Berita Terkini
Trending Tags

13 Ribu Pelajar Alami Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Siapkan Komite Khusus dan Skema Bantuan Kacamata

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 129
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan bahas penanganan gangguan mata pelajar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya angka gangguan penglihatan pada pelajar di Kabupaten Magetan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dari hasil skrining kesehatan yang dilakukan sepanjang 2025, tercatat sekitar 13.000 pelajar dari total 57.000 siswa yang diperiksa mengalami penurunan ketajaman penglihatan (visus) dan membutuhkan koreksi menggunakan kacamata.

Temuan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyiapkan pembentukan komite khusus yang bertugas mengoordinasikan upaya pencegahan, penanganan, hingga pendampingan bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan mata.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengatakan pembentukan komite masih dalam tahap perumusan. Nantinya, lembaga tersebut akan melibatkan berbagai unsur mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa agar penanganan gangguan penglihatan pada anak dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, program deteksi dini sebenarnya telah berjalan melalui sekolah-sekolah, terutama di jenjang SD dan SMP. Bahkan, sejumlah siswa dilibatkan sebagai kader kesehatan untuk membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap teman sebaya.

“Dari hasil pemeriksaan di sekolah, siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan kemudian dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ke depan diperlukan sistem koordinasi yang lebih kuat agar penanganannya tidak berhenti di tahap skrining saja,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Data tingginya angka gangguan mata tersebut menjadi sinyal meningkatnya risiko kesehatan penglihatan pada anak usia sekolah. Kondisi ini diduga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebiasaan membaca dengan pencahayaan yang kurang baik hingga meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dalam aktivitas belajar maupun hiburan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah tidak hanya sebatas menemukan kasus. Banyak siswa yang telah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan belum mendapatkan penanganan optimal karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Suyatni mengungkapkan, biaya pemeriksaan lanjutan, transportasi menuju fasilitas kesehatan, hingga pembelian kacamata masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Di sisi lain, bantuan pengadaan kacamata melalui BPJS Kesehatan memiliki batasan tertentu, sementara kondisi mata anak-anak dapat berubah dalam waktu relatif cepat sehingga memerlukan evaluasi berkala.

“Kami sedang merumuskan solusi agar anak-anak yang membutuhkan kacamata atau pemeriksaan lanjutan tidak terkendala biaya. Jangan sampai mereka sudah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan tetapi tidak memperoleh penanganan karena faktor ekonomi,” katanya.

Sebagai bagian dari solusi, Pemkab Magetan berencana memanfaatkan fasilitas mobil siaga desa untuk membantu proses rujukan pasien dari wilayah pedesaan menuju fasilitas kesehatan. Selain itu, peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga akan diperkuat agar mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dan pemantauan kesehatan mata pelajar.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat gangguan penglihatan yang tidak segera ditangani dapat berdampak pada prestasi belajar, konsentrasi di kelas, hingga perkembangan sosial anak. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia apabila tidak mendapatkan perhatian yang memadai.

Pemkab Magetan menargetkan sistem pengendalian dan pencegahan gangguan mata dapat segera disusun dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa, hingga keluarga siswa.

“Idealnya perkembangan mata anak dipantau secara berkala karena ukuran kacamata bisa berubah setiap enam bulan. Harapan kami, sistem yang sedang disusun ini mampu menjadi solusi yang inklusif sehingga seluruh anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lonjakan Pemohon SKCK di Madiun, Didominasi Calon PPPK Paruh Waktu

    Lonjakan Pemohon SKCK di Madiun, Didominasi Calon PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Madiun dan sejumlah Polsek meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini terjadi karena SKCK menjadi syarat wajib dalam pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Kasat Intelkam Polres Madiun, AKP Nurkholis, mengatakan hingga […]

    Bagikan
  • Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    Bapenda Kota Madiun Kejar Realisasi PBB, Kurang Rp. 580 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski sudah lewat jatuh tempo pembayaran per 31 September, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus mengejar realisasi Pajak Bumi Bangunan (PBB). Realisasi PBB di Kota Madiun hingga 16 Oktober 2025 menyentuh 97,5 persen dari target tahun ini. Bapenda Kota Madiun menargetkan realisasi PBB bisa tuntas 100 persen bulan depan. […]

    Bagikan
  • Minibus Hantam Truk Fuso di Tol Ngawi, Tiga Orang Meninggal Dunia

    Minibus Hantam Truk Fuso di Tol Ngawi, Tiga Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Ngawi–Solo KM 548, tepatnya di wilayah Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pada Kamis malam (17/4/2025) sekitar pukul 20.40 WIB. Sebuah minibus jenis Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1563 JUY menghantam bagian belakang truk Mitsubishi Fuso yang tengah melaju di jalur lambat. Kecelakaan […]

    Bagikan
  • Breaking News ! KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    Breaking News ! KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Bekasi — Kecelakaan serius melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Dari informasi yang dihimpun, insiden bermula saat KRL tujuan Bekasi terpaksa berhenti akibat adanya kendaraan mogok di perlintasan rel dekat stasiun. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Tegaskan Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Soroti Regulasi Masih Lemah

    Kajari Magetan Tegaskan Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Soroti Regulasi Masih Lemah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, Yuana Nurshiyam, menegaskan komitmen penegakan hukum secara tegas terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Magetan. Hal itu disampaikan Kajari dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Lintas Sektoral Mitigasi Aktivitas Tambang, yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Forkopimda di Pendapa Surya Graha, Selasa (07/10/2025) kemarin. Dalam […]

    Bagikan
  • Madiun Carnival 2025, Satlantas Polres Madiun Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    Madiun Carnival 2025, Satlantas Polres Madiun Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gelaran Madiun Carnival 2025 yang akan berlangsung pada Senin (25/8/2025). Satlantas Polres Madiun Kota menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus keamanan peserta dan masyarakat. Kasatlantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, menjelaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas […]

    Bagikan
expand_less