Jelang Hari Jadi ke-458, Bupati-Wabup Madiun Ziarah ke Makam Pendahulu Bareng Forkopimda
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar ziarah ke makam para mantan Bupati Madiun, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati, serta diikuti jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, hingga camat se-Kabupaten Madiun.
Bagi Hari Wuryanto, ziarah makam bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa Kabupaten Madiun dibangun melalui perjuangan para pemimpin dan sesepuh terdahulu yang telah meletakkan fondasi pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bentuk penghormatan kita karena kita diberi amanah memimpin Kabupaten Madiun. Dulu mereka yang mengawali, sehingga kita harus tetap menghormati beliau-beliau. Kabupaten Madiun itu tidak muncul begitu saja, tetapi ada para sesepuh yang merintisnya. Supaya kita tidak menjadi sombong dan selalu ingat bahwa semua ada yang mengawali,” ujar Hari Wur usai ziarah.

Rombongan mengunjungi empat lokasi makam para tokoh dan mantan Bupati Madiun, yakni Makam Kuncen Kota Madiun, Makam Kuncen Caruban, Makam Taman Kota Madiun, serta Makam Giri Purno di Kabupaten Magetan. Di setiap lokasi, rombongan melaksanakan tahlil, doa bersama, dan tabur bunga.
Hari Wuryanto mengatakan, semangat yang diwariskan para pemimpin terdahulu adalah pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin sejatinya merupakan pelayan masyarakat, bukan sebaliknya.
“Sebagai punggawa masyarakat, tugas kita adalah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pimpinan itu bukan untuk dilayani, tetapi justru harus melayani masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai setiap pemimpin terdahulu memiliki keteladanan yang patut diteruskan. Meski tantangan zaman terus berubah, nilai-nilai kepemimpinan yang baik tetap harus menjadi pegangan.
“Setiap pemimpin pasti memiliki keteladanan. Hal-hal yang baik akan tetap kita lanjutkan, tentu disesuaikan dengan kondisi saat ini. Dulu belum ada digitalisasi, sekarang situasinya berbeda. Yang harus tetap dijaga adalah semangat dan keteladanan mereka,” ungkapnya.

Di tengah momentum refleksi tersebut, Hari mengakui masih memiliki pekerjaan rumah besar, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun.
Ia menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Madiun saat ini masih berada di kisaran 10,04 persen.
Karena itu, ia berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar target penurunan kemiskinan dapat tercapai.
“Yang paling utama, kesejahteraan masyarakat belum bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Saya mohon doa dan dukungan agar amanah ini bisa saya jalankan dengan baik. Angka kemiskinan kita masih 10,04 persen. Mudah-mudahan dengan kebersamaan semua pihak kesejahteraan masyarakat meningkat dan angka kemiskinan bisa terus turun,” tuturnya.
Ziarah makam para mantan Bupati Madiun menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum refleksi bagi jajaran pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan dan pelayanan publik sesuai dengan tantangan zaman. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





