Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 185
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani menunjukkan penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati bisa menekan ongkos biaya hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, membuktikan pertanian ramah lingkungan tak selalu berarti biaya produksi lebih mahal. Melalui penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati, ongkos budidaya padi mereka disebut bisa ditekan hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia.

Salah satu petani, Sukardiono, mengatakan penghematan terutama berasal dari pengurangan penggunaan bahan kimia dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Dari segi biaya produksi, kita bisa menekan hampir 80 persen,” kata Sukardiono saat Temu Lapang Manajemen Tanaman Sehat di Desa Klumutan, Sabtu (5/9/2026).

Tak hanya memangkas biaya, penerapan MTS juga berdampak pada hasil panen. Sukardiono menyebut produksi padi di lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya belum mencapai satu ton, kini bisa menembus lebih dari satu ton.

Kualitas beras yang dihasilkan juga dinilai lebih baik dan dapat masuk kategori beras premium.

“Dari segi warna kelihatan natural sekali,” ujarnya.

Pengurangan pestisida kimia dilakukan dengan memanfaatkan bahan biologis yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Paeni, bahan pengendali hama yang dibuat dari limbah air kedelai.

Bahan tersebut dipilih karena Desa Klumutan dikenal memiliki aktivitas produksi tahu dan tempe yang menghasilkan limbah air kedelai dalam jumlah cukup banyak.

“Kita tidak pakai kimia. Semua kita pakai dari biologis yang ada di sekitar kita. Hasil limbah air kedelai itu kita bikin Paeni,” kata Sukardiono.

Paeni kemudian dimanfaatkan sebagai bahan insektisida untuk membantu mengendalikan OPT pada tanaman padi.

Pemanfaatan limbah lokal ini menunjukkan penerapan pertanian berbasis hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar petani, tanpa harus bergantung pada bahan produksi yang mahal.

Penerapan MTS di Desa Klumutan saat ini telah melibatkan 25 petani dari enam kelompok tani. Praktik tersebut tidak hanya dilakukan di lahan percontohan atau demplot, tetapi mulai ditularkan kepada petani lain di sekitar lokasi.

“Pesertanya 25. Semuanya sudah menerapkan. Terus itu getok tularan di sekitar petani-petani sekitar mereka,” tuturnya.

Para petani juga memberikan pupuk dan bahan pengendali hasil olahan mereka kepada petani lain. Langkah tersebut diharapkan memperluas penerapan budidaya padi berbasis hayati di Desa Klumutan.

Meski menawarkan efisiensi biaya dan peningkatan hasil, penerapan MTS masih menghadapi tantangan, terutama perubahan cuaca dan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Karena itu, Sukardiono berharap petani mendapat dukungan teknologi pengamatan cuaca seperti Automatic Weather Station (AWS). Informasi cuaca yang lebih akurat dinilai penting agar petani dapat menentukan waktu tanam, pemeliharaan, hingga pengendalian hama secara lebih tepat. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati HAN 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Anak Disabilitas Naik Kereta Gratis dan Tampilkan Unjuk Bakat

    Peringati HAN 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Anak Disabilitas Naik Kereta Gratis dan Tampilkan Unjuk Bakat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli dengan menggelar kegiatan edukasi bagi anak-anak penyandang disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak merasakan pengalaman naik kereta api secara gratis sekaligus menampilkan berbagai pertunjukan bakat. Kegiatan diikuti siswa-siswi dari SLB […]

    Bagikan
  • Insiden Perlintasan KA di Daop 7 Madiun Masih Tinggi, KAI Gencarkan Sosialisasi Disiplin

    Insiden Perlintasan KA di Daop 7 Madiun Masih Tinggi, KAI Gencarkan Sosialisasi Disiplin

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Angka insiden di perlintasan sebidang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun masih tergolong tinggi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat puluhan kejadian sepanjang 2025 hingga awal 2026, yang sebagian besar dipicu rendahnya disiplin pengguna jalan. Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, sepanjang 2025 terjadi 24 insiden di […]

    Bagikan
  • Menilik Keseruan Bermain Layang-Layang di Musim Kemarau

    Menilik Keseruan Bermain Layang-Layang di Musim Kemarau

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Musim kemarau yang identik dengan langit cerah dan angin kencang menjadi momen yang dinanti oleh para pecinta layang-layang di Kota Madiun. Fenomena ini kembali menghidupkan tradisi lama yang kini digemari lintas generasi. Tak hanya anak-anak, remaja hingga orang dewasa pun turut serta memeriahkan langit Kota Madiun dengan warna-warni layang-layang. Lapangan […]

    Bagikan
  • Dari “Jalur Gaza” Jadi Wilayah Guyub Rukun, Kapolsek Geger Jalin Sinergi Bareng Awak Media

    Dari “Jalur Gaza” Jadi Wilayah Guyub Rukun, Kapolsek Geger Jalin Sinergi Bareng Awak Media

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kapolsek Geger, AKP Hafiz Prasetia Akbar, menilai peran media massa sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai kinerja kepolisian. Menurutnya, sinergi antara polisi, masyarakat, pemerintah, dan pers menjadi fondasi utama terciptanya keamanan di wilayah Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. “Banyak istilah maupun kegiatan kepolisian yang tidak dipahami masyarakat. […]

    Bagikan
  • Mobil Travel Jakarta-Madura Tabrak Truk di Tol Ngawi, Dua Korban Sempat Terjepit

    Mobil Travel Jakarta-Madura Tabrak Truk di Tol Ngawi, Dua Korban Sempat Terjepit

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Solo–Ngawi, tepatnya di Kilometer 568 wilayah Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil travel jurusan Jakarta–Madura dengan truk bok pengangkut paket. Akibat benturan keras, dua orang yang berada di dalam […]

    Bagikan
  • Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Budidaya jamur merang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Madiun. Ahmad Fauzani, 44 tahun, seorang pembudidaya jamur merang dari Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2016. Berkat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKP Kabupaten Madiun, ia berhasil mengembangkan usahanya hingga […]

    Bagikan
expand_less