Tomy Seran Dipaksa Berbagi Angka dengan Iwan Key di Predalion Fight Night II
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 73
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Surabaya — Petinju senior Redam BC Magetan, Jawa Timur, Tomy Seran, harus puas berbagi angka dengan rival lamanya, Iwan Key dari Sasana Mutiara BC Malang, dalam gelaran Predalion Fight Night II di GOR Brawijaya Hayam Wuruk, Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Sabtu (22/8/2026) malam.
Pertarungan non-gelar yang berlangsung tiga ronde tersebut berjalan sengit sejak awal. Meski harus naik dua kelas dari kelas aslinya di 47 kilogram untuk menyesuaikan dengan kelas Iwan Key, Tomy Seran mampu memberikan perlawanan dan beberapa kali merepotkan lawannya.
Momentum penting terjadi pada ronde kedua. Tomy berhasil mendaratkan kombinasi pukulan hook dan uppercut ke arah wajah Iwan Key. Pukulan tersebut sempat membuat Iwan goyah, tetapi petinju senior asal Malang itu mampu segera mengembalikan kendali pertarungan.
Berbekal pengalaman panjang di atas ring, Iwan Key kemudian mengubah strategi dan lebih berhati-hati dalam menghadapi tekanan Tomy. Kedua petinju pun terlibat jual beli serangan hingga bel pertandingan ronde ketiga berakhir.
Keputusan akhir ditentukan melalui penilaian tiga hakim. Masing-masing hakim memberikan skor 37-39, 38-38, dan 39-37. Dengan hasil tersebut, pertarungan dinyatakan draw atau seri.
Usai pertandingan, Tomy Seran mengakui Iwan Key mampu menerapkan strategi yang efektif untuk meredam gaya bertarungnya.
“Saya ucapkan selamat kepada Iwan Key. Di rekor pertandingan kami sebelumnya saya selalu menang melawan dia, tetapi kali ini dia menggunakan strategi yang cerdik sehingga berhasil menahan saya dengan hasil draw,” ujar Tomy.
Tomy menyebut persaingan keduanya di atas ring tidak menghilangkan hubungan baik di luar pertandingan. Ia menganggap Iwan sebagai rival lama sekaligus sahabat.
“Kami berdua memang musuh lama di atas ring, tetapi kami adalah sahabat dan saudara di luar ring,” katanya.
Setelah pertandingan tersebut, Tomy juga menyatakan akan lebih banyak terlibat dalam pengembangan tinju di Magetan. Ia berencana mengikuti arahan manajernya, Nogling, untuk membantu membesarkan Redam BC Magetan bersama tim.
Menurut Tomy, Magetan memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi petinju berprestasi, tetapi sebagian di antaranya belum mendapatkan pembinaan dan wadah latihan yang memadai.
Tomy juga menyampaikan apresiasi kepada Noorman Batik Madrim selaku pemilik Redam BC Magetan yang selama ini menaunginya. Dukungan juga diberikan kepada Dandim Magetan Letkol Inf. Omi Girindra Sasmito yang dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga tinju di daerah tersebut.
Upaya pembinaan petinju muda Magetan pun mulai disiapkan. Dalam waktu dekat, Redam BC Magetan berencana menggelar kegiatan sparring dan pelatihan khusus untuk memetakan sekaligus menjaring atlet-atlet muda berbakat.
Pemilik Redam BC Magetan, Noorman Batik Madrim, mengatakan pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali olahraga tinju di Magetan secara terarah.
“Saya ingin dunia tinju di Magetan bangkit dan maju secara benar. Di sini banyak anak-anak yang hebat dan berbakat, tetapi belum ternaungi dengan baik. Karena itu kami membuka peluang bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan mengembangkan bakatnya agar bisa mencapai target yang mereka cita-citakan,” kata Noorman.
Program tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan petinju baru untuk berlaga di tingkat regional, tetapi juga membuka jalan bagi atlet Magetan menembus panggung tinju profesional Indonesia.
Hasil seri Tomy Seran melawan Iwan Key sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi dan pembinaan olahraga tinju di Magetan. Dengan dukungan sasana, pelatih, manajemen, serta berbagai pihak, Redam BC menargetkan munculnya generasi baru petinju Magetan yang mampu berprestasi di tingkat nasional. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez



