Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

Kampung Bahasa Bulukerto Magetan Tawarkan Belajar Empat Bahasa Gratis, Target Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kampung Bahasa Bulukerto ajarkan empat bahasa gratis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya melestarikan bahasa sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dilakukan Pemerintah Kelurahan Bulukerto, Kabupaten Magetan, melalui program Kampung Bahasa. Program yang digagas sejak 2023 itu kini berkembang menjadi pusat pembelajaran gratis yang mengajarkan empat bahasa, yakni bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, dan Arab. Bahkan, pesertanya pun mencapai ratusan orang dari berbagai daerah.

Tak hanya diikuti warga Bulukerto, peserta juga datang dari sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun. Seluruh kegiatan difasilitasi pemerintah kelurahan tanpa dipungut biaya.

Kepala Kelurahan Bulukerto, Widya Yusti Atlisiaji, mengatakan saat pertama kali bertugas di Bulukerto pada Maret 2023, dirinya menemukan konsep Kampung Bahasa yang baru sebatas penanda atau tulisan tanpa aktivitas pembelajaran.

Melihat potensi tersebut, ia kemudian mengajak sejumlah rekan yang memiliki kompetensi di bidang kebahasaan untuk menghidupkan kembali program tersebut hingga akhirnya terbentuk berbagai kelas bahasa.

“Saat saya datang, embrionya sudah ada, tetapi belum ada kegiatan belajar. Kami kemudian mengajak para relawan dan tenaga yang kompeten untuk bersama-sama mengembangkan kelas bahasa hingga akhirnya berjalan seperti sekarang,” ujarnya.

Menurut Widya, tujuan utama Kampung Bahasa bukan sekadar mengajarkan teori, melainkan membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan maupun dunia kerja.

“Orang yang memiliki keterampilan akan lebih mudah bertahan di mana pun berada. Karena itu kami ingin peserta memiliki kemampuan berbahasa yang benar-benar bisa dipraktikkan,” katanya.

Untuk menunjang hal tersebut, metode pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada praktik. Sebanyak 75 persen materi berupa praktik, sedangkan 25 persen teori, sehingga peserta didorong berani berbicara dan menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini tersedia empat kelas utama, yaitu bahasa Jawa melalui pembelajaran pranatacara atau pembawa acara adat, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Masing-masing kelas dibagi untuk anak-anak, remaja hingga orang dewasa dengan jadwal belajar pada sore hari setelah peserta menyelesaikan aktivitas sekolah maupun bekerja.

Widya mengungkapkan, jumlah peserta terus bertambah dan secara keseluruhan telah mencapai ratusan orang. Antusiasme masyarakat dari luar daerah juga cukup tinggi, terutama pada kelas pranatacara bahasa Jawa.

“Siapa saja yang ingin belajar kami persilakan datang ke Bulukerto. Gratis. Harapan saya suatu saat Bulukerto bisa menjadi pusat belajar bahasa sehingga masyarakat dari berbagai daerah datang ke sini untuk menimba ilmu,” tuturnya.

Image Not Found
Kelas pranatacara Jawa jadi favorit peserta di Bulukerto. Foto : Kus-Sinergia

Sebagai bentuk pengembangan program, pada tahun 2026 Kelurahan Bulukerto juga berencana membuka bimbingan belajar intensif gratis bagi siswa kelas VI SD sebagai persiapan memasuki jenjang SMP dengan tenaga pengajar yang kompeten.

Salah satu kelas yang paling diminati adalah kelas pranatacara bahasa Jawa. Selain melatih kemampuan berbicara menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar, peserta juga mempelajari filosofi adat istiadat Jawa, khususnya dalam prosesi pernikahan dan berbagai kegiatan adat lainnya.

Pengajar kelas pranatacara, Sartono, mengatakan pembelajaran tersebut menjadi salah satu langkah nyata menjaga kelestarian budaya Jawa agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Melalui kelas ini kami ingin generasi muda memahami bahasa Jawa sekaligus filosofi yang terkandung dalam setiap prosesi adat. Seorang pranatacara tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memahami makna setiap rangkaian acara,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang bersedia menjadi pranatacara sehingga budaya Jawa tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Salah seorang peserta, Neneng Dwi Astuti, mengaku mengikuti kelas pranatacara karena ingin memperdalam kemampuan bahasa Jawa yang juga mendukung profesinya sebagai tenaga pendidik.

Awalnya ia hanya ingin menambah wawasan, namun setelah mengikuti beberapa kali pertemuan justru menemukan banyak pengalaman baru, terutama mengenai teknik membawakan acara menggunakan bahasa Jawa.

“Saya sebelumnya lebih sering menggunakan bahasa Indonesia saat menjadi MC. Setelah mengikuti kelas ini ternyata menyusun dan menyampaikan pranatacara bahasa Jawa memiliki tantangan tersendiri. Meski masih banyak belajar, prosesnya sangat menyenangkan,” ungkap Neneng.

Melalui Kampung Bahasa, Kelurahan Bulukerto berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menguasai berbagai bahasa asing, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Desa di Ponorogo Ditetapkan Zona Merah Longsor, Belasan Jiwa Terancam

    Dua Desa di Ponorogo Ditetapkan Zona Merah Longsor, Belasan Jiwa Terancam

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan dua desa sebagai zona merah rawan tanah longsor. Dua wilayah tersebut yakni Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dan Desa Talun, Kecamatan Ngebel. Penetapan status tersebut dilakukan setelah adanya identifikasi dari tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menilai kondisi geografis kedua desa berada […]

    Bagikan
  • Harga Beras dan Telur Naik, Ratusan Warga Madiun Serbu Pasar Murah

    Harga Beras dan Telur Naik, Ratusan Warga Madiun Serbu Pasar Murah

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan warga memadati pasar sembako murah yang digelar di Lapangan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (20/07/2025). Mereka rela mengantre panjang di bawah terik matahari demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah di tengah kenaikan harga di pasar tradisional. Lonjakan harga sejumlah komoditas seperti beras dan telur […]

    Bagikan
  • Suasana Jalan HOS Cokroaminoto Yang Bakal Jadi Lokasi CFD Pada 9 Februari Mendatang 

    Suasana Jalan HOS Cokroaminoto Yang Bakal Jadi Lokasi CFD Pada 9 Februari Mendatang 

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Lokasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Ponorogo akan mengalami perubahan. Jika sebelumnya berlangsung di Jalan Suromenggolo atau jalan baru, mulai 9 Februari mendatang, CFD akan dialihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto hingga Jalan Jenderal Sudirman dan berakhir di Alun-Alun Ponorogo. Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Ponorogo telah memulai sosialisasi […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Galakkan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

    Pemkab Madiun Galakkan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelorakan gerakan tanam cabai sebagai langkah strategis dalam menekan inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu faktor penyebab inflasi di daerah ini adalah kenaikan harga komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit. Program ini mulai dicanangkan pada Selasa (25/03/2025). Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan harga cabai di […]

    Bagikan
  • Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Memanfaatkan bahan-bahan rongsokan dari bekas suku cadang mobil yang kondisinya rusak berat, Denpal V/1 Madiun di jajaran Korem 081/DSJ berhasil menciptakan mesin pencacah pakan ternak berkemampuan tinggi. Saat diuji coba langsung kepada para peternak di Madiun, kemampuan mesin itu diakui mampu menghancurkan berbagai limbah pertanian untuk pakan ternak. Bahkan mencacah […]

    Bagikan
  • Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski berpuasa di bulan suci Ramadhan tidak menghalangi atlet-atlet muay thai dan kickboxing Kota Madiun untuk terus berlatih. Mereka lebih memilih latihan untuk mempersiapkan Kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov) mendatang. Seperti terlihat di pusat pelatihan kick boxing dan muay thai di Gor Wilis Kota Madiun. Pada latihan ini, para […]

    Bagikan
expand_less