Berita Terkini
Trending Tags

Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 215
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan siapkan lahan sekolah rakyat permanen di Karangrejo. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan membentuk Sekolah Rakyat (SR) rintisan dipastikan batal. Setelah sebelumnya sempat menyiapkan Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan sebagai lokasi sementara, namun kini memilih langsung membangun Sekolah Rakyat permanen dengan skala penuh.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Elmy Kurniarto Widodo. Menurutnya, Magetan tidak masuk dalam daerah pelaksana Sekolah Rakyat rintisan dan diarahkan langsung menuju pembangunan sekolah permanen oleh pemerintah pusat.

“Magetan tidak ditetapkan untuk rintisan. Kita langsung sekolah baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Magetan sempat merancang sekolah rintisan sebagai tahap awal program Sekolah Rakyat. Bahkan, Graha Literasi Plaosan telah diproyeksikan menjadi lokasi sementara dengan kapasitas awal sekitar 100 siswa tingkat SD dan SMP.

Namun, rencana tersebut akhirnya tidak berlanjut setelah pemerintah pusat meminta kesiapan pembangunan sekolah permanen lengkap dengan lahan yang memadai.

Untuk mendukung proyek tersebut, Pemkab Magetan telah menyiapkan lahan lebih dari enam hektare di wilayah Manisrejo, Kecamatan Karangrejo. Akan tetapi, proses pembangunan masih terkendala kesiapan lahan karena sebagian besar area belum dilakukan pengurukan.

Dari total lahan yang tersedia, baru sekitar satu hektare yang selesai dipersiapkan. Kondisi itu membuat Pemkab kini mengajukan tambahan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kita diminta komitmennya untuk kesiapan lahan. Yang diuruk baru satu hektare, sehingga kami mengajukan apakah tersedia anggaran untuk melanjutkan pengurukan,” kata Elmy.

Berdasarkan estimasi pemerintah daerah, biaya pengurukan lahan mencapai sekitar Rp1 miliar per hektare. Dengan kebutuhan lahan lebih dari enam hektare, total anggaran pematangan lahan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp6 miliar.

Sementara itu, pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar yang bersumber dari APBN melalui pemerintah pusat.

Pemerintah pusat nantinya akan menangani pembangunan gedung melalui Kementerian Pekerjaan Umum setelah kesiapan lahan dinilai memenuhi syarat. Meski demikian, hingga kini penetapan resmi dari Kementerian Sosial masih belum diterbitkan. Pemkab Magetan juga memastikan sekolah tersebut belum bisa beroperasi pada tahun ajaran terdekat.

“Kalau daerah lain yang dibangun sekarang untuk tahun ajaran ini. Kalau kita kemungkinan untuk tahun ajaran berikutnya,” jelasnya.

Pada tahap awal operasional, Sekolah Rakyat Magetan dirancang membuka empat rombongan belajar yang terdiri dari dua kelas jenjang SD dan dua kelas jenjang SMP. Masing-masing kelas akan diisi sekitar 40 siswa sehingga total kapasitas awal mencapai 160 siswa.

Ke depan, kompleks pendidikan tersebut dirancang berkembang hingga jenjang SMA dalam satu kawasan terpadu.

Saat ini, Dinas Sosial mulai melakukan tahap pra-pendataan calon siswa dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan kelompok masyarakat miskin sebagai sasaran utama program.

Sementara untuk tenaga pendidik, rekrutmen akan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Batalnya Sekolah Rakyat rintisan membuat target operasional program di Magetan mundur. Namun di sisi lain, Pemkab kini berpeluang langsung memiliki kompleks Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas lebih besar dan fasilitas yang lebih lengkap dibanding konsep rintisan sebelumnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocah 4 Tahun Hilang Saat Istirahat Sekolah, Ditemukan Meninggal di Bengawan Madiun

    Bocah 4 Tahun Hilang Saat Istirahat Sekolah, Ditemukan Meninggal di Bengawan Madiun

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Peristiwa tragis menimpa seorang anak berusia empat tahun di Kabupaten Madiun. Bocah bernama Arya Najmut Sakieb Hamdiyya ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Bengawan Madiun, tepatnya di Desa Banget Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi pada Jumat (08/08/2025), setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya. Lokasi penemuan jasad korban berjarak sekitar lima kilometer dari […]

    Bagikan
  • Truk Mundur di Tanjakan Ngawi, Tabrak Mobil dan Motor, Satu Tewas, Satu Kritis

    Truk Mundur di Tanjakan Ngawi, Tabrak Mobil dan Motor, Satu Tewas, Satu Kritis

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Ngrambe–Jogorogo, tepatnya di tanjakan Desa Babadan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026) sore. Insiden ini melibatkan sebuah truk bermuatan kayu bakar, satu mobil, serta sepeda motor yang ditumpangi dua orang. Peristiwa tersebut terekam dalam video warga yang beredar, memperlihatkan dua pengendara sepeda motor […]

    Bagikan
  • Gangguan di Pasarsenen, Sejumlah KA Jarak Jauh di Daop 7 Terlambat Hingga Lebih Dua Jam

    Gangguan di Pasarsenen, Sejumlah KA Jarak Jauh di Daop 7 Terlambat Hingga Lebih Dua Jam

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Gangguan operasional di emplasemen Stasiun Pasarsenen, Jakarta, Jumat (22/5/2026), menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan, termasuk kereta yang melintasi wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Keterlambatan terjadi pada sejumlah perjalanan dengan durasi bervariasi, mulai 20 menit hingga lebih dari dua jam. Kondisi ini berdampak pada […]

    Bagikan
  • RILIS WALIKOTA

    100 Hari Kerja Maidi-F. Bagus Panuntun Raih Kepuasan Publik Tertinggi di Jatim

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Survei dari The Republik Institute menunjukkan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun, Maidi dan Bagus Panuntun, menorehkan prestasi gemilang dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan mereka. Hasil survei menempatkan pasangan ini sebagai kepala daerah dengan kinerja terbaik se-Jawa Timur berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat yang sangat tinggi terhadap pelayanan […]

    Bagikan
  • Memacu Andrenalin di Rumah Hantu Lawu Plaza, Jadi Hiburan Pilihan Akhir Tahun

    Memacu Andrenalin di Rumah Hantu Lawu Plaza, Jadi Hiburan Pilihan Akhir Tahun

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana mencekam dan pengalaman pemicu adrenalin menjadi daya tarik utama wahana rumah hantu yang hadir di Kota Madiun. Berlokasi di lantai satu Lawu Plaza, pusat perbelanjaan Jalan Pahlawan Kota Madiun, wahana bertema Rumah Tua Gunung Wilis ini langsung menarik perhatian pengunjung sejak dibuka awal Desember lalu. Patung-patung hantu yang dipajang […]

    Bagikan
  • Delegasi Uni Eropa Tinjau Proyek Beras Rendah Karbon di Madiun, Dorong Pertanian Ramah Iklim

    Delegasi Uni Eropa Tinjau Proyek Beras Rendah Karbon di Madiun, Dorong Pertanian Ramah Iklim

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Delegasi Uni Eropa meninjau langsung implementasi proyek beras rendah karbon di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (01/07/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi program SWITCH-Asia Low Carbon Rice Project yang digagas untuk mendukung transisi menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. […]

    Bagikan
expand_less