Berita Terkini
Trending Tags

Usai 10 Tahun Vakum, Kirab Gunungan Jaler-Estri Grebeg Maulud di Kota Madiun Kembali Digelar 

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kirab Gunungan Jaler-Estri kembali digelar di Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Gema Sholawat Nabi menggema di Masjid Besar Kuno Taman Kota Madiun pada Selasa (25/8/2026). Suasana yang tidak nampak sejak satu dekade terakhir kini kembali disambut suka cita masyarakat dalam Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, Pemerintah Kota Madiun kembali menggelar kirab Gunungan Jaler-Estri yang diberangkatkan dari Masjid Besar Kuno Taman.

Nampak 3 Camat dan 27 Lurah turut dalam rombongan kirab bersama para pelajar di Kota Pendekar. Kirab ini merupakan rangkaian dari Peringatan Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW., 1448 Hijrah/2026 Masehi. Rute yang dilalui diantaranya Jalan Kemiri, Jalan Wuni, Jalan Kenari, Jalan Panglima Sudirman, Jalan dr. Seotomo, Jalan Jawa hingga Jalan Semeru dan Finish di Alun-Alun Kota Madiun. Masyarakat pun antusias menyaksikan Grebeg Maulud ini.

Image Not Found
Gunungan Jaler-Estri simbol keseimbangan kehidupan. Foto : Kris-Sinergia

Gunungan Jaler berisikan dari hasil bumi seperti kacang panjang, lombok/ cabai, padi dan sayuran merupakan simbol kehidupan yang terus berjalan, berputar dan berubah. Gunungan yang menjulang mengingatkan pada tingginya cita-cita.

Sementara, Gunungan Estri yang berisikan jajanan pasar merupakan simbol kehidupan dan juga menggambarkan kehidupan terdapat berbagai kebutuhan, baik kebutuhan jasmani maupun rohani. Wujudnya menjadi perlambang bahwa kehidupan manusia.

Kedua gunungan tersebut juga melambangkan keseimbangan dunia, antara laki-laki dan perempuan, antara naik dan turun, serta kekuatan dan kelembutan sebagai gambaran kehidupan.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengungkapkan bahwa Grebeg Maulud ini merupakan momentum dalam meningkatkan keteladanan terhadap Rasulullah SAW. Selain itu, juga sebagai langkah untuk terus melestarikan budaya di tengah masyarakat.

Image Not Found
Plt Wali Kota Madiun menyerahkan buceng dan bantuan kepada masyarakat. Foto : Kris-Sinergia

“Kegiatan Grebeg Maulud Nabi tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan keteladanan kita terhadap Rasulullah SAW, serta menjadi tuntunan dan tontonan yang menarik,” ujar Bagus.

Kearifan lokal dan budaya di masyarakat sangatlah penting untuk terus dilestarikan. Grebeg Maulud ini bisa menjadi wadah dalam memperkokoh kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat. Tokoh agama maupun tokoh budaya di Kota Madiun memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Ini bisa menjadi tradisi yang tentunya sebagai ikon pariwisata dan budaya daerah di Kota Madiun. Pasti bisa mendatangkan wisatawan dan mendongkrak perekonomian,” imbuhnya.

Usai doa bersama, Plt Wali Kota Madiun menyerahkan sebanyak 30 buceng dan bantuan kepada masyarakat. Ini menjadi simbol bahwa Pemkot Madiun senantiasa peduli kepada kesejahteraan warganya.

Masyarakat pun sudah tak sabar untuk berebut isi Gunungan Jaler-Estri. Usai diizinkan, mereka pun berebut baik sayuran maupun jajan pasar. Masyarakat sangat antusias karena Grebeg Maulud ini sudah lama tidak digelar.

“Alhamdulillah tahun ini ada lagi. Ada mauludan dan tumpengan. Dah lama kan tidak ada. Ini dapat banyak ada terong, wortel, kacang, pisang. Nanti dimasak sama dibagikan ke temen-temen juga. Semoga bisa lebih meriah lagi kedepannya,” ujar Ninik, warga Taman.

Image Not Found
Grebeg Maulud tradisi yang patut dipertahankan dan diwariskan. Foto : Kris-Sinergia

Plt Wali Kota Madiun menegaskan bahwa kedepannya Grebeg Maulud akan terus ditingkatkan. Baik segi konsep maupun rangkaian kegiatannya. 

“Pastinya akan kita perbaiki. Kita evaluasi. Semua tidak ada yang sempurna. Tetapi poin-poin sudah ada catatan di Disbudparpora. Tahun depan kita laksanakan lagi. Supaya nanti lebih baik dari tahun ini,” pungkas Bagus.

Grebeg Maulud bukan sekedar seremonial belaka. Namun sudah menjadi bagian dari denyut nadi dan budaya masyarakat di Kota Madiun. Kembalinya kiran Gunungan Jaler-Estri usai 10 tahun vakum tentu sangat dinantikan oleh masyarakat. Tidak hanya sebatas kegiatan namun sebuah tradisi yang patut untuk terus dipertahankan dan wariskan kepada generasi ke generasi. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ngawi melonjak tajam pada awal Ramadan. Di Pasar Besar Ngawi, komoditas ini kini dijual Rp120 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya Rp95 ribu. Kenaikan tersebut membuat harga cabai setara dengan harga daging sapi yang juga berada di kisaran Rp120 ribu per […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Siap Jerat Pidana Tambang Bermasalah di Sayutan

    Polres Magetan Siap Jerat Pidana Tambang Bermasalah di Sayutan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Aktivitas tambang yang dilakukan CV. Putra Anugerah di Dusun Nusupan, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kini berada di ujung tanduk. Polres Magetan akan menempuh jalur hukum apabila terbukti ada pelanggaran izin dan aktivitas tambang dilakukan di luar wilayah yang sah. Penegasan ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres […]

    Bagikan
  • Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkara cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh pihak istri masih mendominasi angka perceraian di Kabupaten Magetan sepanjang 2025. Banyak di antaranya melibatkan istri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Berdasarkan data laporan tahunan Pengadilan Agama (PA) Magetan, sepanjang 2025 tercatat 848 perkara cerai gugat dan 308 […]

    Bagikan
  • Heboh Teror “Pocong Begal” di Ngawi, Polisi Pastikan Hoaks Tapi Minta Warga Tetap Waspada

    Heboh Teror “Pocong Begal” di Ngawi, Polisi Pastikan Hoaks Tapi Minta Warga Tetap Waspada

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Kabupaten Ngawi sempat dibuat resah oleh beredarnya foto dan pesan berantai di media sosial maupun grup percakapan WhatsApp yang menyebut adanya aksi teror “pocong jadi-jadian” bersenjata tajam yang berkeliaran pada malam hingga dini hari. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya warga di wilayah Kecamatan Geneng, Gerih, […]

    Bagikan
  • Belasan Rumah di Ngluyu dan Lengkong Direnovasi

    Belasan Rumah di Ngluyu dan Lengkong Direnovasi

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Belasan rumah tidak layak huni di Kecamatan Ngluyu dan Lengkong menjadi sasaran dalam program TMMD ke-124 Kodim 0810/Nganjuk. Salah satunya milik Sholikin, warga Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan itu tak pernah menyangka. Rumahnya yang dulu hanya terbuat dari bilah bambu dan kayu akan direnovasi. […]

    Bagikan
  • Innova Reborn Tabrak Truk Trailer di Tol Ngawi, Satu Penumpang Tewas

    Innova Reborn Tabrak Truk Trailer di Tol Ngawi, Satu Penumpang Tewas

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Tol Solo–Ngawi, tepatnya di Kilometer 566, masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Innova Reborn menabrak bagian belakang truk trailer bermuatan kabel PLN yang sedang melaju di jalurnya. Akibat kecelakaan tersebut, satu orang […]

    Bagikan
expand_less