Berita Terkini
Trending Tags

Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 263
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ratusan peternak terancam rugi hingga gulung tikar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar.

Fenomena penumpukan telur terjadi di sejumlah sentra peternakan ayam petelur di Magetan. Salah satunya terlihat di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan. Gudang-gudang penyimpanan milik peternak dipenuhi telur yang belum terserap pasar akibat menurunnya permintaan.

Para peternak mengaku kesulitan menjual hasil produksi mereka. Dalam kondisi normal, telur dapat langsung tersalurkan ke pedagang maupun distributor. Namun saat ini, sebagian besar telur harus disimpan berhari-hari karena minim pembeli.

Akibatnya, stok telur yang menumpuk di gudang rata-rata mencapai 1 hingga 2 ton per peternak. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat telur membusuk, peternak terpaksa menjual dengan harga jauh di bawah harga normal.

Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp23.000 per kilogram kini terpaksa diobral antara Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.

Agung Pambudi, salah satu peternak ayam petelur di Magetan, mengaku kondisi usaha peternakan saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan.

“Keadaan peternak saat ini hancur. Telur menumpuk dan tidak bisa keluar, sementara harga pakan terus naik,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Yudi Santoso. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat dan tersendatnya distribusi membuat peternak semakin terjepit.

Image Not Found
Stok telur menumpuk di gudang peternak Magetan. Foto : Kus-Sinergia

“Kondisi peternak di Magetan sangat memprihatinkan. Harga pakan terus naik, telur tidak bisa keluar dan tidak laku dijual sampai harus diobral,” katanya.

Selain menghadapi lemahnya pasar, peternak juga dibebani kenaikan harga pakan yang menjadi komponen terbesar biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, harga pakan ayam petelur naik dari sekitar Rp408 ribu menjadi Rp465 ribu per sak berisi 50 kilogram.

Kenaikan biaya produksi tersebut membuat margin keuntungan peternak semakin menipis. Bahkan sebagian peternak mengaku mulai mengalami kerugian karena harga jual telur tidak mampu menutup biaya operasional harian.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PTRI) Magetan, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir merata di seluruh wilayah Magetan yang menjadi sentra peternakan ayam petelur.

Menurutnya, terdapat sekitar 600 peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan dengan populasi ayam mencapai 1,6 juta ekor. Sebagian besar kini menghadapi persoalan yang sama, yakni sulit menjual telur dan tingginya harga pakan.

“Para peternak di Magetan terancam bangkrut. Harga pakan terus naik sementara telur tidak bisa keluar. Ada sekitar 600 peternak yang terdampak kondisi ini,” ungkap Teguh.

Dampak lesunya pasar tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga para pedagang telur di pasar tradisional. Sejumlah pedagang di Pasar Sayur Magetan mengaku penjualan telur mengalami penurunan cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Jika biasanya stok telur sekitar 15 kilogram dapat habis terjual dalam satu hari, kini membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menghabiskan jumlah yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya daya serap pasar dari tingkat konsumen.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan sektor peternakan rakyat. Mereka meminta adanya upaya penyerapan hasil produksi telur serta kebijakan yang dapat menekan harga pakan ternak agar usaha peternakan tetap bertahan.

Tanpa intervensi yang cepat, para peternak khawatir krisis yang berlangsung saat ini akan memicu gelombang kebangkrutan dan mengancam keberlangsungan salah satu sektor ekonomi rakyat yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko Digugat Mantan Kepala DLH, Tuntut Ganti Rugi Rp. 1 Miliar

    Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko Digugat Mantan Kepala DLH, Tuntut Ganti Rugi Rp. 1 Miliar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko digugat seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Gugatan tersebut diajukan Gulang Winarno, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menilai keputusan Bupati menjatuhkan sanksi pembebasan jabatan selama 12 bulan tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan cacat prosedur. Sidang kedua perkara […]

    Bagikan
  • Fery Sudarsono Raup Dukungan 13 PAC, PDIP Madiun Buka Peluang Untuk Kaum Muda dan Gen Z

    Fery Sudarsono Raup Dukungan 13 PAC, PDIP Madiun Buka Peluang Untuk Kaum Muda dan Gen Z

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Madiun periode 2025–2030 mulai mengerucut. Dari hasil penjaringan di 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC), nama Fery Sudarsono mengantongi dukungan terbanyak dengan 13 usulan. Di posisi kedua, muncul nama Budi Wahono yang memperoleh dukungan tujuh PAC. Keduanya dikenal […]

    Bagikan
  • Ludes! Kebakaran Rumah di Pinggirsari, Pemadam Butuh Satu Jam untuk Jinakkan Api

    Ludes! Kebakaran Rumah di Pinggirsari, Pemadam Butuh Satu Jam untuk Jinakkan Api

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda rumah milik emi sumiati (40) di Jalan Ki Ageng Serang, RT 001 RW 001, Dukuh Tepeng, Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan Ponorogo, Minggu (23/2/2025). Api pertama kali diketahui sekitar pukul 05.03 WIB dan berhasil dipadamkan dalam waktu lebih dari satu jam. Pemadam Kebakaran Kabupaten Ponorogo menerima laporan insiden ini segera bergerak […]

    Bagikan
  • KPAD Turun Tangan, Jumlah PSK Terdeteksi HIV dan Sifilis Bertambah

    KPAD Turun Tangan, Jumlah PSK Terdeteksi HIV dan Sifilis Bertambah

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah Penderita HIV dan sifilis dari 12 pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring operasi penyakit masyarakat bertambah. Total ada empat PSK yang terjaring Satpol PP Kabupaten Madiun terdeteksi mengidap HIV/AIDS serta dua orang di antaranya juga positif sifilis. Temuan tersebut diungkap Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun usai menindaklanjuti […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Razia Cipta Kondisi, 9 Motor Diamankan

    Polres Ponorogo Razia Cipta Kondisi, 9 Motor Diamankan

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Polres Ponorogo melaksanakan razia cipta kondisi yang digelar pada Senin malam (27/1/2025). Kegiatan ini menyasar aksi balap liar, penggunaan knalpot brong, peredaran minuman keras (miras), serta aksi premanisme di wilayah Kabupaten Ponorogo.   Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, berlangsung di beberapa titik strategis. Salah satu […]

    Bagikan
  • 1 KK Warga Kabupaten Madiun Ikuti Program Transmigrasi ke Kabupaten Sidrap

    1 KK Warga Kabupaten Madiun Ikuti Program Transmigrasi ke Kabupaten Sidrap

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun memfasilitasi warga Kabupaten Madiun mengikuti program transmigrasi dari Kementerian Transmigrasi RI. Seperti dalam pemberangkatan keluarga Anton Wibowo (35) warga Desa Tanjungrejo Kecamatan Kebonsari di Ruang Graha Praja Mukti Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun pada Senin (15/12/2025). Yang bersangkutan menjadi transmigran dengan tujuan UPT. […]

    Bagikan
expand_less