Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Harga Beras Naik, Penerima Bantuan Pangan di Magetan Melonjak 60 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penyaluran bantuan beras untuk warga Magetan terus berjalan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga beras lokal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat bantuan pangan pemerintah semakin penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di tengah meningkatnya beban kebutuhan pokok, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di Magetan tahun ini melonjak hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Bulog menunjukkan, penerima bantuan pangan tahun ini mencapai 81.154 keluarga. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 50 ribu penerima.

Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan peningkatan jumlah penerima menunjukkan adanya perluasan sasaran masyarakat yang mendapatkan bantuan pangan.

“Untuk Kabupaten Magetan sendiri tahun ini penerimanya 81.154. Jumlah ini sebenarnya meningkat dari tahun lalu, yang sekitar 50 ribuan. Tahun ini menjadi 81 ribuan,” ujar Budiwan saat monitoring penyaluran bantuan pangan di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Magetan.

Bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bantalan bagi masyarakat ketika harga beras lokal mulai mengalami kenaikan. Kondisi produksi pertanian dan faktor cuaca, termasuk fenomena El Nino, turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pasokan gabah maupun beras.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, kenaikan harga beras dapat langsung berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga. Sebagai kebutuhan pokok, konsumsi beras relatif sulit dikurangi sehingga kenaikan harga berpotensi mempersempit anggaran untuk kebutuhan lainnya.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat, bantuan beras kali ini disalurkan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September. Dengan pola tersebut, penerima memperoleh bantuan sekaligus untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga selama tiga bulan.

Salah seorang penerima bantuan, Sumarsih (45), mengaku bantuan tersebut sangat dibutuhkan. Ia tidak memiliki sawah sehingga seluruh kebutuhan beras keluarganya harus dipenuhi dengan membeli.

“Sangat membutuhkan karena saya tidak punya sawah,” kata Sumarsih.

Kondisi serupa dirasakan Yunella Rikawati (28). Beras bantuan pemerintah tetap dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, meski dicampur dengan beras lain agar teksturnya lebih sesuai dengan selera.

“Dimakan, tetapi sebagai campuran beras lain agar lebih enak dan tidak keras nasinya,” ujarnya.

Image Not Found
Bantuan beras diberikan untuk alokasi Juli-September 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sementara itu, Kashi (65) mengambil bantuan beras untuk anaknya yang tercatat sebagai penerima. Namun, ia mengaku dirinya sendiri tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Secara keseluruhan, alokasi bantuan pangan untuk Kabupaten Magetan mencapai 2.437.620 kilogram atau sekitar 2.437 ton.

Hingga monitoring penyaluran dilakukan, Bulog telah mendistribusikan 1.358.310 kilogram atau sekitar 1.358 ton kepada 45.277 PBP dari total 81.154 penerima.

Artinya, penyaluran masih terus berlangsung secara bertahap dan ditargetkan selesai sekitar pertengahan September.

Budiwan mengatakan pemberian bantuan sekaligus untuk tiga bulan diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan beras masyarakat yang masuk dalam daftar penerima.

Di tengah kenaikan harga beras di tingkat lokal, Bulog memastikan ketersediaan stok beras masih dalam kondisi aman. Saat ini, stok yang tersedia disebut mencapai sekitar 102 ribu ton.

“Untuk stok beras, alhamdulillah kami pada hari ini ada sekitar 102 ribu ton. Kami perkirakan bisa bertahan sampai kuartal tahun depan atau mungkin akhir tahun masih aman,” jelas Budiwan.

Selain menjaga stok, Bulog juga terus melakukan penyerapan beras dari petani. Dari target penyerapan sekitar 79.200 ton, realisasi yang dicapai telah berada di kisaran 80 ribu ton.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus mendukung petani ketika harga gabah berada pada level tinggi.

Untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen, Bulog juga menggelontorkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke toko-toko dan jaringan ritel. Operasi pasar turut dilakukan di sejumlah wilayah.

Menurut Budiwan, ketersediaan stok yang memadai dan distribusi beras melalui berbagai saluran diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

“Stok yang kita jual banyak, kemudian serapan kita semuanya untuk kondisi ketahanan sebenarnya tidak ada masalah. Kita juga sudah menggelontorkan SPHP di toko-toko dan retail,” pungkasnya.

Dengan penerima bantuan yang meningkat menjadi lebih dari 81 ribu keluarga, efektivitas penyaluran menjadi semakin penting. Selain memastikan bantuan diterima oleh keluarga sasaran, stabilisasi pasokan dan harga beras juga menjadi faktor krusial agar kenaikan harga pangan tidak semakin menekan daya beli masyarakat Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hanguskan Kandang, Empat Kambing dan Unggas Mati

    Kebakaran Hanguskan Kandang, Empat Kambing dan Unggas Mati

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran kandang ternak terjadi di Desa Maospati, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Sabtu (6/9/2025) sore. Dalam musibah ini, empat ekor kambing dan sejumlah unggas mati terpanggang, kerugian pun ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Api diduga berasal dari perapian yang digunakan untuk menghangatkan kandang dan mengusir […]

    Bagikan
  • Tak Ada Kejelasan Soal Hasil Uji Lab Keracunan MBG, Dinkes Ngawi : Kewenangan BGN

    Tak Ada Kejelasan Soal Hasil Uji Lab Keracunan MBG, Dinkes Ngawi : Kewenangan BGN

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dugaan keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur hingga kini belum ada kejelasan. Termasuk soal hasil uji laboratorium sampel makanan MBG yang disantap para siswa. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi menegaskan, instansinya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada publik. […]

    Bagikan
  • Selama Nataru Pemkot Melarang Keras Penggunaan Sound Horeg

    Selama Nataru Pemkot Melarang Keras Penggunaan Sound Horeg

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) menjadi atensi Pemkot Madiun. Mulai dari pola pengamanan, kebutuhan pokok, hingga event telah disiapkan. Konvoi menggunakan knalpot brong dan sound horeg dilarang melintas di jalanan Kota Pendekar. Pemkot akan menyiapkan sejumlah tempat yang bisa digunakan masyarakat untuk menyambut tahun baru 2025. Meliputi, […]

    Bagikan
  • VP KAI Daop 7 Madiun Inspeksi Jalur Madiun–Kertosono, Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Tetap Optimal

    VP KAI Daop 7 Madiun Inspeksi Jalur Madiun–Kertosono, Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Tetap Optimal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat aspek keselamatan dan keandalan operasional perkeretaapian. Salah satunya melalui inspeksi jalur yang dilakukan Vice President Daop 7 Madiun, Ali Afandi, di lintas Madiun–Kertosono menggunakan lori dresin, Senin (3/8/2026). Inspeksi dimulai dari Stasiun Madiun pukul 09.00 WIB dengan didampingi jajaran […]

    Bagikan
  • Razia Gabungan Lapas Ngawi, Petugas Temukan Ponsel Android hingga Gunting

    Razia Gabungan Lapas Ngawi, Petugas Temukan Ponsel Android hingga Gunting

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Lapas Kelas IIB Ngawi menggelar razia gabungan bersama TNI dan Polri sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) dan Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirpamintel).  Kalapas IIB Ngawi Iwan Setiawan mengatakan hal ini bertujuan memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Razia dipimpin langsung oleh Plh. […]

    Bagikan
  • Santri Tenggelam Saat Mandi di Bengawan Solo, Ibu Korban Menangis Histeris

    Santri Tenggelam Saat Mandi di Bengawan Solo, Ibu Korban Menangis Histeris

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Kamis (11/6/2026) sore. Korban bernama Muhamad Maulana Rifai (14), warga Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama 13 rekan sesama santri mandi di Sungai […]

    Bagikan
expand_less