Berita Terkini
Trending Tags

Harga Telur dan Sayur Anjlok, ASN Diminta Beli Hasil Petani

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 136
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab ajak ASN beli hasil petani dan peternak lokal. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama libur sekolah berdampak pada anjloknya harga telur ayam dan sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Ponorogo. Melimpahnya hasil produksi yang tidak terserap membuat peternak dan petani mengalami kerugian.

Dalam beberapa hari terakhir, harga telur ayam di tingkat pengecer turun menjadi sekitar Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Bahkan, saat membuka lapak di kawasan Alun-Alun Ponorogo pada Minggu pagi, peternak menjual telur hanya Rp20.000 per kilogram agar stok yang terus menumpuk dapat segera terjual.

Salah seorang peternak ayam petelur, Ahmad Syarbi’i, mengatakan harga telur saat ini sudah jauh di bawah harga pokok produksi (HPP). Menurutnya, tanpa adanya penyerapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), stok telur di kandang terus bertambah setiap hari sehingga harga semakin terpuruk.

“Kalau tidak ingin rugi, minimal harga telur berada di kisaran Rp24.500 per kilogram. Sekarang kami sudah menjual eceran Rp20.000 per kilogram, tetapi stok masih menumpuk,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami petani sayuran. Permintaan pasar yang menurun membuat hasil panen tidak terserap, sementara pasokan terus melimpah. Akibatnya, petani memilih menjual langsung kepada masyarakat dengan harga di bawah pasar.

Harga wortel yang biasanya dijual Rp16.000 hingga Rp20.000 per kilogram kini hanya Rp10.000 per kilogram. Kubis turun menjadi Rp8.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp12.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada sawi dan kentang yang dijual lebih murah sekitar Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram dibanding harga pasar.

Petani, Subarno, mengaku terpaksa membuka lapak di pinggir jalan karena hasil panen tidak lagi terserap ke SPPG selama masa libur sekolah.

“Pembelinya berkurang karena dapur MBG tutup. Akhirnya kami jual langsung di pinggir jalan dengan harga lebih murah supaya tetap laku,” katanya.

Untuk mengurangi dampak kerugian yang dialami petani dan peternak, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) serta pelaku usaha kuliner agar membeli langsung telur, sayuran, dan komoditas pangan lainnya dari petani dan peternak lokal.

Menurut Lisdyarita, selama ini para petani dan peternak telah mempersiapkan pasokan untuk program MBG. Namun, libur sekolah menyebabkan distribusi terhenti sehingga stok berbagai komoditas menumpuk.

“Kami mengajak ASN bersama-sama menyerap telur dan sayuran dari petani lokal agar hasil produksi mereka tetap terserap sambil menunggu program MBG kembali berjalan,” ujarnya.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan dan akan berlangsung hingga kondisi harga kembali stabil atau penyerapan hasil pertanian dan peternakan kembali normal. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena fear of missing out (FOMO) rupanya merambah dunia pendakian. Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan libur panjang sekolah, jalur pendakian Gunung Lawu via Magetan dipadati pendaki tektok atau naik turun dalam sehari tanpa menginap. Lonjakan pendaki ini tak lepas dari tren media sosial yang memicu banyak remaja untuk “ikut-ikutan” […]

    Bagikan
  • Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah pusat mulai menerapkan penataan tenaga non-ASN di lingkungan sekolah negeri. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur guru honorer di sekolah negeri hanya diperbolehkan mengajar hingga 31 Desember 2026. Mulai 1 Januari 2027, sekolah negeri dilarang menganggarkan maupun menggunakan tenaga […]

    Bagikan
  • Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Dana LKK, Kejari Periksa 20 Saksi

    Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Dana LKK, Kejari Periksa 20 Saksi

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penanganan dugaan penyelewengan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) di Kota Madiun sementara ini tertahan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menunggu hasil audit kerugian negara yang telah diajukan ke Inspektorat untuk melanjutkan proses penyelidikan. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Madiun, Arfan Halim, mengungkapkan penyelidikan saat ini fokus pada […]

    Bagikan
  • Warga Segel TPS Kelurahan Parang, Tuntut Relokasi karena Bau, Asap dan Lalat

    Warga Segel TPS Kelurahan Parang, Tuntut Relokasi karena Bau, Asap dan Lalat

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan warga melakukan aksi penyegelan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026) pagi. Aksi dilakukan dengan mengelas pintu gerbang TPS sebagai bentuk protes terhadap keberadaan fasilitas pengelolaan sampah yang dinilai menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan. Warga yang berasal dari Lingkungan Wadung, Kelurahan Parang, serta […]

    Bagikan
  • Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah petani di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengeluhkan lambatnya penyerapan hasil panen tomat oleh pemerintah daerah. Akibatnya, sebagian hasil panen terancam tidak terserap dan berpotensi terbuang. Padahal, pada Jumat (26/09/2025) lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan Pemkab Madiun segera membeli tomat hasil panen petani dengan […]

    Bagikan
  • Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Wali Kota Madiun Maidi dibawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan selama berjam-jam di Markas Polres Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Kota Madiun. Pantauan di lokasi, Maidi keluar dari gedung Polres Madiun sekitar pukul 17.20 […]

    Bagikan
expand_less