Pemkot Madiun Dukung Geliat UMKM dan Ekraf, Support Sektor Pariwisata
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai penopang pengembangan pariwisata daerah. Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau sejumlah pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Madiun, Kamis (9/7/2026).
Kunjungan tersebut menyasar berbagai usaha kuliner dan kerajinan lokal yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata. Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya produsen Madumongso Cap Tawon, sambal pecel Jeruk Purut, Charudhatri Tas Goni serta Madumongso Wahyu Tumurun dan produksi Kerupuk Sahabat.
Menurut Bagus Panuntun, keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata Kota Madiun. Setelah sebelumnya meninjau sentra batik, kali ini perhatian difokuskan pada kuliner tradisional dan produk kerajinan.
“Pendukung dari pariwisata yaitu UMKM. Kalau kemarin kita di batik, hari ini kita ke teman-teman kuliner dan ekraf,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga memberikan perhatian khusus terhadap produk Madumongso. Hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Madiun yang tengah mengajukan Madumongso sebagai warisan budaya tak benda.

Ia mengatakan, hasil kajian yang disusun Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) telah rampung dan diterima. Saat ini pemerintah ingin memastikan kesiapan ekosistem produksi Madumongso di tingkat pelaku UMKM.
“Kebetulan Kota Madiun hari ini mengajukan terkait warisan takbenda yaitu Madumongso. Setelah kajian dari Disbudparpora selesai, saya ingin melihat langsung bagaimana produksinya di masing-masing UMKM. Kalau nanti kita mengajukan ke UNESCO, ekosistem Madumongso ini harus siap,” katanya.
Selain meninjau proses produksi, Bagus juga mencicipi langsung produk yang dihasilkan para pelaku usaha. Menurutnya, kualitas rasa Madumongso yang diproduksi para UMKM sudah cukup baik dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Tak hanya melakukan pemantauan, Pemerintah Kota Madiun juga menyiapkan dukungan nyata bagi pelaku UMKM. Bagus mengungkapkan, pada tahun 2027 pemerintah berencana memberikan bantuan modal usaha dalam bentuk peralatan produksi.
“Insya Allah tahun 2027 kami sudah menyiapkan bantuan modal usaha kepada para pelaku UMKM. Bukan dalam bentuk uang, tetapi berupa peralatan yang memang dibutuhkan untuk mendukung produksi mereka,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah tengah mendata kebutuhan masing-masing pelaku usaha agar bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Terkait persaingan produk tradisional dengan makanan pabrikan, Bagus menilai keduanya memiliki segmen pasar yang berbeda sehingga tidak harus dipertentangkan. Menurutnya, strategi yang lebih penting adalah memperkuat keterkaitan produk UMKM dengan sektor pariwisata.
“Pabrikan punya pangsa pasar sendiri, makanan tradisional juga punya pasar sendiri. Karena itu kami menata pariwisata agar UMKM bisa menjadi sektor pendukung yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku UMKM telah mampu menjangkau konsumen dari luar Kota Madiun, sehingga peluang pengembangan usaha dinilai masih sangat terbuka.
Sementara itu, mengenai pemasaran digital, Bagus menyebut sebagian besar pelaku UMKM kini lebih aktif memanfaatkan fitur live marketplace karena dinilai lebih efektif dalam meningkatkan penjualan.
Adapun aplikasi pemasaran yang dimiliki Pemerintah Kota Madiun masih difungsikan sebagai media pendukung, khususnya untuk pasar lokal.
“Kalau marketplace nasional memang persaingannya berat karena membutuhkan modal yang sangat besar. Untuk lokal, Pemkot sudah menyiapkan aplikasi khusus bagi ASN sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





