Berita Terkini
Trending Tags

Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ratusan peternak terancam rugi hingga gulung tikar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar.

Fenomena penumpukan telur terjadi di sejumlah sentra peternakan ayam petelur di Magetan. Salah satunya terlihat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Gudang-gudang penyimpanan milik peternak dipenuhi telur yang belum terserap pasar akibat menurunnya permintaan.

Para peternak mengaku kesulitan menjual hasil produksi mereka. Dalam kondisi normal, telur dapat langsung tersalurkan ke pedagang maupun distributor. Namun saat ini, sebagian besar telur harus disimpan berhari-hari karena minim pembeli.

Akibatnya, stok telur yang menumpuk di gudang rata-rata mencapai 1 hingga 2 ton per peternak. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat telur membusuk, peternak terpaksa menjual dengan harga jauh di bawah harga normal.

Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp23.000 per kilogram kini terpaksa diobral antara Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.

Agung Pambudi, salah satu peternak ayam petelur di Magetan, mengaku kondisi usaha peternakan saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Keadaan peternak saat ini hancur. Telur menumpuk dan tidak bisa keluar, sementara harga pakan terus naik,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yudi Santoso. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat dan tersendatnya distribusi membuat peternak semakin terjepit.

Image Not Found
Stok telur menumpuk di gudang peternak Magetan. Foto : Kus-Sinergia

“Kondisi peternak di Magetan sangat memprihatinkan. Harga pakan terus naik, telur tidak bisa keluar dan tidak laku dijual sampai harus diobral,” katanya.

Selain menghadapi lemahnya pasar, peternak juga dibebani kenaikan harga pakan yang menjadi komponen terbesar biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, harga pakan ayam petelur naik dari sekitar Rp408 ribu menjadi Rp465 ribu per sak berisi 50 kilogram.

Kenaikan biaya produksi tersebut membuat margin keuntungan peternak semakin menipis. Bahkan sebagian peternak mengaku mulai mengalami kerugian karena harga jual telur tidak mampu menutup biaya operasional harian.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PTRI) Magetan, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir merata di seluruh wilayah Magetan yang menjadi sentra peternakan ayam petelur.

Menurutnya, terdapat sekitar 600 peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan dengan populasi ayam mencapai 1,6 juta ekor. Sebagian besar kini menghadapi persoalan yang sama, yakni sulit menjual telur dan tingginya harga pakan.

“Para peternak di Magetan terancam bangkrut. Harga pakan terus naik sementara telur tidak bisa keluar. Ada sekitar 600 peternak yang terdampak kondisi ini,” ungkap Teguh.

Dampak lesunya pasar tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga para pedagang telur di pasar tradisional. Sejumlah pedagang di Pasar Sayur Magetan mengaku penjualan telur mengalami penurunan cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Jika biasanya stok telur sekitar 15 kilogram dapat habis terjual dalam satu hari, kini membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menghabiskan jumlah yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya daya serap pasar dari tingkat konsumen.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan sektor peternakan rakyat. Mereka meminta adanya upaya penyerapan hasil produksi telur serta kebijakan yang dapat menekan harga pakan ternak agar usaha peternakan tetap bertahan.

Tanpa intervensi yang cepat, para peternak khawatir krisis yang berlangsung saat ini akan memicu gelombang kebangkrutan dan mengancam keberlangsungan salah satu sektor ekonomi rakyat yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Gabungan di Terminal Caruban Madiun

    Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Gabungan di Terminal Caruban Madiun

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Petugas gabungan dari Satlantas Polres Madiun, Dinas Perhubungan, dan Badan Pendapatan Daerah menggelar operasi gabungan kendaraan di Terminal Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (13/11/2025). Dalam operasi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, sebanyak 72 kendaraan terjaring razia. Operasi ini menyasar berbagai jenis kendaraan, mulai dari roda dua hingga roda empat. Pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria asal Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, M. Mulyanto (51), kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah kedapatan memberikan laporan palsu ke polisi. Yang bersangkutan sebelumnya mengaku menjadi korban perampokan saat membawa uang selamatan sebesar Rp. 12,4 juta. Namun, belakangan terungkap, uang tersebut justru ia habiskan untuk […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Catat Angka Kriminalitas Tahun 2024 Turun

    Polres Madiun Kota Catat Angka Kriminalitas Tahun 2024 Turun

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Angka kriminalitas sepanjang 2024 di wilayah hukum Polres Madiun Kota tercatat menurun dibandingkan tahun 2023. Dalam rilis akhir tahun 2024, Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Dwi Suryanto didamping Wakapolres serta Kasat Reskrim membeberkan selama 2024 tercatat sebanyak 183 perkara dengan 163 di antaranya sudah terselesaikan. Sementara, 20 perkara lainnya masih dalam proses. […]

    Bagikan
  • Tamu Berdatangan, Disperkim Kota Madiun Siap Potong Pohon depan Rumdin Wabup Madiun

    Tamu Berdatangan, Disperkim Kota Madiun Siap Potong Pohon depan Rumdin Wabup Madiun

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perumahan dan Permukiman ( Disperkim ) Kota Madiun cepat bergerak melihat kondisi dua pohon di depan rumah dinas Wakil Bupati (Wabup) Madiun di Jalan lombok Kota Madiun. 2 Pohon ini nyaris membuat kesulitan dipakai parkir mobil. Kepala Dinas Perkim Kota Madiun Jemakir bakal melakukan eksekusi penebangan dua pohon di […]

    Bagikan
  • Siswa Mulai Pulih, Dugaan Keracunan MBG di Ngawi Sisakan Trauma Orang Tua

    Siswa Mulai Pulih, Dugaan Keracunan MBG di Ngawi Sisakan Trauma Orang Tua

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, masih menyisakan kekhawatiran mendalam. Hingga Rabu malam (1/10/2025), sebagian siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Ngrambe sudah diperbolehkan pulang. Dari 18 pasien, kini hanya beberapa yang masih menjalani perawatan karena kondisi lemas. Meski kondisi mulai membaik, […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Percepat Standarisasi SLHS untuk Seluruh SPPG

    Pemkot Madiun Percepat Standarisasi SLHS untuk Seluruh SPPG

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mendorong percepatan standarisasi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah diresmikan. Dari tujuh SPPG yang telah berdiri, empat di antaranya kini dalam proses pengurusan SLHS melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa proses […]

    Bagikan
expand_less