Berita Terkini
Trending Tags

Jalur Sarangan Bikin Bus Mundur Massal, Pemkab Magetan Baru Mau Pasang Rambu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 74
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sopir bus kesulitan bermanuver di jalur alternatif Sarangan. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Jalur alternatif wisata di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah bus pariwisata dilaporkan mengalami kesulitan melintas di Jalan Kresno, Kelurahan Kebonagung. Ruas jalan yang sempit dengan tikungan tajam membuat kendaraan besar tak bisa bergerak leluasa hingga harus mundur secara bergantian.

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah warga mengunggah video beberapa bus yang tersendat di tengah jalan. Dalam rekaman itu, sopir bus tampak kesulitan bermanuver untuk keluar dari tikungan karena ruang jalan yang terbatas dan padat permukiman warga.

Warga setempat menyebut sedikitnya delapan bus pariwisata mengalami kendala serupa dalam waktu hampir bersamaan. Mayoritas bus diketahui membawa rombongan wisatawan luar daerah yang baru kembali dari kawasan wisata Telaga Sarangan.

Kondisi itu memicu keluhan masyarakat sekaligus kritik terhadap penataan jalur wisata di Magetan yang dinilai belum sepenuhnya siap mengakomodasi kendaraan berukuran besar. Padahal, arus bus wisata menuju Sarangan terus meningkat, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan.

Minimnya rambu penunjuk arah khusus untuk kendaraan besar disebut menjadi salah satu penyebab utama sopir salah memilih jalur. Akibatnya, bus-bus pariwisata masuk ke ruas jalan lingkungan yang tidak sesuai dengan dimensi kendaraan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan, Sucipto, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan di lokasi terkait keberadaan rambu lalu lintas maupun Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ).

“Tak tanyakan dulu mas. Siap, biar segera dibuatkan rambunya kalau memang belum ada,” ujar Sucipto saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini rambu petunjuk yang tersedia baru diperuntukkan bagi kendaraan truk dan terpasang di kawasan ujung selatan Jalan Bangka serta Jalan Ahmad Yani. Sementara petunjuk arah khusus bagi bus pariwisata masih belum tersedia.

“Kalau untuk bus belum, tapi ada RPPJ di ujung selatan Jalan Bangka dan A Yani, itu untuk truk. Sudah saya sampaikan ke bidang yang menangani untuk menambahkan rambu atau RPPJ arahan khusus bus,” jelasnya.

Menurut warga, persoalan jalur wisata bukan kali pertama terjadi. Mereka menilai pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem lalu lintas menuju kawasan wisata unggulan seperti Telaga Sarangan, termasuk penataan jalur keluar-masuk kendaraan besar agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun kenyamanan wisatawan.

Selain pemasangan rambu, warga juga berharap adanya pemetaan jalur khusus bus pariwisata yang lebih aman dan representatif. Mereka khawatir jika kondisi tersebut terus berulang tanpa solusi yang jelas, citra pariwisata Magetan bisa terdampak dan membuat wisatawan enggan kembali berkunjung.

Kemacetan akibat bus tersendat di jalur sempit itu pun sempat menghambat arus lalu lintas warga sekitar. Sejumlah pengendara harus berhenti cukup lama menunggu bus menyelesaikan manuver untuk bisa melintas dari kawasan tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan hektar tanaman cengkeh di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, mati akibat serangan Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC). Serangan penyakit tanaman ini membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena gagal panen. Kondisi memprihatinkan itu tampak di Desa Kare, Senin (20/10/2025). Hampir seluruh pohon cengkeh di lahan warga tampak gundul […]

    Bagikan
  • Bakal Ada Kejutan Yang Baru di PSC, Apakah Itu.?

    Bakal Ada Kejutan Yang Baru di PSC, Apakah Itu.?

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) telah menjadi magnet bagi masyarakat. Tidak hanya bagi warga Kota Madiun, namun banyak warga dari luar kota juga turut menikmati suasana PSC dengan berbagai ikon dunianya. Namun rupanya hal itu tidak membuat Maidi, Walikota Madiun terpilih sudah puas. Buktinya, PSC bakal semakin disempurnakan dengan pernak-pernik […]

    Bagikan
  • Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan jamaah Pondok Pesantren Daarul Islaam Liahlissunnah Waljamaah, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merayakan Hari Raya Idul Fitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Penetapan 1 Syawal tersebut didasarkan pada metode perhitungan yang digunakan oleh jamaah Thariqah Syattariyah. Mereka diketahui telah lebih dahulu memulai ibadah puasa, sehingga pada […]

    Bagikan
  • Forkopimda Magetan Gelar Patroli Natal, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Khidmat

    Forkopimda Magetan Gelar Patroli Natal, Pastikan Ibadah Berjalan Aman dan Khidmat

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perayaan Natal 2025 di Kabupaten Magetan dipastikan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau sejumlah gereja pada Kamis (25/12/2025). Bupati Mageta, Nanik Endang Rusminiarti memimpin rombongan yang terdiri dari Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Dandim 0804 Magetan, Kajari Magetan, hingga pejabat […]

    Bagikan
  • Talud Rumah Ambrol di Panekan Magetan Usai Hujan 3 Jam, Pemilik Rumah Terluka photo_camera 2

    Talud Rumah Ambrol di Panekan Magetan Usai Hujan 3 Jam, Pemilik Rumah Terluka

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, memicu terjadinya tanah longsor di Dusun Bulusari, Desa Jabung, Sabtu (7/3/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang warga terluka setelah tertimpa material longsor. Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun selama kurang lebih tiga jam di kawasan tersebut. Akibatnya, talud pondasi […]

    Bagikan
  • Magetan Terapkan Teknologi Ozon untuk Tekan Anjlok Harga Cabai dan Sayuran

    Magetan Terapkan Teknologi Ozon untuk Tekan Anjlok Harga Cabai dan Sayuran

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berupaya menjaga stabilitas harga hortikultura dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu langkah terbaru adalah pemanfaatan teknologi ozon melalui generator plasma ozon yang kini resmi beroperasi di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Magetan. Bupati Magetan, Nanik Endang, menyebut teknologi tersebut menjadi solusi strategis untuk […]

    Bagikan
expand_less