Berita Terkini
Trending Tags

Kampung Bahasa Bulukerto Magetan Tawarkan Belajar Empat Bahasa Gratis, Target Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kampung Bahasa Bulukerto ajarkan empat bahasa gratis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya melestarikan bahasa sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dilakukan Pemerintah Kelurahan Bulukerto, Kabupaten Magetan, melalui program Kampung Bahasa. Program yang digagas sejak 2023 itu kini berkembang menjadi pusat pembelajaran gratis yang mengajarkan empat bahasa, yakni bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, dan Arab. Bahkan, pesertanya pun mencapai ratusan orang dari berbagai daerah.

Tak hanya diikuti warga Bulukerto, peserta juga datang dari sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun. Seluruh kegiatan difasilitasi pemerintah kelurahan tanpa dipungut biaya.

Kepala Kelurahan Bulukerto, Widya Yusti Atlisiaji, mengatakan saat pertama kali bertugas di Bulukerto pada Maret 2023, dirinya menemukan konsep Kampung Bahasa yang baru sebatas penanda atau tulisan tanpa aktivitas pembelajaran.

Melihat potensi tersebut, ia kemudian mengajak sejumlah rekan yang memiliki kompetensi di bidang kebahasaan untuk menghidupkan kembali program tersebut hingga akhirnya terbentuk berbagai kelas bahasa.

“Saat saya datang, embrionya sudah ada, tetapi belum ada kegiatan belajar. Kami kemudian mengajak para relawan dan tenaga yang kompeten untuk bersama-sama mengembangkan kelas bahasa hingga akhirnya berjalan seperti sekarang,” ujarnya.

Menurut Widya, tujuan utama Kampung Bahasa bukan sekadar mengajarkan teori, melainkan membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan maupun dunia kerja.

“Orang yang memiliki keterampilan akan lebih mudah bertahan di mana pun berada. Karena itu kami ingin peserta memiliki kemampuan berbahasa yang benar-benar bisa dipraktikkan,” katanya.

Untuk menunjang hal tersebut, metode pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada praktik. Sebanyak 75 persen materi berupa praktik, sedangkan 25 persen teori, sehingga peserta didorong berani berbicara dan menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini tersedia empat kelas utama, yaitu bahasa Jawa melalui pembelajaran pranatacara atau pembawa acara adat, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Masing-masing kelas dibagi untuk anak-anak, remaja hingga orang dewasa dengan jadwal belajar pada sore hari setelah peserta menyelesaikan aktivitas sekolah maupun bekerja.

Widya mengungkapkan, jumlah peserta terus bertambah dan secara keseluruhan telah mencapai ratusan orang. Antusiasme masyarakat dari luar daerah juga cukup tinggi, terutama pada kelas pranatacara bahasa Jawa.

“Siapa saja yang ingin belajar kami persilakan datang ke Bulukerto. Gratis. Harapan saya suatu saat Bulukerto bisa menjadi pusat belajar bahasa sehingga masyarakat dari berbagai daerah datang ke sini untuk menimba ilmu,” tuturnya.

Image Not Found
Kelas pranatacara Jawa jadi favorit peserta di Bulukerto. Foto : Kus-Sinergia

Sebagai bentuk pengembangan program, pada tahun 2026 Kelurahan Bulukerto juga berencana membuka bimbingan belajar intensif gratis bagi siswa kelas VI SD sebagai persiapan memasuki jenjang SMP dengan tenaga pengajar yang kompeten.

Salah satu kelas yang paling diminati adalah kelas pranatacara bahasa Jawa. Selain melatih kemampuan berbicara menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar, peserta juga mempelajari filosofi adat istiadat Jawa, khususnya dalam prosesi pernikahan dan berbagai kegiatan adat lainnya.

Pengajar kelas pranatacara, Sartono, mengatakan pembelajaran tersebut menjadi salah satu langkah nyata menjaga kelestarian budaya Jawa agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Melalui kelas ini kami ingin generasi muda memahami bahasa Jawa sekaligus filosofi yang terkandung dalam setiap prosesi adat. Seorang pranatacara tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memahami makna setiap rangkaian acara,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang bersedia menjadi pranatacara sehingga budaya Jawa tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Salah seorang peserta, Neneng Dwi Astuti, mengaku mengikuti kelas pranatacara karena ingin memperdalam kemampuan bahasa Jawa yang juga mendukung profesinya sebagai tenaga pendidik.

Awalnya ia hanya ingin menambah wawasan, namun setelah mengikuti beberapa kali pertemuan justru menemukan banyak pengalaman baru, terutama mengenai teknik membawakan acara menggunakan bahasa Jawa.

“Saya sebelumnya lebih sering menggunakan bahasa Indonesia saat menjadi MC. Setelah mengikuti kelas ini ternyata menyusun dan menyampaikan pranatacara bahasa Jawa memiliki tantangan tersendiri. Meski masih banyak belajar, prosesnya sangat menyenangkan,” ungkap Neneng.

Melalui Kampung Bahasa, Kelurahan Bulukerto berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menguasai berbagai bahasa asing, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Tomat di Ponorogo Meroket, Tembus Rp28 Ribu per Kilogram

    Harga Tomat di Ponorogo Meroket, Tembus Rp28 Ribu per Kilogram

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga tomat di Pasar Legi Ponorogo mengalami lonjakan tajam sejak empat hari terakhir. Pada Selasa (23/06/2025) pagi, harga tomat tercatat mencapai Rp28.000 per kilogram, naik drastis dari harga sebelumnya yang hanya Rp5.000 per kilogram. Kenaikan harga ini dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari cuaca yang kurang bersahabat, menipisnya pasokan di […]

    Bagikan
  • Lakukan Penyelidikan, Kepolisian Ambil Sampel Menu MBG Untuk Uji Lab Forensik

    Lakukan Penyelidikan, Kepolisian Ambil Sampel Menu MBG Untuk Uji Lab Forensik

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polisi terus mendalami kasus dugaan keracunan massal siswa sekolah dasar di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Hal itu setelah puluhan siswa mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu nasi goreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polres Madiun memastikan penanganan medis dan penyelidikan berjalan paralel, sembari menunggu hasil laboratorium forensik […]

    Bagikan
  • Kursi Ketua Askot PSSI Kota Madiun Masih Lowong, Persiapan Liga Terancam Tersendat

    Kursi Ketua Askot PSSI Kota Madiun Masih Lowong, Persiapan Liga Terancam Tersendat

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jabatan Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Madiun hingga kini belum terisi setelah ditinggal almarhum Andi Raya Bagus Miko Saputra. Belum adanya figur yang siap memimpin organisasi sepak bola tertinggi di tingkat kota itu dikhawatirkan berdampak pada persiapan liga yang dijadwalkan bergulir 7 Desember mendatang. “Benar, sementara ini kursi ketua […]

    Bagikan
  • Korban Jiwa Ledakan Petasan Ponorogo Bertambah, Sempat Dirawat Intensif Empat Hari

    Korban Jiwa Ledakan Petasan Ponorogo Bertambah, Sempat Dirawat Intensif Empat Hari

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Korban luka bakar akibat ledakan petasan di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di rumah sakit. Korban Ahmad Fatoni (20) ,warga Morosari, Sukorejo, Ponorogo mengembuskan napas terakhir pada Kamis (5/3/2026) pukul 05.40 WIB di ruang ICU RSUD dr. Harjono Ponorogo. Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • Debit Air Bendungan Dawuhan Menyusut, Lahan Pertanian Terancam Mengering

    Debit Air Bendungan Dawuhan Menyusut, Lahan Pertanian Terancam Mengering

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Debit air Bendungan Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, terus mengalami penyusutan drastis selama musim kemarau. Saat ini elevasi air tercatat 7,8 mdpl dengan volume sekitar 400 ribu meter kubik dari kapasitas normal sekitar 3,9 juta meter kubik.  Petugas Operasi Bendungan Dawuhan, Agung Wirasat, menyampaikan bahwa pintu air […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Percepat Perbaikan Geometri Jalur di Perlintasan Ngawi, Target 92 Titik pada 2026

    KAI Daop 7 Madiun Percepat Perbaikan Geometri Jalur di Perlintasan Ngawi, Target 92 Titik pada 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mempercepat perbaikan geometri jalur di sejumlah perlintasan sebidang, termasuk di Kabupaten Ngawi, sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan perbaikan geometri jalur merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keamanan, […]

    Bagikan
expand_less