Berita Terkini
Trending Tags

Komisi A DPRD Magetan Nilai Hibah Lahan untuk Kampus Unesa Jadi Investasi Jangka Panjang Daerah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 51
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Komisi A usulkan syarat hibah lahan untuk Kampus Unesa. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Komisi A DPRD Kabupaten Magetan menilai rencana hibah lahan untuk pengembangan Kampus V Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Maospati merupakan investasi strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah. Keberadaan kampus dinilai tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat perkembangan kawasan perkotaan.

Ketua Komisi A DPRD Magetan, Didik Haryono, mengatakan pemerintah daerah perlu melihat rencana hibah lahan dari sisi manfaat ekonomi dan sosial yang akan dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari nilai aset yang dilepas maupun potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hilang.

Menurutnya, investasi di sektor pendidikan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang jauh lebih luas. Kehadiran kampus akan memicu tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari penyediaan rumah kos, usaha kuliner, transportasi, perdagangan, hingga sektor jasa lainnya yang menopang kebutuhan ribuan mahasiswa dan civitas akademika.

“Kalau pemerintah saja berani menyediakan sekitar enam hektare lahan untuk Sekolah Rakyat karena manfaatnya bagi masyarakat, maka pengembangan Kampus Unesa juga harus dilihat sebagai investasi pendidikan yang dampaknya bisa lebih luas bagi Magetan,” ujar Didik.

Ia menilai keberadaan Kampus V Unesa juga akan meningkatkan akses masyarakat Magetan terhadap pendidikan tinggi. Dengan kampus yang berada di wilayah sendiri, peluang generasi muda melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi menjadi semakin terbuka, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Meski mendukung rencana pengembangan kampus, Komisi A DPRD Magetan mengajukan sejumlah syarat yang harus menjadi bagian dari kesepakatan hibah. Salah satunya adalah adanya jalur afirmasi atau prioritas penerimaan bagi calon mahasiswa asal Magetan.

Selain itu, DPRD juga mendorong Unesa membuka fakultas maupun program studi baru yang sesuai dengan potensi unggulan daerah sehingga mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan dunia kerja dan mendukung pembangunan Kabupaten Magetan.

Komisi A juga mengusulkan agar dalam perjanjian hibah dicantumkan klausul pengembalian aset apabila lahan yang diberikan pemerintah daerah tidak dimanfaatkan atau tidak dikembangkan dalam kurun waktu lima tahun. Ketentuan tersebut dinilai penting untuk memastikan aset daerah benar-benar digunakan sesuai tujuan yang telah direncanakan.

Saat ini Kampus V Unesa Maospati berdiri di atas lahan sekitar 13 hektare dengan 16 program studi dan melayani sekitar 2.000 mahasiswa. Pada tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa baru diproyeksikan bertambah sekitar 2.000 orang sehingga dibutuhkan tambahan lahan seluas kurang lebih 16,8 hektare untuk pembangunan fakultas baru, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung kegiatan akademik.

Didik menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya PAD yang diterima pemerintah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, serta berkembangnya kawasan perkotaan merupakan indikator penting yang harus menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan strategis.

“Jangan semuanya diukur dari PAD. Yang harus dilihat adalah pertumbuhan ekonomi, perkembangan kota, dan manfaat jangka panjang yang akan dirasakan masyarakat Magetan,” tegasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah petani di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengeluhkan lambatnya penyerapan hasil panen tomat oleh pemerintah daerah. Akibatnya, sebagian hasil panen terancam tidak terserap dan berpotensi terbuang. Padahal, pada Jumat (26/09/2025) lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan Pemkab Madiun segera membeli tomat hasil panen petani dengan […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tumpukan plastik, botol bekas, popok bayi hingga sisa makanan kini menghiasi aliran sungai yang membelah Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Air yang seharusnya jernih berubah keruh, memunculkan bau menyengat yang kian meresahkan warga. Di beberapa titik, sampah bercampur dengan tanaman liar membentuk gundukan besar. Kondisi tersebut membuat […]

    Bagikan
  • IPAL SPPG di Kota Madiun Belum Standar, Pemkot Ancam Laporkan ke BGN

    IPAL SPPG di Kota Madiun Belum Standar, Pemkot Ancam Laporkan ke BGN

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun kembali menjadi sorotan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menemukan fasilitas IPAL di SPPG Ngegong masih belum memenuhi standar saat inspeksi mendadak (sidak), Kamis (7/5/2026). Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut hasil […]

    Bagikan
  • RPH Jadi Pilihan Praktis Penyembelihan Kurban di Magetan

    RPH Jadi Pilihan Praktis Penyembelihan Kurban di Magetan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Magetan pada hari H Idul Adha tahun 2026 ini kembali dimanfaatkan sejumlah panitia kurban. Salah satunya panitia kurban Masjid Agung Magetan yang memilih memotong hewan kurban di RPH karena dinilai lebih praktis dan efisien. Panitia penyembelihan hewan kurban Masjid Agung Magetan, […]

    Bagikan
  • 4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mewanti-wanti masyarakat terkait bahaya nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Tidak hanya itu, Dinkes juga menyesalkan perilaku masyarakat yang terlambat membawa anggota keluarga ke rumah sakit, ketika kondisi sudah mengalami DBD fase kritis. Tercatat hingga akhir November 2024 telah ditemukan sebanyak 574 kasus DBD. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian […]

    Bagikan
  • Dianggap Menyesatkan, Warga Lakukan Pembongkaran Makam Palsu

    Dianggap Menyesatkan, Warga Lakukan Pembongkaran Makam Palsu

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah makam yang diduga palsu di kawasan pemakaman Ki Ageng Nur Salim, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, dibongkar paksa oleh warga pada Rabu (30/4/2025). Pembongkaran dilakukan karena makam tersebut dianggap menyesatkan dan berpotensi mengaburkan sejarah Islam di kawasan tersebut. Aksi pembongkaran dipimpin oleh Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Ponorogo dengan persetujuan […]

    Bagikan
expand_less