Berita Terkini
Trending Tags

Padi Amfibi UGM Panen Hingga 8,5 Ton per Hektare, Petani Madiun Mulai Beralih ke Gamagora 7

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 93
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Panen raya padi amfibi Gamagora 7 di Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus mendorong lahirnya inovasi di sektor pertanian melalui pengembangan varietas padi unggul Gamagora 7 (Gadjah Mada Gogo Rancah 7). Varietas yang dijuluki sebagai “padi amfibi” ini diperkenalkan kepada petani Kabupaten Madiun melalui panen raya di lahan demplot Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Jumat (10/7/2026).

Panen raya tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM yang bertujuan memperkenalkan teknologi pertanian hasil riset kampus kepada masyarakat. Demplot seluas lebih dari satu hektare yang dipanen menunjukkan hasil yang kompetitif dibandingkan varietas padi yang selama ini umum dibudidayakan petani.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sujito, jajaran Senat UGM, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM), Pusat Studi Desa dan Kawasan (PSDK), Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Fakultas Pertanian UGM, Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, kepala desa dari Gunungsari, Tulungrejo, dan Pulungrejo, Kelompok Tani Gunungsari, Petani Milenial Madiun, serta Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Madiun.

Gamagora 7 merupakan varietas padi unggul yang resmi dilepas Kementerian Pertanian pada 2023. Keunggulan utamanya adalah mampu tumbuh optimal di lahan sawah maupun lahan kering tadah hujan, sehingga dinilai lebih adaptif menghadapi perubahan iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Image Not Found
Gamagora 7 berpotensi hasil hingga 8,5 ton per hektare. Foto : Tova-Sinergia

Untuk setiap hektare lahan, kebutuhan benih Gamagora 7 berkisar 20 hingga 25 kilogram dengan potensi hasil panen sekitar 7,9 sampai 8,5 ton gabah per hektare.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menjelaskan Gamagora 7 merupakan hasil riset panjang yang dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari perubahan iklim hingga ancaman hama penyakit.

“Situasi pertanian di Indonesia penuh kerentanan. Selain faktor alam, persoalan bibit juga menjadi tantangan. Gamagora lahir dari eksperimen panjang dan salah satu keunggulannya adalah mampu hidup di lahan kering maupun lahan basah melalui proses riset yang panjang oleh tim Fakultas Pertanian UGM, khususnya Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT),” ujar Arie.

Menurutnya, tinggi tanaman yang relatif sedang, sekitar 105 sentimeter, menjadi salah satu keunggulan karena mampu mengurangi risiko tanaman roboh akibat angin maupun hujan. Selain itu, varietas tersebut juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan hama yang terus berubah.

“Tidak ada satu bibit yang akan unggul sepanjang masa. Karena itu, para peneliti harus terus melakukan pembaruan varietas. Pemerintah juga perlu memberi perhatian terhadap riset seperti ini jika ingin memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan,” katanya.

Arie menambahkan, sejak diluncurkan pada 2023, Gamagora 7 telah diuji coba di berbagai daerah melalui jaringan KKN UGM yang tersebar di 32 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur, Lampung, Kalimantan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Image Not Found
UGM kenalkan padi unggul tahan lahan kering dan basah. Foto : Tova-Sinergia

“Kami membutuhkan masukan langsung dari para petani mengenai kelebihan maupun kekurangan varietas ini. Dengan begitu, produk yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan petani. Kami juga berharap pemerintah daerah terus mendukung hilirisasi hasil riset agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, UGM juga menyerahkan 100 kilogram benih Gamagora 7 secara simbolis kepada tiga desa yang mengikuti kegiatan, yakni Desa Gunungsari, Tulungrejo, dan Pulungrejo, untuk dikembangkan lebih lanjut oleh kelompok tani di wilayah masing-masing. UGM juga memperkenalkan sampel beras hasil panen Gamagora 7 sebagai gambaran kualitas hasil produksi varietas tersebut.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Gunungsari, Puthut Supriyadi, mengaku merasakan sejumlah keunggulan selama membudidayakan Gamagora 7 di lahan demplot.

“Selama yang saya alami, pengendalian maupun pertumbuhan tanaman lebih mudah karena varietas ini sangat toleran terhadap berbagai persoalan yang biasa dihadapi petani. Jika varietas lain ada yang mengalami kerdil atau terserang penyakit dengan cukup parah, Gamagora justru mampu pulih lebih cepat sehingga pertumbuhannya tetap optimal,” jelas Supriyadi.

Ia juga menilai Gamagora 7 memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan di wilayah dengan keterbatasan air. “Kalau melihat karakter tanamannya, sebenarnya cocok ditanam di lahan basah maupun lahan kering. Namun menurut pengamatan kami, varietas ini justru lebih optimal di lahan yang ketersediaan airnya terbatas atau lahan tadah hujan,” ujarnya.

Melalui panen raya di Desa Gunungsari, UGM berharap Gamagora 7 dapat menjadi percontohan bagi petani di Kabupaten Madiun sekaligus memperluas adopsi varietas padi unggul hasil riset dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Gabungan Temukan Kafe, Laundry Hingga Peternakan Pakai LPG Subsidi

    Tim Gabungan Temukan Kafe, Laundry Hingga Peternakan Pakai LPG Subsidi

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM) Kabupaten Madiun bersama Pertamina Jatimbalinus Wilayah Madiun dan Hiswana Migas menggelar inspeksi mendadak terhadap pelaku usaha pengguna LPG di wilayah Balerejo dan Mejayan, Selasa (12/08/2025). Hasilnya, sejumlah pengusaha kategori hotel, restoran, kafe (Horeka), peternakan, dan usaha laundry masih kedapatan menggunakan tabung LPG […]

    Bagikan
  • Bedah Buku Reset Indonesia di Madiun Dibubarkan, Dandhy Laksono Angkat Bicara

    Bedah Buku Reset Indonesia di Madiun Dibubarkan, Dandhy Laksono Angkat Bicara

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Acara diskusi dan bedah buku Reset Indonesia yang digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, dibubarkan oleh aparat pemerintah kecamatan dan kepolisian, Sabtu malam (20/12/2025). Kegiatan yang sedianya terbuka untuk umum itu dihadiri puluhan peserta. Namun, sebelum diskusi dimulai, aparat meminta panitia menghentikan acara dan membubarkan massa. Sejumlah […]

    Bagikan
  • Dinkes Ngawi Temukan 19 Suspek Campak, Hasil Laboratorium Masih Ditunggu

    Dinkes Ngawi Temukan 19 Suspek Campak, Hasil Laboratorium Masih Ditunggu

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi mencatat sebanyak 19 kasus suspek campak selama periode Januari hingga awal April 2026. Hingga kini, belum ada kasus yang dinyatakan positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium. Kasus-kasus tersebut terdeteksi dari hasil pemantauan di berbagai fasilitas kesehatan (Faskes), khususnya pada pasien yang mengalami gejala demam dan ruam. Tim […]

    Bagikan
  • Kemeriahan Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Adu Ketangkasan di Lomba Kemerdekaan

    Kemeriahan Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Adu Ketangkasan di Lomba Kemerdekaan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo berlangsung meriah. Selama dua hari, Jumat (15/08/2025) dan Sabtu (16/08/2025), halaman sekolah berubah menjadi arena kompetisi berisi aneka permainan tradisional yang memacu semangat para siswa. Berbagai lomba seperti egrang bathok, estafet air, estafet kardus, estafet karet, hingga puzzle pahlawan sukses menyita […]

    Bagikan
  • Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Sebagai bangsa yang besar dan kaya akan keberagaman, bangsa Indonesia Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki hendaknya bukanlah menjadi perbedaan dan pengahalang, namun hendaknya dijadikan sebagai kekayaan bangsa dan modal utama untuk terus memperkuat […]

    Bagikan
  • Bupati Magetan Pastikan Seluruh Temuan BPK Ditindaklanjuti, DPRD Minta Pengawasan Lebih Ketat

    Bupati Magetan Pastikan Seluruh Temuan BPK Ditindaklanjuti, DPRD Minta Pengawasan Lebih Ketat

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memastikan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2025 akan ditindaklanjuti secara konsisten. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 dalam rapat […]

    Bagikan
expand_less