Kami menunggu solusi, bukan kabar pembelian meja kursi,” kata Sunaryo, warga Krajan.

Kondisi serupa dirasakan pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi. Aura Anaya menyebut bau dari timbunan sampah kerap memicu komplain pelanggan dan berdampak pada usahanya.

“Baunya sampai ke sini. Customer sering komplain. Kami sampai harus menyemprot pewangi sendiri,” ujarnya.

Ia berharap pembersihan dilakukan lebih menyeluruh agar tidak menyisakan sampah yang kembali membusuk.

“Harapannya segera dibereskan, biar baunya tidak sampai ke sini lagi.”

Pantauan di lapangan, sampah tak hanya menumpuk di area TPS, tetapi juga meluber hingga badan jalan. Kondisi ini memperparah gangguan kenyamanan warga dan aktivitas ekonomi di sekitar pasar.

Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi, mengakui persoalan sampah di wilayahnya berkaitan dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu yang sudah melampaui masa pakai dan mengalami kelebihan kapasitas (overload).

“TPA Kaliabu itu hilir, seharusnya hanya menampung sampah residu. Tapi karena volume timbulan sampah tinggi, kondisinya sudah overload,” kata Zahrowi.

Menurut dia, solusi jangka menengah ada pada optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dan bank sampah di tingkat hulu. Namun, dari total 15 TPS 3R yang ada, kurang dari separuh yang beroperasi optimal.

“Kalau TPS 3R berjalan, volume sampah ke TPA bisa ditekan. Kuncinya di sana,” ujarnya.

Terkait pengadaan mebeler, Zahrowi menyebut anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana perkantoran DLH.

Meski begitu, warga berharap pemerintah daerah memprioritaskan penanganan sampah yang dampaknya dirasakan langsung sehari-hari. Tanpa langkah cepat, persoalan ini dinilai bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan lingkungan dan keberlangsungan usaha di sekitar pasar. (Ndor)

Bagikan
  • Penulis: Mandor
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengadilan Tipikor Tunda Pembacaan Vonis, Sugiri Sancoko : “Manut”

    Pengadilan Tipikor Tunda Pembacaan Vonis, Sugiri Sancoko : “Manut”

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya — Sidang pembacaan vonis Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi ditunda. Putusan yang semula dijadwalkan dibacakan Selasa (11/8/2026), harus menunggu hingga Jumat (14/8/2026) setelah salat Jumat. Penundaan terjadi karena Ketua Majelis Hakim I Made Yuliada berhalangan hadir. Ia disebut harus mengikuti kegiatan pelatihan kedinasan di Jakarta. Sidang […]

    Bagikan
  • Inpres 1/2025 Turun, Pemkot Madiun Ancang-Ancang Refocusing APBD 2025

    Inpres 1/2025 Turun, Pemkot Madiun Ancang-Ancang Refocusing APBD 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Presiden RI, Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Hal itu dipastikan bakal berdampak pada alokasi anggaran dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Pemda). Tak terkecuali bagi Pemerintah Kota Madiun. “Tindak lanjutnya, kami sudah memberikan surat edaran persis […]

    Bagikan
  • Tak Terima Diceraikan, Pria Bacok Mantan Istri dan Kakak Ipar Hingga Luka Parah

    Tak Terima Diceraikan, Pria Bacok Mantan Istri dan Kakak Ipar Hingga Luka Parah

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pria di Ponorogo nekat membacok mantan istri dan kakak iparnya hingga mengalami luka serius di kepala dan tangan. Pelaku, Sugito, warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, langsung menyerahkan diri ke polisi usai melakukan penganiayaan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (28/3) di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Korban, Sutiyem (40) dan […]

    Bagikan
  • Harganas 2026, Bupati Madiun Tekankan Peran Ayah dan Keluarga dalam Menyiapkan Generasi Unggul

    Harganas 2026, Bupati Madiun Tekankan Peran Ayah dan Keluarga dalam Menyiapkan Generasi Unggul

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Madiun menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA) Kabupaten Madiun menggelar upacara di halaman kantor dinas, Senin (29/6/2026). […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun masuk dalam daftar daerah dengan status darurat sampah nasional. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2567 Tahun 2025. Status darurat ini diberikan kepada daerah yang tidak memiliki tempat pemrosesan akhir (TPA), masih melakukan open dumping, memiliki nilai Adipura […]

    Bagikan
  • Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah milik Misran (46), warga Dukuh Balipanjang, Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, roboh pada Rabu pagi (8/4/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Misran diketahui tengah berada di dapur. Tiba-tiba, bagian kuda-kuda atap rumah patah dan menyebabkan bangunan ambruk. Diduga kuat, […]

    Bagikan
expand_less