Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Karnaval Unik di Magetan, Puluhan Mesin Penggiling Padi Dihias Nuansa Kemerdekaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan huler keliling dihias untuk karnaval kemerdekaan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemandangan tak biasa mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Puluhan mesin penggiling padi keliling atau huler disulap menjadi kendaraan karnaval dan diarak menyusuri jalan desa.

Sedikitnya 40 unit huler keliling ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mesin-mesin yang sehari-hari digunakan untuk menggiling gabah milik petani itu dihias semenarik mungkin dengan ornamen bernuansa kemerdekaan.

Karnaval tersebut bukan sekadar memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari anniversary ke-2 Komunitas Penggiling Padi Kabupaten Magetan.

Sekretaris Desa Bangsri, Bambang Subandono, mengatakan Desa Bangsri dipilih kembali sebagai lokasi kegiatan karena wilayah tersebut dinilai memiliki sejarah penting bagi berkembangnya usaha penggilingan padi keliling di Magetan.

“Acara ini dalam rangka memperingati kemeriahan HUT RI ke-81 sekaligus anniversary komunitas penggiling padi Kabupaten Magetan yang kedua. Bangsri merupakan embrio atau awal berkembangnya huler penggilingan padi keliling,” ujar Bambang.

Menurutnya, mayoritas anggota komunitas merupakan pengusaha atau pekerja penggilingan padi keliling yang sehari-hari berkeliling melayani petani di berbagai wilayah Kabupaten Magetan. Keberadaan huler keliling berkembang seiring dengan kuatnya sektor pertanian di Desa Bangsri dan sekitarnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, para pemilik dan operator huler dari berbagai wilayah Magetan berkumpul di Desa Bangsri. Mereka kemudian mengikuti pawai dengan rute sekitar enam kilometer melintasi wilayah Kecamatan Ngariboyo.

Tak hanya diikuti huler lokal, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan temu komunitas. Sejumlah penggiling padi modifikasi dari luar daerah, termasuk Ponorogo, dijadwalkan bergabung dalam kegiatan lanjutan berupa kopi darat (kopdar) dan hiburan bersama.

Image Not Found
Sebanyak 40 huler mengikuti pawai sejauh enam kilometer. Foto : Kus-Sinergia

Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Warga memadati sejumlah titik di sepanjang jalur yang dilalui rombongan huler. Panitia bahkan menyiapkan lima kereta kelinci untuk mengangkut warga, namun jumlah peminat disebut melebihi kapasitas tempat duduk yang tersedia.

“Antusias warga luar biasa. Kami menyiapkan lima kereta kelinci, tetapi sampai kekurangan tempat duduk. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan arus di jalan juga lancar,” kata Bambang.

Bagi warga, kehadiran puluhan mesin penggiling padi dalam sebuah karnaval menjadi daya tarik tersendiri. Nurul Rosidah, salah seorang warga, mengaku sengaja menyaksikan pawai tersebut karena lokasinya dekat dengan rumah.

Menurutnya, huler yang biasanya digunakan untuk menggiling padi menjadi terlihat berbeda ketika dihias dan diarak dalam kegiatan kemerdekaan.

“Menarik karena banyak sekali masyarakat yang datang. Mesin huler yang biasanya untuk penggilingan padi dibuat untuk karnaval, jadi unik,” ujar Nurul.

Nurul mengatakan dirinya hampir setiap tahun menyaksikan kegiatan serupa karena rumahnya berada di sekitar jalur yang dilalui pawai.

Bambang menambahkan, kegiatan komunitas penggiling padi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Setelah dua tahun berturut-turut digelar di Desa Bangsri, pelaksanaan berikutnya direncanakan dapat berpindah ke wilayah lain di Kabupaten Magetan.

Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, karnaval huler juga menjadi ruang bagi para pelaku usaha penggilingan padi keliling untuk mempererat hubungan sekaligus memperkenalkan aktivitas mereka kepada masyarakat.

Dengan menggabungkan semangat kemerdekaan, budaya gotong royong, dan aktivitas ekonomi berbasis pertanian, pawai huler ini menjadi salah satu bentuk kreativitas warga Magetan dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengendara Motor di Ngawi Tewas Usai Bertabrakan dengan Truk

    Pengendara Motor di Ngawi Tewas Usai Bertabrakan dengan Truk

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Nasib naas dialami oleh pengendara motor M.R Heri Santoso (48), warga Gaya Baru VIII, Kabupaten Lampung Tengah di Jalan Raya Ngawi – Karangjati, tepatnya wilayah Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman pada Jumat (04/07/2025). Korban tewas seketika usai bertabrakan dengan truk Hino boks bernomor polisi L-9498-UO yang dikemudikan Hendi Hendroyono (44), warga […]

    Bagikan
  • 300 Satlinmas Kota Madiun Dilatih Tanggap Kebakaran, Jadi Garda Awal Hadapi Keadaan Darurat

    300 Satlinmas Kota Madiun Dilatih Tanggap Kebakaran, Jadi Garda Awal Hadapi Keadaan Darurat

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 300 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Kota Madiun mendapat pelatihan tanggap kebakaran di GOR Wilis, Selasa (11/8/2026). Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran. Pelatihan digelar dengan melibatkan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Madiun. Para personel […]

    Bagikan
  • Usai Kejadian Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perketat Monitoring SLHS 24 SPPG

    Usai Kejadian Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perketat Monitoring SLHS 24 SPPG

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah tegas menyikapi dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi beberapa waktu lalu. Fokus utama diarahkan pada pengetatan pengawasan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handianto, […]

    Bagikan
  • Kejar Target Nasional, Disdukcapil Magetan Jemput Bola Rekam KTP-el ke Sekolah

    Kejar Target Nasional, Disdukcapil Magetan Jemput Bola Rekam KTP-el ke Sekolah

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magetan terus mengejar target perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dengan menyasar pelajar yang memasuki usia wajib memiliki identitas kependudukan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui layanan jemput bola perekaman KTP-el ke sejumlah SMA, SMK, dan sekolah luar biasa (SLB) di seluruh wilayah […]

    Bagikan
  • Baru 2 Minggu Berjalan, Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kabupaten Madiun Sepi Peminat

    Baru 2 Minggu Berjalan, Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kabupaten Madiun Sepi Peminat

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Animo masyarakat dalam memanfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Madiun, ternyata masih jauh dari target. Padahal, program andalan di bawah pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo – Gibran tersebut, dilaksanakan di Bumi Kampung Pesilat berjalan 2 minggu lalu. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Soelaiman mengungkapkan, […]

    Bagikan
  • SPMB 2025, Ini Jawaban Cabdindik Jatim Soal Siswa Belum Tertampung di SMA Negeri

    SPMB 2025, Ini Jawaban Cabdindik Jatim Soal Siswa Belum Tertampung di SMA Negeri

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur wilayah Kota/Kabupaten Madiun Dan Ngawi angkat bicara terkait protes orang tua maupun wali murid terkait proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Diketahui, sejumlah orang tua siswa mendatangi kantor Cabdindik di Jalan Pahlawan Kota Madiun pada Senin (30/06/2025) lantaran anak mereka belum […]

    Bagikan
expand_less