Berita Terkini
Trending Tags

13 Ribu Pelajar Alami Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Siapkan Komite Khusus dan Skema Bantuan Kacamata

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan bahas penanganan gangguan mata pelajar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya angka gangguan penglihatan pada pelajar di Kabupaten Magetan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dari hasil skrining kesehatan yang dilakukan sepanjang 2025, tercatat sekitar 13.000 pelajar dari total 57.000 siswa yang diperiksa mengalami penurunan ketajaman penglihatan (visus) dan membutuhkan koreksi menggunakan kacamata.

Temuan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyiapkan pembentukan komite khusus yang bertugas mengoordinasikan upaya pencegahan, penanganan, hingga pendampingan bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan mata.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengatakan pembentukan komite masih dalam tahap perumusan. Nantinya, lembaga tersebut akan melibatkan berbagai unsur mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa agar penanganan gangguan penglihatan pada anak dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, program deteksi dini sebenarnya telah berjalan melalui sekolah-sekolah, terutama di jenjang SD dan SMP. Bahkan, sejumlah siswa dilibatkan sebagai kader kesehatan untuk membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap teman sebaya.

“Dari hasil pemeriksaan di sekolah, siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan kemudian dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ke depan diperlukan sistem koordinasi yang lebih kuat agar penanganannya tidak berhenti di tahap skrining saja,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Data tingginya angka gangguan mata tersebut menjadi sinyal meningkatnya risiko kesehatan penglihatan pada anak usia sekolah. Kondisi ini diduga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebiasaan membaca dengan pencahayaan yang kurang baik hingga meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dalam aktivitas belajar maupun hiburan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah tidak hanya sebatas menemukan kasus. Banyak siswa yang telah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan belum mendapatkan penanganan optimal karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Suyatni mengungkapkan, biaya pemeriksaan lanjutan, transportasi menuju fasilitas kesehatan, hingga pembelian kacamata masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Di sisi lain, bantuan pengadaan kacamata melalui BPJS Kesehatan memiliki batasan tertentu, sementara kondisi mata anak-anak dapat berubah dalam waktu relatif cepat sehingga memerlukan evaluasi berkala.

“Kami sedang merumuskan solusi agar anak-anak yang membutuhkan kacamata atau pemeriksaan lanjutan tidak terkendala biaya. Jangan sampai mereka sudah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan tetapi tidak memperoleh penanganan karena faktor ekonomi,” katanya.

Sebagai bagian dari solusi, Pemkab Magetan berencana memanfaatkan fasilitas mobil siaga desa untuk membantu proses rujukan pasien dari wilayah pedesaan menuju fasilitas kesehatan. Selain itu, peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga akan diperkuat agar mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dan pemantauan kesehatan mata pelajar.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat gangguan penglihatan yang tidak segera ditangani dapat berdampak pada prestasi belajar, konsentrasi di kelas, hingga perkembangan sosial anak. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia apabila tidak mendapatkan perhatian yang memadai.

Pemkab Magetan menargetkan sistem pengendalian dan pencegahan gangguan mata dapat segera disusun dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa, hingga keluarga siswa.

“Idealnya perkembangan mata anak dipantau secara berkala karena ukuran kacamata bisa berubah setiap enam bulan. Harapan kami, sistem yang sedang disusun ini mampu menjadi solusi yang inklusif sehingga seluruh anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot-DPRD Kota Madiun Ketok Palu Dua Raperda, Maidi: Jadi Payung Hukum Yang Jelas

    Pemkot-DPRD Kota Madiun Ketok Palu Dua Raperda, Maidi: Jadi Payung Hukum Yang Jelas

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan yang diawali dengan Pemandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Madiun, Senin malam (24/11/2025). Dalam rapat tersebut, DPRD Kota Madiun secara resmi menyetujui dua Raperda, yakni Raperda tentang Perusahaan Perseroan […]

    Bagikan
  • 11.369 Rumah Tak Layak Huni di Madiun Belum Tuntas, Pemkab Tambah 100 Unit Lewat P-APBD 2026

    11.369 Rumah Tak Layak Huni di Madiun Belum Tuntas, Pemkab Tambah 100 Unit Lewat P-APBD 2026

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menambah target penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengusulkan bantuan untuk 100 unit rumah. Langkah tersebut dilakukan di tengah masih besarnya jumlah RTLH di Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang […]

    Bagikan
  • Warga Tiron Digemparkan Temuan Bayi Dalam Kresek di Tengah Sungai

    Warga Tiron Digemparkan Temuan Bayi Dalam Kresek di Tengah Sungai

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Madiun | Penemuan bayi mengambang di tengah aliran sungai sono menggemparkan warga Desa Tiron Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Jawa Timur Kamis Siang ( 09/01/2025). Miris bayi yang diduga baru saja dibuang itu terbungkus kresek merah dan sudah tak bernyawa. Jasad bayi tak berdosa itu ditemukan awalnya oleh seorang warga yang tengah bersepeda, […]

    Bagikan
  • Permohonan Ganti Kelamin di Kabupaten Madiun Ditolak Pengadilan

    Permohonan Ganti Kelamin di Kabupaten Madiun Ditolak Pengadilan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun untuk pertama kalinya menolak permohonan perubahan jenis kelamin yang diajukan seorang warga berinisial A. Permohonan yang diajukan sejak Agustus 2025 itu diputuskan ditolak majelis hakim pada Selasa (23/09/2025). Juru Bicara PN Kabupaten Madiun, Agung Nugroho, membenarkan adanya perkara tersebut. Ia menyebut, pemohon mengajukan perubahan status […]

    Bagikan
  • Ini Arahan Wagub Jatim, Emil Dardak saat Rapat Paripurna Sertijab Wali Kota Madiun

    Ini Arahan Wagub Jatim, Emil Dardak saat Rapat Paripurna Sertijab Wali Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun periode 2025-2030 turut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Dalam sambutannya, Emil menyampaikan arahan prioritas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Seperti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Emil menekankan agar Pemkot dan DPRD Kota […]

    Bagikan
  • Lautan Manusia Padati Alun-Alun Caruban, Gus Iqdam Ingatkan Pentingnya Adab dan Syukur di HUT Madiun

    Lautan Manusia Padati Alun-Alun Caruban, Gus Iqdam Ingatkan Pentingnya Adab dan Syukur di HUT Madiun

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun, pada Jumat (10/7/2026) malam. Lautan manusia ini antusias menghadiri kegiatan ‘Madiun Bersholawat’ bersama pendakwah muda kharismatik asal Blitar, Gus Muhammad Iqdam atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Gema salawat dan pengajian akbar ini digelar secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka memperingati […]

    Bagikan
expand_less