Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Madiun Soroti SiLPA Rp210,9 Miliar, Fraksi Pertanyakan Perencanaan hingga Lambatnya Serapan Anggaran

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp210,9 miliar menjadi sorotan utama dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

Hampir seluruh fraksi di DPRD mempertanyakan besarnya anggaran yang tidak terserap tersebut. Mereka meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan apakah tingginya SiLPA dipicu lemahnya perencanaan, rendahnya serapan belanja, atau dampak kebijakan efisiensi anggaran.

Selain menyoroti SiLPA, fraksi-fraksi juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Madiun kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya dari BPK. Namun, capaian tersebut dinilai harus diikuti dengan efektivitas penggunaan anggaran yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Fraksi Golkar Nurani Rakyat secara khusus mempertanyakan rendahnya realisasi belanja modal yang hanya mencapai 85,27 persen. Melalui juru bicara Didik Rudiyanto, fraksi meminta penjelasan mengenai pos-pos belanja yang gagal terserap secara signifikan serta mempertanyakan apakah kondisi tersebut terjadi akibat lemahnya perencanaan atau kurang optimalnya kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Sorotan senada disampaikan Fraksi Partai Demokrat. Fraksi meminta pemerintah menguraikan secara rinci komponen pembentuk SiLPA sebesar Rp210,9 miliar agar publik mengetahui penyebab besarnya sisa anggaran tersebut.

Fraksi PKS bahkan menyampaikan kritik paling tajam. Menurut fraksi tersebut, rendahnya realisasi belanja modal menunjukkan pembangunan belum berjalan maksimal. Belanja modal disebut sebagai “urat nadi” pembangunan infrastruktur, sedangkan SiLPA yang besar dinilai sebagai hak masyarakat yang belum tersalurkan akibat buruknya perencanaan dan lambatnya birokrasi dalam mengeksekusi program.

Sementara itu, Fraksi Gerindra meminta pemerintah memperkuat sistem monitoring dan pengendalian anggaran secara berkala agar keterlambatan penyerapan tidak kembali terjadi. Fraksi juga mendorong percepatan pelaksanaan program prioritas, mulai dari pembangunan jalan, irigasi, penguatan UMKM, ketahanan pangan hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sehingga SiLPA dapat ditekan.

Di sisi lain, Fraksi NasDem mengapresiasi realisasi pendapatan daerah yang mencapai 102,87 persen dari target serta raihan opini WTP ke-13. Meski demikian, fraksi meminta adanya integrasi program antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

NasDem juga mendorong alokasi anggaran khusus untuk peningkatan rata-rata lama sekolah, mutu guru, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan hingga tingkat desa.

Fraksi PDI Perjuangan juga mengapresiasi opini WTP yang kembali diraih pemerintah daerah. Namun melalui juru bicara Angger Rotacaesa, fraksi menyoroti masih rendahnya penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa yang dinilai belum sebanding dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi motivasi kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, fraksi menyatakan menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 untuk dibahas pada tahapan berikutnya.

Adapun Fraksi PKB mengapresiasi keberhasilan Pemkab Madiun mempertahankan opini WTP sekaligus meraih penghargaan Peringkat I Nasional kategori Creative Financing. PKB mengusulkan agar PDAM mengembangkan laboratorium pengujian kualitas air yang terstandar dan terakreditasi sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengatakan seluruh fraksi pada dasarnya meminta penjelasan kepada pihak eksekutif terkait tingginya SiLPA dan belum optimalnya kinerja anggaran pada tahun 2025.

“Semua fraksi meminta penjelasan kepada eksekutif, apakah SiLPA yang besar ini disebabkan perencanaan yang kurang matang atau memang karena efisiensi anggaran,” ujarnya.

Menurut Fery, ruang fiskal pemerintah daerah kini semakin sempit sehingga pengelolaan anggaran harus dilakukan lebih cermat agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada tahun anggaran berikutnya.

Ia juga menyoroti masih banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, termasuk di kawasan pusat kota. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan masih besarnya anggaran yang tersisa di akhir tahun.

“Jalan berlubang masih banyak, bahkan di sekitar Masjid Jami’ ke arah utara. Padahal pemerintah sudah memiliki aplikasi pengaduan dengan target penanganan 24 jam, tetapi realisasinya di lapangan belum sesuai harapan,” kata Fery.

Pandangan umum fraksi-fraksi tersebut selanjutnya akan dijawab oleh Bupati Madiun sebelum pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dilanjutkan pada tahapan berikutnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Nyawa Melayang di Lubang Bekas Galian C, DPRD Madiun Kawal Gugatan Keluarga Korban

    Dua Nyawa Melayang di Lubang Bekas Galian C, DPRD Madiun Kawal Gugatan Keluarga Korban

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dua Tragedi maut yang memakan korban di bekas tambang galian C di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun menuai sorotan.  Pasalnya, lokasi yang sama sebelumnya juga menelan korban jiwa pada April 2025, saat seorang siswa sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat terpeleset di area tersebut. Wakil Ketua DPRD Kabupaten […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Menjalani Thawaf Ifadah di Masjidil Haram

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Menjalani Thawaf Ifadah di Masjidil Haram

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah – Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata bersiap untuk menjalani Thawaf Ifadah di Masjidil Haram pada Kamis (12/06/2025). Namun sebelum itu, para jemaah sarapan pagi di lantai P11 Pullman Hotel. Aneka menu mulai dari roti, keju, beef dan chicken mortadella, sup kacang, sosis dan sayuran. Tidak hanya itu, aneka minuman hangat dan dingin […]

    Bagikan
  • Langgar Aturan, Lapas I Madiun Layar 6 Warga Binaan ke Nusakambangan

    Langgar Aturan, Lapas I Madiun Layar 6 Warga Binaan ke Nusakambangan

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Enam warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun harus menerima konsekuensi atas perbuatannya. Mereka harus dilayar ke Lapas Nusakambangan, Cilacap pada Minggu (9/2/2025), sebagai bentuk sanksi atas tindakan indisipliner selama menjalani masa pembinaan di Lapas I Madiun. Kepala Lapas I Madiun, Andi Wijaya Rivai menjelaskan pemindahan itu merupakan bagian dari […]

    Bagikan
  • Makin Dekat Lebaran, Disnakerin Kabupaten Madiun Pantau Pencairan THR

    Makin Dekat Lebaran, Disnakerin Kabupaten Madiun Pantau Pencairan THR

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M semakin dekat. Namun, hingga Selasa (25/03/2025), jumlah perusahaan yang telah melaporkan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun masih belum mencapai separuh dari total perusahaan skala besar hingga menengah di daerah tersebut. Kepala Disnakerin Kabupaten […]

    Bagikan
  • Proyek Gedung Fraksi DPRD Madiun Capai 40 Persen, Sempat Deviasi 0,5 Persen

    Proyek Gedung Fraksi DPRD Madiun Capai 40 Persen, Sempat Deviasi 0,5 Persen

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Proyek pembangunan gedung fraksi DPRD Kabupaten Madiun mencapai sekitar 40 persen dan masih berada pada jalur target. Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Madiun, Rika Mekar Gumilang, mengatakan progres tersebut hanya mengalami deviasi tipis sebesar 0,5 persen akibat sempat terhenti selama sepekan. Penghentian sementara itu dipicu isu aksi dan kerusuhan yang […]

    Bagikan
  • Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai mengaktifkan sejumlah langkah mitigasi. Antisipasi difokuskan pada potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan. “Kami akan mulai menurunkan tim ke lapangan minggu depan. Fokusnya pada pemantauan desa-desa yang berisiko […]

    Bagikan
expand_less