Stok Beras SPHP di Pasar Legi Ponorogo Kosong Dua Pekan, Harga Beras Ikut Naik
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Legi Ponorogo dilaporkan kosong dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat banyak warga kesulitan mendapatkan beras bersubsidi yang selama ini menjadi pilihan karena harganya lebih terjangkau.
Salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Suhartiningsih, mengatakan permintaan beras SPHP masih sangat tinggi.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, stok beras di gudang Bulog sebenarnya masih tersedia. Namun terkendala kemasan sehingga distribusi ke pedagang belum berjalan normal.
“Peminatnya banyak karena harganya lebih murah. Banyak pembeli yang datang menanyakan beras SPHP. Kalau tidak ada, sering kali mereka tidak jadi membeli,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning saat ditemui, Senin (8/6/2026).
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Harmini. Biasanya setiap kali pasokan datang, ia menerima sekitar satu ton beras SPHP. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kiriman dari Bulog belum kembali diterima.
“Banyak yang tanya beras SPHP. Biasanya mereka beli di supermarket, sekarang mencari ke pasar. Dulu sekali datang tiap pedagang bisa dapat satu ton, tapi sekarang kosong,” katanya.
Beras SPHP selama ini dijual dengan harga Rp57.500 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp11.500 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan beras medium non-SPHP yang saat ini dijual sekitar Rp68 ribu per kemasan 5 kilogram.
“Harapannya semoga beras SPHP segera datang lagi,” tambah Harmini.
Di sisi lain, harga beras medium dan premium di pasaran juga mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Kenaikan dipicu oleh meningkatnya harga gabah di tingkat petani.
Harga beras medium yang sebelumnya berada di kisaran Rp12.400 per kilogram kini naik menjadi Rp13.200 per kilogram. Sementara beras premium naik dari Rp13.800 per kilogram menjadi Rp14.400 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut terjadi bersamaan dengan belum masuknya kembali pasokan beras SPHP ke pasar. Hal itu berdampak terhadap masyarakat yang harus membeli beras dengan harga yang lebih tinggi. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





