Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Mobil Damkar Tertua Magetan Simpan Cerita Unik, Setiap Dicuci Disebut Kerap Disusul Laporan Kebakaran

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mobil Damkar lawas “Mbah Kung” masih aktif di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di balik deretan armada milik Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tersimpan sebuah kendaraan lawas yang memiliki kisah tersendiri. Mobil pemadam kebakaran berusia lebih dari empat dekade itu tak hanya menjadi saksi berbagai peristiwa besar, tetapi juga dikenal di kalangan petugas karena cerita unik yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Mobil pemadam jenis Isuzu Forward keluaran era 1970-an dengan pelat nomor AE 8277 PP tersebut akrab disapa “Mbah Kung” oleh para personel Damkar Magetan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Magetan, Ali Sukamto, mengungkapkan bahwa di lingkungan petugas telah lama berkembang cerita bahwa setiap kali Mbah Kung selesai dicuci, tak lama kemudian hampir selalu muncul laporan kebakaran.

Meski terdengar seperti mitos, Ali menegaskan para personel tidak memaknainya sebagai sesuatu yang bersifat mistis. Cerita tersebut lebih dianggap sebagai pengalaman unik yang berulang kali terjadi selama bertahun-tahun bertugas di lapangan.

“Teman-teman sudah sering memperhatikan polanya. Kalau Mbah Kung dicuci, biasanya tidak lama kemudian pasti ada kejadian kebakaran. Sudah beberapa kali seperti itu, sehingga menjadi cerita turun-temurun di lingkungan Damkar,” ujar Ali.

Menurutnya, kebetulan serupa sudah terlalu sering dialami oleh anggota sehingga akhirnya menjadi bagian dari cerita keseharian di markas Damkar. Bahkan, para petugas kerap berseloroh seolah-olah Mbah Kung memberikan “isyarat” sebelum mereka kembali disibukkan dengan panggilan darurat.

Image Not Found
Cerita unik Mbah Kung, dicuci lalu muncul laporan kebakaran. Foto : Kus-Sinergia

“Anehnya, begitu selesai dicuci, sering sekali muncul laporan kebakaran. Itu yang kemudian menjadi cerita di antara teman-teman,” katanya sambil tersenyum.

Di balik cerita unik tersebut, Mbah Kung memiliki rekam jejak panjang dalam operasi penyelamatan. Armada ini mulai berdinas di Magetan sekitar awal 1980-an dan hingga kini masih berstatus aktif meski lebih sering disiagakan sebagai kendaraan cadangan.

Selama masa pengabdiannya, mobil tua itu pernah diterjunkan dalam sejumlah penanganan kebakaran besar, di antaranya kebakaran kereta api tangki di Kabupaten Ngawi pada 2004, kebakaran Pasar Sayur Magetan pada 2016, serta kebakaran Pasar Legi Songgolangit Ponorogo pada 2017.

Ali juga mengungkapkan salah satu keistimewaan Mbah Kung adalah kondisi mesinnya yang masih sangat terawat. Hingga kini mesin kendaraan tersebut belum pernah mengalami turun mesin dan sebagian besar komponennya masih menggunakan suku cadang asli pabrikan.

Namun demikian, usia kendaraan mulai memengaruhi beberapa bagian, terutama sistem pengereman. Karena alasan keselamatan, armada ini kini hanya digunakan pada kondisi tertentu dan medan yang relatif aman.

“Mesinnya masih orisinal semua. Belum pernah turun mesin. Yang mulai menjadi kendala hanya kampas rem. Kalau dipakai di jalan menanjak atau turunan memang sudah kurang aman, tetapi untuk jalan datar masih sanggup bertugas,” jelasnya.

Bagi keluarga besar Damkar Magetan, Mbah Kung bukan sekadar kendaraan operasional. Mobil tua tersebut telah menjadi simbol dedikasi para petugas dalam menjalankan ribuan misi penyelamatan sekaligus menyimpan kisah unik yang terus hidup di tengah para personel. Terlepas dari benar atau tidaknya keterkaitan dengan munculnya laporan kebakaran, cerita tentang Mbah Kung yang “mengundang” sirene setiap kali selesai dicuci tetap menjadi bagian dari warna kehidupan para petugas pemadam kebakaran di Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Madiun Gerebek Penjual Miras di Jiwan, Puluhan Botol Minol Disita

    Satpol PP Madiun Gerebek Penjual Miras di Jiwan, Puluhan Botol Minol Disita

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Madiun mengamankan puluhan botol minuman beralkohol (minol) dalam operasi penegakan peraturan daerah di wilayah Kecamatan Jiwan, Rabu (13/5/2026). Operasi tersebut dilakukan sebagai upaya menekan peredaran minuman beralkohol ilegal yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah […]

    Bagikan
  • Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Madiun mulai mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang. Saat ini, proses penjaringan calon ketua DPC tengah berjalan di tingkat internal partai. Ketua DPC PKB Kota Madiun, Ngedi Trisno Yhusianto, mengatakan tahapan penjaringan calon dimulai dari Pengurus […]

    Bagikan
  • Soal Pengunduran Diri Kades Taji, Camat Karas Klarifikasi Perangkat dan BPD

    Soal Pengunduran Diri Kades Taji, Camat Karas Klarifikasi Perangkat dan BPD

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keputusan mendadak Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Sigit Supriyadi, untuk mengundurkan diri dari jabatannya memicu kehebohan publik. Surat pengunduran diri tertanggal 19 Desember 2025 itu beredar luas di media sosial, membuat warganet mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut. Padahal, masa jabatan Sigit masih tersisa dua tahun lagi hingga 2027. […]

    Bagikan
  • Pengurus KONI Terbentuk, Bupati Madiun Ingin Ada Ivent Olahraga Setiap Bulan

    Pengurus KONI Terbentuk, Bupati Madiun Ingin Ada Ivent Olahraga Setiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengatakan meskipun mendapat anggaran 1.8 M, geliat dunia olahraga di bumi kampung pesilat harus mendunia. Sebab itu berbagai macam ivent dari cabang olahraga wajib dihelat setiap bulan. Hal itu dikatakan Hari Wuryanto ketika menerima audensi pengurus KONI Kab Madiun masa bahkti 2025-2029. ” Ya meski ditengah […]

    Bagikan
  • Serapan APBD Kabupaten Madiun Baru 44,24 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan Akibat Gejolak Harga

    Serapan APBD Kabupaten Madiun Baru 44,24 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan Akibat Gejolak Harga

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madiun hingga awal Juli 2026 mencapai 44,24 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tetap optimistis target penyerapan anggaran bisa mendekati 97 persen hingga akhir tahun meski proyek pembangunan fisik belum mulai dikerjakan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Hadi […]

    Bagikan
  • Stafsus Wapres Bahas Penguatan Budaya dan Dukungan Event Pencak Silat Nasional di Kota Madiun

    Stafsus Wapres Bahas Penguatan Budaya dan Dukungan Event Pencak Silat Nasional di Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menerima kunjungan Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden Bidang Kinerja Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Suwardi, di Balai Kota Madiun, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan sektor kebudayaan sebagai landasan pembangunan daerah. Hal ini sekaligus peluang dukungan pemerintah pusat terhadap agenda pencak silat […]

    Bagikan
expand_less