Semangat HUT ke-81 RI, Ngawi Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas Pembangunan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmen memperkuat kemandirian daerah, ketahanan pangan, serta pemerataan pembangunan sebagai bagian dari semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan tema kemerdekaan harus diterjemahkan melalui komitmen bersama, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Menurutnya, semangat kemandirian dan gotong royong menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
“Indonesia berdaulat dan makmur ini harus menjadi komitmen bersama. Tidak hanya pemerintah, tapi kita selaku warga bangsa ini juga harus berusaha berkomitmen dan berkontribusi pada pembangunan,” kata Ony.
Ia menegaskan, pembangunan di Kabupaten Ngawi diarahkan semakin partisipatoris dengan mengedepankan kemandirian masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, harus terlebih dahulu menjalankan amanah dan memberikan ruang agar semangat gotong royong tumbuh dalam berbagai sektor pembangunan.
Dalam waktu dekat, sejumlah program prioritas juga akan diarahkan untuk mendukung visi dan misi pemerintah pusat, terutama program strategis nasional di bidang ketahanan pangan, infrastruktur, pelayanan dasar hingga penciptaan lapangan kerja.
Ony menyebut ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama karena Ngawi telah lama menjadi salah satu daerah sentra produksi pangan. Kabupaten Ngawi telah mencapai swasembada padi dan jagung. Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan produktivitas komoditas ubi.
“Hal-hal yang terkait dengan ketahanan pangan ini juga senantiasa menjadi prioritas Kabupaten Ngawi,” ujarnya.
Selain pangan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan. Saat ini tingkat kemantapan infrastruktur tersebut berada di kisaran 95 persen dan ditargetkan meningkat hingga 97–98 persen pada tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Ngawi juga menargetkan seluruh masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dasar, termasuk air bersih. Ony menyebut cakupan pelayanan air bersih saat ini telah mencapai sekitar 98 persen dan ditargetkan dapat menyentuh 100 persen.
Sementara di sektor pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana untuk jenjang SD, SMP hingga SMA masih berada di kisaran 87 persen. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang terus dikejar agar dapat mencapai pemerataan hingga 100 persen.
Di sisi lain, investasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Masuknya investasi diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Ngawi.
Ony menilai sejumlah program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program lainnya perlu didukung secara optimal oleh pemerintah daerah.
“Ketika kita bisa mensupport dan memfasilitasi secara optimal, maka kemanfaatannya akan bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Ngawi juga secara optimal,” katanya.
Semangat tersebut turut mewarnai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Ngawi. Rangkaian kegiatan dimulai pada malam 16 Agustus 2026 melalui malam tirakatan di Pendopo Wedya Graha.

Kegiatan berlangsung khidmat sebagai momentum untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng.
Memasuki tengah malam, rangkaian dilanjutkan dengan renungan suci dan upacara penghormatan kepada para pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dr. Rajiman Wedyodiningrat, Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi.

Upacara yang dipimpin Kapolres Ngawi tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Setelah upacara, para peserta melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan.
Rangkaian peringatan berlanjut pada pagi 17 Agustus 2026 melalui upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Alun-Alun Merdeka Ngawi. Dalam momentum tersebut, pemerintah juga menyerahkan remisi khusus Hari Kemerdekaan kepada warga binaan Lapas Kelas IIB Ngawi.

Dari total 304 penghuni Lapas Kelas IIB Ngawi, yang terdiri atas 36 tahanan dan 268 narapidana, sebanyak 217 warga binaan mendapatkan remisi HUT ke-81 RI. Rinciannya, 208 orang menerima Remisi Umum I (RU I), sembilan orang menerima Remisi Umum II (RU II), serta empat orang dinyatakan bebas. Selain itu, terdapat lima warga binaan yang mendapatkan subsider.
Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Ngawi kemudian berlanjut pada sore hari melalui upacara penurunan bendera. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan malam resepsi kenegaraan.
Melalui seluruh rangkaian tersebut, Pemkab Ngawi tidak hanya menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan yang bertumpu pada kemandirian, gotong royong, ketahanan pangan, pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez



