KAGAMA Madiun Kawal Hilirisasi Riset UGM, Dampingi Mahasiswa KKN Kembangkan Gamagora 7 hingga Program Pemberdayaan Desa
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 66
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Keberhasilan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Madiun tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Cabang Madiun yang aktif mendampingi mahasiswa sejak tahap perencanaan hingga implementasi program di lapangan.
Setelah mahasiswa KKN memaparkan capaian program dalam kegiatan monitoring dan evaluasi serta memperkenalkan berbagai inovasi, termasuk alat monitoring kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT) dan pengembangan varietas padi unggul Gamagora 7, KAGAMA Madiun turut mengambil peran sebagai penghubung antara kampus dengan masyarakat agar program-program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ketua Pengurus Cabang KAGAMA Madiun, Rahmanta Setiahadi, mengatakan keterlibatan alumni dalam kegiatan KKN-PPM bukanlah hal baru. Setiap tahun, KAGAMA dilibatkan untuk membantu mahasiswa menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
“Setiap ada kegiatan KKN-PPM UGM, KAGAMA selalu dilibatkan untuk membantu adik-adik mahasiswa. Kami bersama dosen pembimbing lapangan dan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) mengoordinasikan program kerja yang telah disusun dari kampus agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa,” ujarnya.
Menurut Rahmanta, proses pendampingan tidak berhenti pada tahap penyusunan program. KAGAMA juga ikut mengawal pelaksanaan hingga melakukan evaluasi bersama mahasiswa agar setiap kegiatan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya melihat sejauh mana program kerja telah berjalan. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian agar program lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus tahun ini adalah pengembangan Gamagora 7, varietas padi unggul hasil riset UGM yang diperkenalkan kepada petani melalui demplot di Desa Gunungsari.
Rahmanta menjelaskan, KAGAMA ikut berperan dalam mendukung penyebarluasan inovasi tersebut dengan memfasilitasi penyaluran benih kepada kelompok tani di sejumlah desa.
“Salah satu program unggulan mahasiswa KKN adalah pengembangan padi varietas Gamagora. KAGAMA ikut berperan dalam penyaluran benih kepada kelompok tani di Desa Gunungsari, Tulungrejo, dan Pulungrejo sebagai bentuk dukungan terhadap hilirisasi hasil riset UGM,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan alumni merupakan bagian dari fungsi KAGAMA sebagai fasilitator yang menjembatani kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan program-program yang dibawa mahasiswa tidak berhenti saat KKN selesai. Harapannya, inovasi yang diperkenalkan dapat terus dikembangkan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Rahmanta.
Melalui kolaborasi antara UGM, KAGAMA, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat, berbagai inovasi yang lahir dari dunia akademik diharapkan tidak hanya menjadi hasil penelitian semata, tetapi mampu diterapkan secara nyata untuk mendukung pembangunan desa, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendorong terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Madiun. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





