Pulang ke Kampung Halaman, Bupati Madiun Bawa Layanan Gratis hingga Janji Revitalisasi Pasar Desa Dempelan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 45
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kepulangan Bupati Madiun Hari Wuryanto ke kampung masa kecilnya di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, menjadi lebih dari sekadar agenda nostalgia. Dalam program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) yang digelar pada 21–22 Juli 2026, Pemkab Madiun memboyong puluhan layanan publik gratis sekaligus membawa rencana penguatan infrastruktur dan pengembangan ekonomi desa.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan langsung ke Desa Dempelan untuk membuka berbagai pelayanan bagi masyarakat. Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, hingga pasar murah dapat diakses warga di satu lokasi tanpa harus mendatangi kantor dinas.
“Seluruh kepala OPD hadir untuk memberikan pelayanan langsung. Ini kesempatan bagus bagi masyarakat Desa Dempelan untuk mengurus berbagai keperluan birokrasi dalam satu lokasi tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor dinas,” kata Hari Wuryanto, Rabu (22/7/2026).
Di sela kegiatan Bahana Bersahaja, Hari juga menyempatkan diri berkeliling kampung yang menjadi tempatnya tumbuh besar. Didampingi sejumlah dokter, ia mengunjungi para lanjut usia untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sekaligus menyerahkan bantuan sosial.

Kehadiran Hari di kampung halamannya disambut hangat warga. Sebagian di antaranya masih mengingat sosok Hari kecil yang tumbuh di Desa Dempelan pada era 1970-an sebelum akhirnya menjadi Bupati Madiun.
Selain menghadirkan pelayanan publik, Hari juga menyerap berbagai aspirasi warga terkait pembangunan desa. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi Pasar Desa Dempelan yang dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).
Menanggapi usulan warga, Hari mengaku telah meminta Dinas Perdagangan segera melakukan kajian untuk revitalisasi pasar tersebut.
“Pasar itu merupakan pusat perekonomian kita dan salah satu sumber PADes Desa Dempelan. Karena itu memang perlu dikembangkan agar potensinya semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Hari, pengembangan pasar menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Potensi yang telah dimiliki Desa Dempelan, kata dia, harus terus diperkuat agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Tak hanya membahas pasar, Hari juga menilai sebagian besar pembangunan infrastruktur di Desa Dempelan telah berjalan baik. Jalan lingkungan, fasilitas pendidikan, kantor desa, lapangan, hingga gedung pertemuan masyarakat dinilai sudah memadai.
“Kalau jalan alhamdulillah sudah selesai semua. Tinggal beberapa saluran irigasi dan selokan yang perlu pelebaran. Selebihnya insyaallah sudah baik,” ungkapnya.
Melalui program Bahana Bersahaja, Pemkab Madiun berharap pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan pembangunan yang disampaikan langsung oleh warga di tingkat desa. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




