Berita Terkini
Trending Tags

Larungan Sesaji Telaga Ngebel, Tumpeng Ikan Nila 300 Kilogram Jadi Ikon Baru

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gunungan hasil bumi diarak keliling Telaga Ngebel. (16/6/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Selasa (16/6/2026), untuk menyaksikan prosesi Larungan Sesaji yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Tradisi tahunan yang menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Ponorogo tersebut berlangsung meriah sejak pagi hari. Masyarakat memadati tepian telaga untuk menyaksikan kirab puluhan gunungan hasil bumi yang diarak mengelilingi Telaga Ngebel sebelum akhirnya dilarung ke tengah telaga.

Berbagai hasil pertanian seperti buah-buahan, sayuran, hingga komoditas unggulan masyarakat setempat disusun membentuk gunungan sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pelarungan gunungan beras merah yang diangkut menggunakan perahu menuju tengah telaga. Prosesi tersebut menjadi simbol ungkapan syukur masyarakat atas keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan yang diterima selama setahun terakhir.

Namun, pelaksanaan Larungan Telaga Ngebel tahun ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pelaksanaan larungan, panitia menghadirkan tumpeng raksasa berbahan dasar ikan nila dengan berat mencapai 300 kilogram.

Tumpeng ikan nila tersebut menjadi ikon baru yang langsung menyita perhatian ribuan pengunjung. Kehadirannya sekaligus menjadi simbol potensi perikanan yang dimiliki kawasan Telaga Ngebel.

Usai prosesi larungan, ratusan warga langsung memadati lokasi untuk memperebutkan isi gunungan dan tumpeng. Mereka meyakini hasil bumi maupun ikan yang diperoleh dari prosesi tersebut dapat membawa keberkahan dan kemudahan rezeki.

Salah seorang pengunjung, Gito, mengaku beruntung karena berhasil mendapatkan ikan nila dari tumpeng raksasa tersebut.

Image Not Found
Tumpeng ikan nila curi perhatian warga. Foto : Ega-Sinergia

“Ini tadi dapat ikan nila, pas rejeki jadi ndak sempat rebutan. Pas tadi ada yang lempar terus saya tangkap. Ini baru pertama kali dapat ikan, biasanya durian,” ujarnya sambil menunjukkan hasil yang diperolehnya.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan rasa syukur karena tradisi Larungan Telaga Ngebel kembali berlangsung sukses dengan antusiasme masyarakat dan wisatawan yang sangat tinggi.

“Alhamdulillah, larungan di Telaga Ngebel ini tradisi yang sangat luar biasa. Tiap tahunnya kami mengadakan larungan di Telaga Ngebel dan ini nguri-nguri budaya juga salah satu untuk destinasi wisata. Jadi memang di Ngebel ini sangat luar biasa dan alhamdulillah tadi antusias warga itu sangat luar biasa juga, wisatawan juga tadi banyak yang hadir, dari luar negeri juga banyak,” kata Lisdyarita.

Menurutnya, pelaksanaan larungan tahun ini terasa lebih istimewa karena hadirnya berbagai inovasi baru hasil kreativitas masyarakat Ponorogo, salah satunya tumpeng ikan nila raksasa yang belum pernah ditampilkan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Nah terus juga kali ini ada yang spesial ternyata tumpeng yang akan diporak itu tadi ada serba ikan terus juga ada durian. Jadi buat ke depannya jangan lupa seluruh masyarakat dan seluruh yang melihat ini datang ke Telaga Ngebel ya, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia,” tambahnya.

Lisdyarita menegaskan seluruh inovasi yang ditampilkan dalam Larungan Telaga Ngebel merupakan hasil kreativitas masyarakat yang ingin bersama-sama menyukseskan rangkaian Grebeg Suro sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan.

“Itu benar-benar kreativitas dari masyarakat yang ada di Ponorogo. Jadi semuanya hari ini pengin bareng-bareng sengkuyung untuk acara Grebeg Suro. Ini bentuk dari wujud syukur kami juga, makanya kita ada larungan itu salah satu bentuk rasa syukur,” pungkasnya.

Tradisi Larungan Telaga Ngebel kini tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Ponorogo, tetapi juga berkembang menjadi magnet wisata yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Kehadiran inovasi baru seperti tumpeng ikan nila raksasa diharapkan semakin memperkuat daya tarik Telaga Ngebel sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Bumi Reog. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlunya Koordinasi Lintas Sektor Menangani Bencana di Kecamatan Dagangan

    Perlunya Koordinasi Lintas Sektor Menangani Bencana di Kecamatan Dagangan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia| Kab. Madiun – Pemkab Madiun sangat serius dalam antisipasi bencana. Salah satu sudah dilakukan adalah rembug maton dalam memetakan dan mitigasi lokasi rawan bencana, misalnya saja di daerah Kecamatan Dagangan. “Salah satu yang menjadi kendala hingga saat ini ketika terjadi sebuah bencana  adalah faktor laporan data yang kurang sinkron,” kata Fajar Andy, anggota Tagana […]

    Bagikan
  • KPK Soroti Pemkab Magetan, Catatan Penting Menyasar Pengelolaan Keuangan

    KPK Soroti Pemkab Magetan, Catatan Penting Menyasar Pengelolaan Keuangan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sejumlah catatan penting kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan setelah melakukan pendampingan tata kelola pemerintahan daerah pada September 2025. Hasil pendampingan itu menyoroti sejumlah aspek pengelolaan keuangan daerah yang dinilai masih perlu diperbaiki. Dalam laporan tersebut, KPK menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, khususnya […]

    Bagikan
  • Tim Gabungan Lakukan Penyisiran Korban Hanyut Akibat Rumah Ambrol di Dagangan

    Tim Gabungan Lakukan Penyisiran Korban Hanyut Akibat Rumah Ambrol di Dagangan

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Banser, Tagana, dan Rapi tengah melakukan penyisiran untuk mencari Wahyudiono pada Minggu (16/3/2025). Diketahui, pria 65 tahun itu terbawa arus sungai Pintu setelah bagian rumahnya ambrol tepat saat dirinya sedang melaksanakan sholat. Penyisiran dilakukan secara manual mulai dari alur sungai tempat korban hanyut […]

    Bagikan
  • Rutan Magetan Gelar Razia Gabungan Besar-Besaran, Sapu Bersih Barang Terlarang

    Rutan Magetan Gelar Razia Gabungan Besar-Besaran, Sapu Bersih Barang Terlarang

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 (Nataru), Rutan Kelas IIB Magetan melakukan razia besar-besaran untuk menyisir potensi peredaran barang terlarang di dalam kamar tahanan. Operasi ini dilakukan melalui sinergi lintas instansi, melibatkan TNI, Polri, BPBD, hingga Damkar. Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto menegaskan bahwa operasi gabungan tersebut digelar sebagai langkah […]

    Bagikan
  • Pasar Murah di Ponorogo Diserbu Warga, Berdesak desakan Demi Pangan Murah

    Pasar Murah di Ponorogo Diserbu Warga, Berdesak desakan Demi Pangan Murah

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Selasa (25/03/2025). Mereka saling berdesakan demi mendapatkan bahan pangan murah, di tengah kenaikan harga menjelang Lebaran tahun ini. Dalam GPM ini, harga bawang merah dijual Rp30.000 per kilogram, lebih […]

    Bagikan
  • Dinas Perdagangan Tertibkan Ratusan Kios Pasar yang Disewakan Ilegal

    Dinas Perdagangan Tertibkan Ratusan Kios Pasar yang Disewakan Ilegal

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perdagangan Kota Madiun melakukan langkah tegas dengan menutup sekaligus menyegel 356 kios dan los pasar Senin (25/08/2025). Tindakan ini ditempuh setelah ditemukan pelanggaran berupa pemilik Surat Izin Penempatan (SIP) yang menyewakan lapaknya kepada pihak lain tanpa izin resmi. Menurut Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kota Madiun, Puguh Supardijanto, jumlah […]

    Bagikan
expand_less