Berita Terkini
Trending Tags

Kecacingan Domba Bisa Pangkas Nilai Produksi hingga Jutaan Rupiah per Bulan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 105
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Edukasi IPB University tentang substitusi parsial obat cacing sintetis. Foto : Istimewa

Sinergia | Bogor – Kecacingan pada domba kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa. Padahal, jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini, infeksi parasit dapat menghambat pertumbuhan ternak, menurunkan efisiensi pemanfaatan pakan, memperpanjang masa pemeliharaan, hingga memangkas nilai produksi peternak.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen IPB University bersama kelompok ternak Kandangku Farm, Bogor, pada Juli 2026. Edukasi tersebut membahas cara mengenali gejala kecacingan sekaligus dampaknya terhadap produktivitas dan ekonomi usaha peternakan.

Tim pengabdian melibatkan Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko, Dr. drh. Dwi Budiono, dan Dr. Novia Amalia Sholeha, bersama kelompok ternak Kandangku Farm yang diketuai Ahmad Rizal Fahmi, S.P.

Menurut Dr. drh. Dwi Budiono, deteksi dini menjadi salah satu kunci untuk mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi kerugian yang lebih besar. Peternak perlu mencermati perubahan kondisi ternak sebelum gejala berkembang menjadi parah.

“Peternak tidak seharusnya menunggu sampai ternak mengalami kondisi berat baru melakukan tindakan. Keterampilan mengamati gejala kecacingan dan melakukan penanganan secara tepat merupakan hal penting yang harus dikuasai peternak,” ujar Dwi.

Sejumlah perubahan fisik dan performa dapat menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan peternak. Di antaranya kondisi tubuh semakin kurus, pertumbuhan lambat, bulu terlihat kusam, penurunan performa, hingga perubahan konsistensi feses pada kondisi tertentu.

Pada infeksi parasit tertentu yang menyebabkan kehilangan darah atau protein, domba juga dapat mengalami pucat pada selaput mata serta pembengkakan di bawah rahang yang dikenal sebagai bottle jaw.

Namun, gejala tersebut tidak selalu secara spesifik menunjukkan kecacingan. Karena itu, apabila terdapat dugaan infeksi, pengamatan kondisi ternak perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan yang tepat.

Kecacingan tidak hanya mengganggu kesehatan ternak, tetapi juga berpengaruh terhadap efisiensi usaha peternakan. Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko menjelaskan, domba yang mengalami gangguan parasit berpotensi tidak mampu memanfaatkan nutrisi pakan secara optimal. Akibatnya, pertambahan bobot badan dapat lebih rendah dibandingkan potensi yang seharusnya dicapai.

“Pakan dapat diformulasikan dengan tepat dan ternak memiliki potensi genetik yang baik, tetapi apabila mengalami kecacingan, pemanfaatan nutrien dan pertumbuhan ternak dapat terganggu sehingga menimbulkan kerugian produksi yang signifikan,” kata Tekad.

Dampak ekonominya kemudian berlapis. Ketika pertumbuhan domba melambat, peternak berpotensi membutuhkan waktu pemeliharaan lebih panjang untuk mencapai bobot jual yang ditargetkan. Artinya, kerugian bukan hanya berasal dari bobot badan yang tidak tercapai, tetapi juga dari tambahan biaya pakan dan pemeliharaan.

Besarnya potensi kerugian dapat digambarkan melalui simulasi sederhana. Jika seekor domba kehilangan potensi pertambahan bobot badan sebesar 20 gram per hari selama 30 hari, maka terdapat potensi kehilangan pertambahan bobot sekitar 0,6 kilogram per ekor.

Image Not Found
Edukasi IPB University tentang kecacingan domba. Foto : Istimewa

Kandangku Farm memelihara hingga 200 ekor domba. Dengan asumsi seluruh ternak mengalami kecacingan dan harga jual saat kurban mencapai Rp120.000 per kilogram bobot hidup, potensi kehilangan nilai produksi mencapai Rp14,4 juta per bulan.

Perhitungan tersebut berasal dari 0,6 kilogram kehilangan bobot dikalikan Rp120.000 per kilogram dan 200 ekor domba. Angka ini merupakan ilustrasi berdasarkan asumsi dalam kegiatan edukasi, bukan angka kerugian aktual yang pasti dialami peternak.

Kecacingan juga bukan persoalan yang asing bagi Kandangku Farm. Ketua kelompok ternak, Ahmad Rizal Fahmi, mengatakan pihaknya pernah mengalami dampak serius akibat infeksi parasit tersebut.

“Kandangku Farm pernah mengalami kerugian produksi yang cukup besar dan kematian ternak akibat cacingan terutama di musim awal penghujan, sampai pernah pada feses ternak terdapat cacing,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, peternak berada di garis terdepan dalam mendeteksi perubahan kondisi ternak karena setiap hari berinteraksi langsung dengan domba. Perubahan perilaku, nafsu makan, kondisi tubuh, warna mukosa, maupun performa ternak dapat menjadi tanda awal yang perlu mendapat perhatian.

Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengetahuan peternak dalam melakukan pengamatan. Ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan dan penularan parasit, kecacingan berpotensi menjadi masalah yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman peternak di lapangan. Dosen memberikan pemahaman mengenai keterkaitan kesehatan, nutrisi, dan produktivitas, sementara peternak menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi dalam pengelolaan ternak sehari-hari.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kesehatan ternak memiliki dimensi ekonomi yang tidak bisa diabaikan. Kecacingan yang tampak sebagai persoalan kecil pada satu ekor domba dapat berkembang menjadi masalah produksi ketika menyerang banyak ternak dan berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, menjaga domba dari kecacingan bukan hanya soal mempertahankan kesehatan ternak. Langkah tersebut juga berkaitan dengan menjaga pertumbuhan, mengoptimalkan pemanfaatan pakan, mengendalikan biaya pemeliharaan, dan mempertahankan keuntungan usaha peternakan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Kebangkitan Nasional, Korem 081/DSJ Bangkitkan Harapan Anak Panti di Pacitan

    Semangat Kebangkitan Nasional, Korem 081/DSJ Bangkitkan Harapan Anak Panti di Pacitan

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang semangat perjuangan bangsa, tetapi juga ajakan untuk terus berkarya dan memberikan sumbangsih nyata demi kemajuan negeri. Seperti yang dilakukan Korem 081/DSJ, semangat kebangkitan nasional diwujudkan melalui aksi sosial dalam merenovasi panti asuhan Citra Diri di Pacitan. Perjuangan ini bukan hanya sekadar tentang […]

    Bagikan
  • Kasus Korupsi Pokir Magetan Seret Elite Lintas Partai, Peta Politik DPRD Ikut Tersorot

    Kasus Korupsi Pokir Magetan Seret Elite Lintas Partai, Peta Politik DPRD Ikut Tersorot

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Magetan tidak hanya mengungkap praktik penyimpangan anggaran, tetapi juga membuka sisi lain berupa keterlibatan elite politik lintas partai di tingkat legislatif daerah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan sebelumnya telah menetapkan enam tersangka dalam perkara ini, termasuk tiga anggota DPRD aktif. […]

    Bagikan
  • Demo GMNI dan PMII Batal, Polri-TNI Tetap Jaga Ketat DPRD dan Puspem Mejayan

    Demo GMNI dan PMII Batal, Polri-TNI Tetap Jaga Ketat DPRD dan Puspem Mejayan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Demo GMNI dan PMII Batal, Polri-TNI Tetap Jaga Ketat DPRD dan Puspem Mejayan Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan personel gabungan Polri dan TNI tetap disiagakan di dua lokasi vital Kabupaten Madiun, Senin (1/9/2025), meski rencana aksi demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibatalkan. Pengamanan ketat dilakukan di Gedung […]

    Bagikan
  • Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Cuaca tidak menentu pada musim kemarau basah 2025 berdampak langsung pada kualitas tembakau di Kabupaten Madiun. Kondisi ini membuat harga jual tembakau rajangan milik petani di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, turun dari kisaran Rp. 48 ribu menjadi sekitar Rp. 45 ribu per kilogram. Suprawito, salah satu petani setempat, menyebut tembakau […]

    Bagikan
  • Polisi Kantongi Ciri Pelaku Pembobolan Kantor Pemkab Magetan, Terekam CCTV Beraksi Seorang Diri

    Polisi Kantongi Ciri Pelaku Pembobolan Kantor Pemkab Magetan, Terekam CCTV Beraksi Seorang Diri

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penyidikan kasus pencurian di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berlanjut. Polisi kini mengantongi sejumlah petunjuk penting, termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan sosok pelaku saat beraksi membobol ruang kantor dan mencuri sejumlah perangkat elektronik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga beraksi seorang diri pada Sabtu dini hari sekitar pukul 00.45 WIB. […]

    Bagikan
  • Sempat Terhenti, Program MBG di Paron Kini Lebih Tertata

    Sempat Terhenti, Program MBG di Paron Kini Lebih Tertata

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, akhirnya kembali bergulir. Program ini sebelumnya berhenti sejenak pada Rabu (27/8/2025) untuk dilakukan evaluasi. Hal itu setelah sejumlah siswa dan wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang disajikan. Sejak pertama kali diluncurkan pada Senin (25/8/2025), MBG menyasar 47 sekolah di empat desa […]

    Bagikan
expand_less