Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Jumlah Siswa Makin Turun, SDN Mojorejo 2 Magetan Bakal Digabung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SDN Mojorejo 2 Magetan bakal diregrouping. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai melakukan penataan satuan pendidikan dasar negeri yang mengalami penurunan jumlah peserta didik. Salah satu sekolah yang dipastikan masuk dalam rencana regrouping adalah SDN Mojorejo 2, yang selama dua tahun terakhir tidak mendapatkan siswa baru.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap keberadaan sekolah negeri di tengah perubahan jumlah dan sebaran peserta didik. Regrouping dinilai menjadi salah satu pilihan untuk memastikan pengelolaan sekolah tetap efektif sekaligus menyesuaikan kebutuhan pendidikan di masing-masing wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan, Suhardi, mengatakan kondisi SDN Mojorejo 2 menjadi perhatian karena jumlah siswanya terus menurun. Dalam dua tahun terakhir, sekolah tersebut bahkan tidak memperoleh peserta didik baru.

“Memang ada sekolah yang kondisinya siswanya sangat minim. SDN Mojorejo 2 salah satunya, dan dalam dua tahun terakhir tidak mendapatkan siswa baru. Karena itu, sekolah tersebut akan kami lakukan regrouping,” kata Suhardi.

Selain faktor jumlah siswa, kondisi lokasi sekolah juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah. Bangunan SDN Mojorejo 2 saat ini berada di kawasan yang dikelilingi deretan ruko dan bangunan Koperasi Desa Merah Putih. Meski berada tidak jauh dari jalan raya, sekolah tersebut juga berdekatan dengan sekolah pemangku lainnya.

Menurut Suhardi, penataan sekolah tidak bisa hanya didasarkan pada satu faktor. Pemerintah perlu melihat jumlah peserta didik, kondisi sekolah, sebaran satuan pendidikan, hingga kebutuhan tenaga pendidik di wilayah tersebut.

“Kami tidak hanya melihat jumlah siswa, tetapi juga melihat kondisi sekolah, jaraknya dengan sekolah lain, serta kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut. Semua akan kami inventarisasi dan petakan terlebih dahulu,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 353 SD negeri di Kabupaten Magetan. Berdasarkan data penerimaan peserta didik, pendaftar kelas satu SD melalui sistem daring mencapai 4.158 siswa. Jumlah tersebut berasal dari sejumlah jalur penerimaan, yakni afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi.

Image Not Found
Jumlah siswa SDN Mojorejo 2 terus menurun. Foto : Kus-Sinergia

Sementara itu, pada jenjang SMP negeri, Disdikpora Magetan menyediakan sekitar 6.100 kursi yang tersebar di 39 sekolah. Hingga penutupan pendaftaran secara daring, tercatat sekitar 5.220 calon siswa. Setelah dilakukan pengisian kuota, jumlah peserta didik bertambah sekitar 164 siswa.

Data tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi pemerintah daerah dalam melihat kebutuhan dan distribusi peserta didik di setiap satuan pendidikan. Penataan dilakukan agar keberadaan sekolah dapat disesuaikan dengan kondisi demografi serta jumlah siswa di wilayah masing-masing.

Regrouping juga tidak hanya menyangkut pemindahan peserta didik. Pemerintah daerah harus menata tenaga pendidik dan kepala sekolah yang berada di sekolah yang digabungkan.

“Guru dari sekolah yang diregrouping nantinya tidak serta-merta hilang. Mereka akan kami distribusikan ke sekolah lain sesuai kebutuhan. Begitu juga kepala sekolah, akan dilakukan penataan kembali,” jelas Suhardi.

Disdikpora Magetan memastikan proses penataan masih akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah saat ini melanjutkan inventarisasi dan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang memiliki kondisi serupa.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keputusan regrouping tidak dilakukan secara terburu-buru. Faktor akses pendidikan bagi masyarakat, jarak antarsekolah, jumlah peserta didik, kebutuhan guru, serta kondisi sarana dan prasarana akan menjadi bahan pertimbangan.

“Kami masih melakukan pemetaan. Jadi bukan hanya satu sekolah, tetapi kami lihat secara keseluruhan mana sekolah yang memang perlu ditata. Prinsipnya, layanan pendidikan kepada masyarakat tetap harus berjalan dengan baik,” pungkas Suhardi.

Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Magetan berharap penataan satuan pendidikan dapat menciptakan distribusi peserta didik dan tenaga pendidik yang lebih proporsional. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut memastikan regrouping tidak membuat akses masyarakat terhadap pendidikan dasar menjadi lebih sulit. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sunday market bantaran Kota Madiun menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat untuk mengisi akhir pekan. Hal itu berdampak dari banyaknya kendaraan bagi roda 2 maupun roda 4 yang parkir tidak sesuai tempatnya. Seperti memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Madiun. ‘’Sesuai UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan […]

    Bagikan
  • Penandatanganan PKS dengan Pengadilan Agama dan Rutan Kelas II B, Polres Magetan Perkuat Sinergi Hukum

    Penandatanganan PKS dengan Pengadilan Agama dan Rutan Kelas II B, Polres Magetan Perkuat Sinergi Hukum

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Langkah konkret yang dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga kembali dilakukan Polres Magetan. Melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengadilan Agama dan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Magetan, jajaran aparat hukum berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan efisien bagi masyarakat. Penandatanganan PKS digelar di Ruang Eksekutif Polres […]

    Bagikan
  • Penumpukan Gula di Gudang PG Jadi Sorotan, APTRI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Kelola BUMN Pangan

    Penumpukan Gula di Gudang PG Jadi Sorotan, APTRI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Kelola BUMN Pangan

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Isu penumpukan gula di gudang pabrik gula kembali mencuat. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VIII, Guntur Sasono, menegaskan persoalan tersebut merugikan masyarakat karena berdampak pada harga konsumsi di pasaran. Hal itu ia sampaikan usai menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa […]

    Bagikan
  • Pembangunan Gerai KDKMP di Magetan Terkendala Administrasi, Baru 24 Titik Siap Beroperasi

    Pembangunan Gerai KDKMP di Magetan Terkendala Administrasi, Baru 24 Titik Siap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya memperluas pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya berjalan mulus. Dari total target 235 titik, baru 24 gerai yang dinyatakan selesai dan siap digunakan. Sejumlah persoalan administrasi serta status lahan masih menjadi hambatan utama di lapangan. Data terbaru menunjukkan masih ada 40 lokasi yang belum […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang dan Dua Rumah di Kota Madiun Rusak

    Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang dan Dua Rumah di Kota Madiun Rusak

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Jumat sore (17/10/2025). Dalam waktu sekitar satu jam, puluhan pohon tumbang dan dua rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menjelaskan bahwa sejumlah titik terdampak tersebar di beberapa wilayah. “Ada dua […]

    Bagikan
  • Sekolah Rakyat di Madiun Masih Kekurangan Siswa dan Sarpras, Kurikulum Jadi Kendala

    Sekolah Rakyat di Madiun Masih Kekurangan Siswa dan Sarpras, Kurikulum Jadi Kendala

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Madiun yang telah berjalan sekitar dua bulan masih menghadapi sejumlah kendala. Mulai dari belum lengkapnya sarana prasarana (sarpras) penunjang pembelajaran, ketersediaan fasilitas teknologi, hingga belum terpenuhinya kuota siswa. Persoalan tersebut terungkap dalam monitoring dan evaluasi (monev) perdana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun sejak program […]

    Bagikan
expand_less