Misi Kemanusiaan Berujung Penahanan Israel, Keluarga Aktivis Ponorogo Menanti Kepastian
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Keluarga Herman Budianto (53), salah satu aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang dilaporkan ditahan militer Israel saat mengikuti misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah tegas untuk membebaskan para WNI tersebut.
Suasana cemas terlihat di rumah keluarga Herman di Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026) pagi. Adik Herman, Diah Puspasari (48), mengaku keluarga terus memantau perkembangan kabar sang kakak yang hingga kini belum dapat dihubungi.
Menurut Diah, keluarga semakin khawatir setelah beredar video dan informasi dugaan penyiksaan terhadap para relawan kemanusiaan oleh militer Israel.

“Kami berharap pemerintah segera bertindak membebaskan para tawanan asal Indonesia. Kami hanya bisa berdoa supaya kakak saya dan teman-temannya selamat,” ujarnya.
Sebelum komunikasi terputus, Herman sempat melakukan siaran langsung melalui media sosial saat rombongan kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza disebut tengah dikejar.
Keluarga mengaku baru mengetahui Herman ikut dalam misi tersebut setelah kapal berangkat dari Turki. Herman disebut berpamitan melalui grup keluarga sebelum berangkat.
Menurut keluarga, Herman dikenal aktif dalam gerakan kemanusiaan dan vokal membela Palestina sejak masih kuliah. Pria yang kini menetap di Depok, Jawa Barat itu juga disebut telah beberapa kali mengikuti kegiatan kemanusiaan internasional.
“Memang kakak saya sejak di bangku kuliahan sangat aktif dalam pergerakan kemanusiaan palestina”, pungkasnya.
Selain aktif dalam aksi solidaritas Palestina, Herman dikenal sebagai sosok pekerja keras. Setelah lulus SMA, ia merantau ke Jakarta dan membiayai kuliahnya sendiri sambil bekerja sebelum akhirnya berkarier di media nasional.
Hingga kini, keluarga hanya bisa berharap Herman dan relawan lain dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan sehat. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





