Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Pemuda Asal Madiun Hilang Saat Tur di Korea, Sang Ibu: Saya Tak Tahu Dia Berangkat Kesana

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Emas dilaporkan hilang saat mengikuti tur di Korea Selatan. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Seorang pemuda asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dilaporkan menghilang saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan. Hingga Minggu (19/7/2026), keberadaan Femas Yani Arianto (22) belum diketahui dan keluarganya mengaku kehilangan kontak sejak ia berangkat.

Kasus hilangnya Femas menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Dalam unggahan akun @sarjanabackpacker, disebutkan Femas diduga menghilang dari rombongan wisata beberapa hari lalu saat berada di kawasan Myeongdong, Seoul. Saat itu, ia disebut berpamitan untuk melihat-lihat sepatu, namun tidak kembali sehingga keberadaannya hingga kini belum diketahui.

Di rumahnya di Desa Bantengan, sang ibu, Muatin (MT), mengaku terkejut mengetahui kabar tersebut. Ia bahkan menyatakan tidak mengetahui bahwa putranya berangkat ke Korea Selatan.

“Saya tidak tahu kalau dia berangkat ke Korea,” ujar Muatin saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/7/2026).

Menurut Muatin, Femas merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Selama ini, putranya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan belum memiliki pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Sehari-hari hanya di rumah, tidak kuliah, tidak kerja,” katanya.

Kondisi itu membuat Muatin heran karena tidak mengetahui dari mana putranya memperoleh biaya untuk mengikuti perjalanan ke luar negeri. Ia mengaku tidak pernah memberikan uang dalam jumlah besar kepada anaknya.

Image Not Found
Sang ibu berharap Femas segera ditemukan dalam keadaan selamat. Foto : Tova-Sinergia

“Makanya saya tidak tahu dia dapat uang dari mana. Saya juga tidak memberi uang untuk itu,” tuturnya.

Muatin menggambarkan Femas sebagai pribadi pendiam dan tidak pernah menunjukkan perilaku yang mencurigakan. Aktivitas hariannya hanya membantu mengantar dan menjemput adiknya yang masih bersekolah di PAUD.

Sejak sang suami meninggal sekitar empat hingga lima tahun lalu, Muatin menjalani hidup sederhana. Usaha jual beli pupuk yang dulu dirintis keluarga pun tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.

Hingga kini, keluarga belum menerima kabar apa pun dari Femas. Nomor telepon putranya juga tidak dapat dihubungi sejak keberangkatannya ke Korea Selatan.

“Waktu mau berangkat itu, anaknya hanya pamitan kalo mau maen ke Surabaya, gitu tapi gak tahunya malah ke Korea,” tambah Muatin sambil menahan air mata.

Di tengah ketidakpastian itu, Muatin hanya berharap putranya segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Semoga anak saya diparingi umur panjang, badannya sehat di mana pun dia berada,” tutupnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Ponorogo Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Fiktif

    Kejari Ponorogo Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Fiktif

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus kredit fiktif di Bank BRI Unit Pasar Pon. Kedua tersangka berinisial NAF dan DSKW alias Lette diduga terlibat dalam jaringan yang sama dengan tersangka sebelumnya, SPP. Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi mengatakan, NAF dan DSKW memiliki peran […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Ungkap 73 Kasus dalam Operasi Pekat, Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

    Polres Madiun Ungkap 73 Kasus dalam Operasi Pekat, Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkotika, prostitusi dan pornografi serta perjudian hingga knalpot brong berhasil diungkap jajaran kepolisian Polres Madiun.  Selama sepekan Polres Madiun menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) mengungkap sebanyak 73 kasus.  Wakapolres Madiun, Kompol M. Asrori Khadafi, menyampaikan bahwa operasi ini berlangsung mulai 26 Februari hingga 9 Maret 2025, […]

    Bagikan
  • Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini berkaitan erat dengan berkurangnya populasi ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih muncul hingga awal 2026. Selain jumlah ternak yang menyusut, sapi yang pernah terpapar PMK pun belum pulih sepenuhnya sehingga produktivitas susu […]

    Bagikan
  • Bongkar Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Madiun, Tim Gabungan Sita 8.000 Liter BBM dan Tiga Truk Tangki

    Bongkar Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Madiun, Tim Gabungan Sita 8.000 Liter BBM dan Tiga Truk Tangki

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tim gabungan yang terdiri dari BPH Migas, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM, Baintelkam Polri, dan Polres Madiun Kota membongkar dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di dua gudang di wilayah Madiun, Jumat (24/7/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menyita ribuan liter solar subsidi, ratusan galon […]

    Bagikan
  • Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sentra kerajinan rebana di Dukuh Jalen, Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Berkat kualitas yang unggul, rebana dari desa ini banyak diminati oleh pasar luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, hingga Korea Selatan. Kerajinan ini telah ada sejak tahun 1980 dan kini diteruskan […]

    Bagikan
  • Jelang Suro, Polres Magetan Gandeng Perguruan Silat Wujudkan Keamanan Bersama

    Jelang Suro, Polres Magetan Gandeng Perguruan Silat Wujudkan Keamanan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Menyambut datangnya Bulan Suro atau Muharram 1447 Hijriah, Polres Magetan menginisiasi Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Magetan. Rakor ini digelar pada Jumat (13/06/2025) di Aula Pesat Gatra Polres Magetan, sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas yang […]

    Bagikan
expand_less