Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 265
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan siapkan lahan sekolah rakyat permanen di Karangrejo. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan membentuk Sekolah Rakyat (SR) rintisan dipastikan batal. Setelah sebelumnya sempat menyiapkan Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan sebagai lokasi sementara, namun kini memilih langsung membangun Sekolah Rakyat permanen dengan skala penuh.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Elmy Kurniarto Widodo. Menurutnya, Magetan tidak masuk dalam daerah pelaksana Sekolah Rakyat rintisan dan diarahkan langsung menuju pembangunan sekolah permanen oleh pemerintah pusat.

“Magetan tidak ditetapkan untuk rintisan. Kita langsung sekolah baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Magetan sempat merancang sekolah rintisan sebagai tahap awal program Sekolah Rakyat. Bahkan, Graha Literasi Plaosan telah diproyeksikan menjadi lokasi sementara dengan kapasitas awal sekitar 100 siswa tingkat SD dan SMP.

Namun, rencana tersebut akhirnya tidak berlanjut setelah pemerintah pusat meminta kesiapan pembangunan sekolah permanen lengkap dengan lahan yang memadai.

Untuk mendukung proyek tersebut, Pemkab Magetan telah menyiapkan lahan lebih dari enam hektare di wilayah Manisrejo, Kecamatan Karangrejo. Akan tetapi, proses pembangunan masih terkendala kesiapan lahan karena sebagian besar area belum dilakukan pengurukan.

Dari total lahan yang tersedia, baru sekitar satu hektare yang selesai dipersiapkan. Kondisi itu membuat Pemkab kini mengajukan tambahan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kita diminta komitmennya untuk kesiapan lahan. Yang diuruk baru satu hektare, sehingga kami mengajukan apakah tersedia anggaran untuk melanjutkan pengurukan,” kata Elmy.

Berdasarkan estimasi pemerintah daerah, biaya pengurukan lahan mencapai sekitar Rp1 miliar per hektare. Dengan kebutuhan lahan lebih dari enam hektare, total anggaran pematangan lahan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp6 miliar.

Sementara itu, pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar yang bersumber dari APBN melalui pemerintah pusat.

Pemerintah pusat nantinya akan menangani pembangunan gedung melalui Kementerian Pekerjaan Umum setelah kesiapan lahan dinilai memenuhi syarat. Meski demikian, hingga kini penetapan resmi dari Kementerian Sosial masih belum diterbitkan. Pemkab Magetan juga memastikan sekolah tersebut belum bisa beroperasi pada tahun ajaran terdekat.

“Kalau daerah lain yang dibangun sekarang untuk tahun ajaran ini. Kalau kita kemungkinan untuk tahun ajaran berikutnya,” jelasnya.

Pada tahap awal operasional, Sekolah Rakyat Magetan dirancang membuka empat rombongan belajar yang terdiri dari dua kelas jenjang SD dan dua kelas jenjang SMP. Masing-masing kelas akan diisi sekitar 40 siswa sehingga total kapasitas awal mencapai 160 siswa.

Ke depan, kompleks pendidikan tersebut dirancang berkembang hingga jenjang SMA dalam satu kawasan terpadu.

Saat ini, Dinas Sosial mulai melakukan tahap pra-pendataan calon siswa dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan kelompok masyarakat miskin sebagai sasaran utama program.

Sementara untuk tenaga pendidik, rekrutmen akan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Batalnya Sekolah Rakyat rintisan membuat target operasional program di Magetan mundur. Namun di sisi lain, Pemkab kini berpeluang langsung memiliki kompleks Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas lebih besar dan fasilitas yang lebih lengkap dibanding konsep rintisan sebelumnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Rotasi 16 Pejabat Eselon II, Masih Ada Kursi Strategis Kosong

    Bupati Madiun Rotasi 16 Pejabat Eselon II, Masih Ada Kursi Strategis Kosong

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 16 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menjalani rotasi jabatan. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto di Pendopo Muda Graha, Kamis (21/08/2025). Rotasi pejabat setingkat eselon II ini menjadi yang pertama di era pemerintahan pasangan Bupati Hari Wuryanto dan Wakil […]

    Bagikan
  • Mengenal Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Nahkoda Baru Korem 081/DSJ

    Mengenal Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Nahkoda Baru Korem 081/DSJ

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Komandan Korem 081 Dhirot Saha Jaya akhirnya terjawab. Kolonel Arm Untoro Hariyanto resmi menjabat sebagai Danrem 081/DSJ. Prosesi penyerahan jabatan dipimpin oleh Pangdam V/ Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/2/2025). Mayjen TNI Rudy Saladin menilai Kolonel Arm Untoro akan dapat menindaklanjuti apa yang […]

    Bagikan
  • Warga Desa Metesih Gelar Tradisi Ketupat Asyura Sambut Tahun Baru Islam

    Warga Desa Metesih Gelar Tradisi Ketupat Asyura Sambut Tahun Baru Islam

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, warga Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, memiliki tradisi tahunan bertajuk Ketupat Asyura yang dilaksanakan pada Senin malam (07/07/2025) bertepatan dengan 11 Muharram. Kegiatan ini diawali dengan arak-arakan ketupat oleh dua perguruan pencak silat besar di Madiun, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan […]

    Bagikan
  • Petani di Ngawi Tewas di Dalam Sumur Sawah, Diduga Terpeleset Saat Nyalakan Pompa Air

    Petani di Ngawi Tewas di Dalam Sumur Sawah, Diduga Terpeleset Saat Nyalakan Pompa Air

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan jasad seorang petani di dalam sumur sawah miliknya, Kamis (16/4/2026) malam. Korban diketahui bernama Muchlas (68), warga setempat. Korban pertama kali ditemukan oleh anak perempuannya, Aprilia (16), sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Aprilia tengah mencari ayahnya yang sejak […]

    Bagikan
  • Desa Sumberdodol Magetan Masuk 10 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional versi BRIliAn 2025

    Desa Sumberdodol Magetan Masuk 10 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional versi BRIliAn 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa ini berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Desa Wisata Terbaik Nasional dalam ajang Program Desa BRIliAn 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tak main-main, Sumberdodol harus bersaing dengan 106 desa lainnya dari seluruh Indonesia. Program Desa BRIliAn […]

    Bagikan
  • Bentuk Forum EIGERIAN, Eiger Wadahi Kolaborasi Antar Komunitas Petualang Madiun 

    Bentuk Forum EIGERIAN, Eiger Wadahi Kolaborasi Antar Komunitas Petualang Madiun 

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ratusan anggota dari berbagai komunitas pecinta alam di Madiun Raya berkumpul dalam sebuah gathering bersama salah satu merek perlengkapan petualangan terbesar di Indonesia. Acara ini sekaligus menjadi momen peresmian forum EIGERIAN Madiun, wadah bagi para penggiat alam terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi. EIGER Tropical Adventure, merek lokal yang telah berdiri […]

    Bagikan
expand_less