Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

Membuka Tabir Proyek TPA Winongo dan Dana CSR, Saksi CV Sekar Arum Ungkap Fakta

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pegawai CV Sekar Arum beri kesaksian di Pengadilan Tipikor. Foto : Istimewa

Sinergia | Surabaya – Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, serta Direktur CV Sekar Arum Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (23/7/2026) turut menghadirkan 3 saksi pegawai CV Sekar Arum.

Ketiganya yakni bendahara CV Sekar Arum Salwa, pekerja lapangan Guritno Endah Wibowo, serta tenaga administrasi freelance Harianti. Para saksi membeberkan mekanisme pelaksanaan proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), hingga administrasi keuangan perusahaan.

Saksi Guritno menerangkan proyek TPA Winongo yang digarap CV Sekar Arum sepengetahuannya dijalankan atas arahan Rochim Ruhdiyanto, yang disebut berasal dari perintah Maidi. Namun, dalam pelaksanaanya tidak ada gambar teknis baku. Pembangunan menyesuaikan kondisi di lapangan berdasarkan arahan yang diterimanya.

“Menurut arahan Pak Rochim atas perintah Pak Maidi. Kalau posisi gambar itu menyesuaikan lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, proyek TPA Winongo menggunakan dana CSR dalam dua tahap, yakni sekitar Rp 600 juta dan Rp 350 juta. Berbagai pekerjaan fisik yang dikerjakan diantaranya pengurukan tanah, pemasangan paving, pembangunan saluran U-Ditch, gorong-gorong, hingga penanaman bambu.

Guritno juga membeberkan lebih dari Rp. 600 juta digunakan untuk pengurukan, sedangkan paving menelan biaya Rp. 700 juta.

“Paving di gunung satu dan dua sempat saya hitung ketemu hampir Rp700 juta. Bisa dicek di lapangan,” katanya.

Dalam persidangan ini, terungkap fakta bahwa nilai proyek berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) diproyeksikan mencapai sekitar Rp 6,7 miliar. Namun, lanjut Guritno, angka sekitar Rp 3 miliar yang selama ini dilaporkannya kepada kantor CV Sekar Arum merupakan akumulasi modal kerja, tagihan, serta dana CSR yang telah diterima perusahaan.

“Kalau berdasarkan RAB nilainya Rp 6,7 miliar sudah termasuk keuntungan dan pajak. Namun pertanggungjawaban realisasi pekerjaan yang saya laporkan ke kantor sekitar Rp 3 miliar sekian, yang mencakup modal dan dana CSR,” terangnya.

Ia juga menggambarkan perubahan kondisi TPA Winongo setelah proyek dikerjakan. “Dulu kondisinya kurang bagus, acak-acakan. Sekarang sudah rapi, sangat jauh dibanding kondisi sebelumnya,” ujarnya.

Saat ditanya terkait tagihan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Aneka Usaha, Guritno memastikan seluruhnya digunakan untuk kendaraan operasional proyek. Bukan dari kendaraan plat merah milik Pemkot Madiun. “Murni tagihan BBM sendiri,” tegasnya.

Keterangan saksi Guritno diperkuat bendahara CV Sekar Arum, Salwa yang menyampaikan bahwa seluruh arus kas proyek TPA Winongo dicatat dalam pembukuan perusahaan.

“Saya mencatat uang untuk proyek TPA. Mekanismenya, Guritno mengajukan dana, disampaikannya ke Pak Rochim, lalu lewat saya lagi untuk kemudian diserahkan ke Guritno,” ungkap Salwa.

Terkait dana CSR, Salwa menyebut adanya dana masuk ke rekening perusahaan yakni Rp 600 juta dari Sri Kayatin yang berasal dari PT Hemas Buana Indonesia untuk pekerjaan urugan, Rp 350 juta dari PT Hasta Bangun Nusantara, serta Rp 350 juta dari Yayasan STIKES yang direncanakan digunakan untuk pembayaran pekerjaan paving.

Dana sebesar Rp 600 juta dan Rp 350 juta tersebut, menurut Salwa, telah diteruskan kepada Guritno untuk membiayai pekerjaan di lapangan.

Menanggapi keterangan tersebut, terdakwa Rochim Ruhdiyanto memberikan penjelasan langsung kepada majelis hakim. Ia mengakui adanya dana CSR sebesar Rp 350 juta dari Yayasan STIKES yang rencananya untuk pembayaran paving.

Namun, menurut Rochim, dana tersebut belum sempat digunakan karena telah lebih dahulu disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Memang ada dana dari CSR Yayasan STIKES. Dana itu belum sempat saya kontribusikan karena terlanjur disita KPK. Uang senilai Rp 350 juta itu masih di Bank Jatim. Saya diantar petugas dan uang tersebut langsung disita oleh KPK,” ungkap Rochim.

Sementara, saksi lainnya, Harianti, yang bekerja secara freelance di CV Sekar Arum sejak 2022, turut memberikan keterangan. Ia mengaku direkrut oleh Guritno untuk menangani administrasi proyek, mulai dari penyusunan dokumen penawaran, pelaporan pekerjaan hingga proses pencairan pembayaran.

“Tugas saya mulai penawaran, mengisi laporan, sampai pencairan selesai,” tegas Harianti. Bersambung… (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPLS 2026, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Siswa

    MPLS 2026, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Siswa

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk memastikan kelancaran kegiatan, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun didampingi Kepala Dinas Pendidikan Lismawati meninjau langsung pelaksanaan MPLS di SMPN 13 Kota Madiun pada Senin (13/7/2026). Dalam […]

    Bagikan
  • Nyaru Polisi, Pria Asal Kediri Ditangkap Saat Lamaran di Magetan

    Nyaru Polisi, Pria Asal Kediri Ditangkap Saat Lamaran di Magetan

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Aksi penipuan kembali mencuat di media sosial. Seorang pria asal Kediri, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi sungguhan setelah nekat menyamar sebagai anggota kepolisian demi melamar seorang janda asal Magetan. Identitas palsunya terbongkar tepat saat prosesi lamaran berlangsung. Pelaku diketahui bernama Doni Setiawan. Ia berkenalan dengan korban, RS warga Kecamatan […]

    Bagikan
  • Dugaan Korupsi Kolam Renang Sukosari Masuk Tahap Penyidikan, Tapi Belum Ada Tersangka

    Dugaan Korupsi Kolam Renang Sukosari Masuk Tahap Penyidikan, Tapi Belum Ada Tersangka

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan. Meski telah memasuki tahap penyidikan, Kejari belum menetapkan satu pun tersangka dalam perkara ini. “Masih dalam proses penyidikan. Kami mohon dukungan semua pihak agar kasus ini segera tuntas,” ujar Kasi Pidana […]

    Bagikan
  • Rumah Perajin Kaligrafi Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp. 100 Juta

    Rumah Perajin Kaligrafi Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp. 100 Juta

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kebakaran melanda rumah milik Suyanto, warga Gang Masjid, Kelurahan Manguharjo Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Sabtu petang (13/09/2025). Rumah yang juga digunakan sebagai tempat pembuatan kaligrafi itu ludes dilalap api karena dipenuhi material mudah terbakar seperti sterofoam, cat dan triplek. Kebakaran terjadi saat warga tengah melaksanakan sholat Magrib. Warga yang […]

    Bagikan
  • Tingkat Pengangguran Terbuka di Angka 4,34 persen, Minat Job Fair di Madiun Malah Sedikit

    Tingkat Pengangguran Terbuka di Angka 4,34 persen, Minat Job Fair di Madiun Malah Sedikit

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menggelar Job Fair 2025 di Pendopo Ronggo Djoemeno pada 7-8 Mei 2025. Job Fair ini sebagai upaya untuk mengentaskan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Maidun yang tinggi. Sesuai data BPS Provinsi Jawa Timur, TPT tahun 2024 di Kabupaten […]

    Bagikan
  • Harga Bumbu Dapur Meroket Jelang Ramadhan

    Harga Bumbu Dapur Meroket Jelang Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sepekan menjelang bulan suci Ramadhan, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan signifikan. Cabai rawit bahkan menembus angka Rp 70.000 per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen serta terbatasnya stok barang di pasaran. Kenaikan harga bumbu dapur ini mulai dirasakan sejak beberapa hari terakhir. Para […]

    Bagikan
expand_less