Larungan Sesaji Telaga Ngebel, Tumpeng Ikan Nila 300 Kilogram Jadi Ikon Baru
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Selasa (16/6/2026), untuk menyaksikan prosesi Larungan Sesaji yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Tradisi tahunan yang menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Ponorogo tersebut berlangsung meriah sejak pagi hari. Masyarakat memadati tepian telaga untuk menyaksikan kirab puluhan gunungan hasil bumi yang diarak mengelilingi Telaga Ngebel sebelum akhirnya dilarung ke tengah telaga.
Berbagai hasil pertanian seperti buah-buahan, sayuran, hingga komoditas unggulan masyarakat setempat disusun membentuk gunungan sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pelarungan gunungan beras merah yang diangkut menggunakan perahu menuju tengah telaga. Prosesi tersebut menjadi simbol ungkapan syukur masyarakat atas keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan yang diterima selama setahun terakhir.
Namun, pelaksanaan Larungan Telaga Ngebel tahun ini terasa berbeda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pelaksanaan larungan, panitia menghadirkan tumpeng raksasa berbahan dasar ikan nila dengan berat mencapai 300 kilogram.
Tumpeng ikan nila tersebut menjadi ikon baru yang langsung menyita perhatian ribuan pengunjung. Kehadirannya sekaligus menjadi simbol potensi perikanan yang dimiliki kawasan Telaga Ngebel.
Usai prosesi larungan, ratusan warga langsung memadati lokasi untuk memperebutkan isi gunungan dan tumpeng. Mereka meyakini hasil bumi maupun ikan yang diperoleh dari prosesi tersebut dapat membawa keberkahan dan kemudahan rezeki.
Salah seorang pengunjung, Gito, mengaku beruntung karena berhasil mendapatkan ikan nila dari tumpeng raksasa tersebut.

“Ini tadi dapat ikan nila, pas rejeki jadi ndak sempat rebutan. Pas tadi ada yang lempar terus saya tangkap. Ini baru pertama kali dapat ikan, biasanya durian,” ujarnya sambil menunjukkan hasil yang diperolehnya.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan rasa syukur karena tradisi Larungan Telaga Ngebel kembali berlangsung sukses dengan antusiasme masyarakat dan wisatawan yang sangat tinggi.
“Alhamdulillah, larungan di Telaga Ngebel ini tradisi yang sangat luar biasa. Tiap tahunnya kami mengadakan larungan di Telaga Ngebel dan ini nguri-nguri budaya juga salah satu untuk destinasi wisata. Jadi memang di Ngebel ini sangat luar biasa dan alhamdulillah tadi antusias warga itu sangat luar biasa juga, wisatawan juga tadi banyak yang hadir, dari luar negeri juga banyak,” kata Lisdyarita.
Menurutnya, pelaksanaan larungan tahun ini terasa lebih istimewa karena hadirnya berbagai inovasi baru hasil kreativitas masyarakat Ponorogo, salah satunya tumpeng ikan nila raksasa yang belum pernah ditampilkan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Nah terus juga kali ini ada yang spesial ternyata tumpeng yang akan diporak itu tadi ada serba ikan terus juga ada durian. Jadi buat ke depannya jangan lupa seluruh masyarakat dan seluruh yang melihat ini datang ke Telaga Ngebel ya, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia,” tambahnya.
Lisdyarita menegaskan seluruh inovasi yang ditampilkan dalam Larungan Telaga Ngebel merupakan hasil kreativitas masyarakat yang ingin bersama-sama menyukseskan rangkaian Grebeg Suro sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan.
“Itu benar-benar kreativitas dari masyarakat yang ada di Ponorogo. Jadi semuanya hari ini pengin bareng-bareng sengkuyung untuk acara Grebeg Suro. Ini bentuk dari wujud syukur kami juga, makanya kita ada larungan itu salah satu bentuk rasa syukur,” pungkasnya.
Tradisi Larungan Telaga Ngebel kini tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Ponorogo, tetapi juga berkembang menjadi magnet wisata yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Kehadiran inovasi baru seperti tumpeng ikan nila raksasa diharapkan semakin memperkuat daya tarik Telaga Ngebel sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Bumi Reog. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





