Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Padi Amfibi UGM Panen Hingga 8,5 Ton per Hektare, Petani Madiun Mulai Beralih ke Gamagora 7

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 348
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Panen raya padi amfibi Gamagora 7 di Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus mendorong lahirnya inovasi di sektor pertanian melalui pengembangan varietas padi unggul Gamagora 7 (Gadjah Mada Gogo Rancah 7). Varietas yang dijuluki sebagai “padi amfibi” ini diperkenalkan kepada petani Kabupaten Madiun melalui panen raya di lahan demplot Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Jumat (10/7/2026).

Panen raya tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM yang bertujuan memperkenalkan teknologi pertanian hasil riset kampus kepada masyarakat. Demplot seluas lebih dari satu hektare yang dipanen menunjukkan hasil yang kompetitif dibandingkan varietas padi yang selama ini umum dibudidayakan petani.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sujito, jajaran Senat UGM, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM), Pusat Studi Desa dan Kawasan (PSDK), Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Fakultas Pertanian UGM, Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, kepala desa dari Gunungsari, Tulungrejo, dan Pulungrejo, Kelompok Tani Gunungsari, Petani Milenial Madiun, serta Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Madiun.

Gamagora 7 merupakan varietas padi unggul yang resmi dilepas Kementerian Pertanian pada 2023. Keunggulan utamanya adalah mampu tumbuh optimal di lahan sawah maupun lahan kering tadah hujan, sehingga dinilai lebih adaptif menghadapi perubahan iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Image Not Found
Gamagora 7 berpotensi hasil hingga 8,5 ton per hektare. Foto : Tova-Sinergia

Untuk setiap hektare lahan, kebutuhan benih Gamagora 7 berkisar 20 hingga 25 kilogram dengan potensi hasil panen sekitar 7,9 sampai 8,5 ton gabah per hektare.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menjelaskan Gamagora 7 merupakan hasil riset panjang yang dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari perubahan iklim hingga ancaman hama penyakit.

“Situasi pertanian di Indonesia penuh kerentanan. Selain faktor alam, persoalan bibit juga menjadi tantangan. Gamagora lahir dari eksperimen panjang dan salah satu keunggulannya adalah mampu hidup di lahan kering maupun lahan basah melalui proses riset yang panjang oleh tim Fakultas Pertanian UGM, khususnya Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT),” ujar Arie.

Menurutnya, tinggi tanaman yang relatif sedang, sekitar 105 sentimeter, menjadi salah satu keunggulan karena mampu mengurangi risiko tanaman roboh akibat angin maupun hujan. Selain itu, varietas tersebut juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan hama yang terus berubah.

“Tidak ada satu bibit yang akan unggul sepanjang masa. Karena itu, para peneliti harus terus melakukan pembaruan varietas. Pemerintah juga perlu memberi perhatian terhadap riset seperti ini jika ingin memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan,” katanya.

Arie menambahkan, sejak diluncurkan pada 2023, Gamagora 7 telah diuji coba di berbagai daerah melalui jaringan KKN UGM yang tersebar di 32 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur, Lampung, Kalimantan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Image Not Found
UGM kenalkan padi unggul tahan lahan kering dan basah. Foto : Tova-Sinergia

“Kami membutuhkan masukan langsung dari para petani mengenai kelebihan maupun kekurangan varietas ini. Dengan begitu, produk yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan petani. Kami juga berharap pemerintah daerah terus mendukung hilirisasi hasil riset agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, UGM juga menyerahkan 100 kilogram benih Gamagora 7 secara simbolis kepada tiga desa yang mengikuti kegiatan, yakni Desa Gunungsari, Tulungrejo, dan Pulungrejo, untuk dikembangkan lebih lanjut oleh kelompok tani di wilayah masing-masing. UGM juga memperkenalkan sampel beras hasil panen Gamagora 7 sebagai gambaran kualitas hasil produksi varietas tersebut.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Gunungsari, Puthut Supriyadi, mengaku merasakan sejumlah keunggulan selama membudidayakan Gamagora 7 di lahan demplot.

“Selama yang saya alami, pengendalian maupun pertumbuhan tanaman lebih mudah karena varietas ini sangat toleran terhadap berbagai persoalan yang biasa dihadapi petani. Jika varietas lain ada yang mengalami kerdil atau terserang penyakit dengan cukup parah, Gamagora justru mampu pulih lebih cepat sehingga pertumbuhannya tetap optimal,” jelas Supriyadi.

Ia juga menilai Gamagora 7 memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan di wilayah dengan keterbatasan air. “Kalau melihat karakter tanamannya, sebenarnya cocok ditanam di lahan basah maupun lahan kering. Namun menurut pengamatan kami, varietas ini justru lebih optimal di lahan yang ketersediaan airnya terbatas atau lahan tadah hujan,” ujarnya.

Melalui panen raya di Desa Gunungsari, UGM berharap Gamagora 7 dapat menjadi percontohan bagi petani di Kabupaten Madiun sekaligus memperluas adopsi varietas padi unggul hasil riset dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Denpom V/1 Madiun Gelar Anjangsana ke Purnawirawan dalam Rangka HUT ke-80 Pomad

    Denpom V/1 Madiun Gelar Anjangsana ke Purnawirawan dalam Rangka HUT ke-80 Pomad

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/1 Madiun menggelar anjangsana ke sejumlah purnawirawan yang pernah berdinas di satuan tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Pomad yang sebelumnya diawali dengan donor darah dan ziarah rombongan. […]

    Bagikan
  • Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo kembali menggelar rapat paripurna pada Senin (14/4/2025), dengan agenda penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2030. Rapat paripurna digelar di ruang rapat lantai II Bappeda, Jalan Alun-alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Dalam rapat tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan arah pembangunan Ponorogo lima tahun ke depan. […]

    Bagikan
  • Tanem, Warga Ponorogo yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun

    Tanem, Warga Ponorogo yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Bengawan Madiun pada Sabtu (14/06/2025) akhirnya teridentifikasi sebagai Tanem (60), warga Desa/Kecamatan Sawoo, Ponorogo. Ia sempat dilaporkan hilang sejak akhir Mei lalu. Jasad korban ditemukan warga di kawasan Dukuh Banjeng, Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, dalam kondisi membusuk dan […]

    Bagikan
  • Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tampak menurun. Kondisi cuaca yang tak stabil serta padatnya aktivitas pendaki dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama. Data Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan menunjukkan penurunan tersebut. Asisten Perhutani (Asper) […]

    Bagikan
  • Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 Diikuti 80 Peserta, FPTI Siapkan Bibit Atlet untuk Porprov

    Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 Diikuti 80 Peserta, FPTI Siapkan Bibit Atlet untuk Porprov

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Kejuaraan Kota (Kejurkot) Panjat Tebing Kota Madiun 2026 mendapat respons positif dari para atlet. Tercatat, sebanyak 80 peserta telah mendaftar untuk mengikuti kompetisi yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Madiun tersebut. Kejurkot Panjat Tebing Kota Madiun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 di halaman Stadion Wilis Kota […]

    Bagikan
  • Penderita DBD Meningkat, Dinkes Gencar Fogging juga Ingatkan Pentingnya PSN

    Penderita DBD Meningkat, Dinkes Gencar Fogging juga Ingatkan Pentingnya PSN

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun melakukan upaya fogging di sejumlah titik. Seperti yang dilakukan di lingkungan SD Negeri 03 Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo pada Kamis (16/1/2025). Langkah ini sebagai upaya pengendalian nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab sakit demam berdarah dengue (DBD). Kepala SDN 03 […]

    Bagikan
expand_less