Gudang Pengolahan Kayu di Ngawi Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- visibility 133
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Gudang penyimpanan sekaligus pengolahan kayu di Desa Padas, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ludes terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sore. Kebakaran terjadi saat gudang dalam kondisi kosong karena pemilik dan seluruh karyawan telah meninggalkan lokasi.
Kobaran api diketahui sekitar pukul 16.45 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap tumpukan kayu serta berbagai material yang berada di dalam gudang. Kepulan asap tebal dan kobaran api membuat warga sekitar panik dan berupaya melakukan pemadaman awal agar api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Ngawi dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api. Banyaknya tumpukan kayu yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.
Dalam video yang direkam warga, terlihat api membakar hampir seluruh bagian gudang. Warga yang berada di sekitar lokasi juga tampak berjaga dan membantu mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke bangunan lain.
Situasi sempat semakin mencekam setelah terdengar ledakan dari dalam gudang. Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas elpiji yang berada di dalam bangunan.
Gudang tersebut diketahui milik Supriyono, 47 tahun, warga Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas, Ngawi. Berdasarkan keterangan sementara, api diduga pertama kali muncul akibat korsleting listrik.

Babinsa Desa Padas, Serda Guntur Cahyono, mengatakan saat kebakaran terjadi gudang dalam keadaan kosong dan pemilik tidak berada di lokasi. Api yang semula terlihat kecil kemudian membesar setelah terdengar suara ledakan.
“Saat terbakar gudang kosong, pemiliknya tidak ada. Sumber api dari korsleting listrik. Awalnya api kecil, terus terdengar ledakan, langsung besar,” kata Guntur.
Sementara itu, warga setempat, Darno, mengatakan kobaran api yang tiba-tiba membesar membuat warga khawatir kebakaran merembet ke bangunan di sekitar gudang.
“Api langsung membesar. Warga panik karena takut merembet ke bangunan di sekitarnya. Gudang terbakar saat kondisi kosong,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar satu jam setelah kejadian. Tidak ada korban jiwa maupun laporan warga yang terluka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, seluruh bagian gudang beserta kayu yang tersimpan di dalamnya mengalami kerusakan akibat terbakar. Kerugian material sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian masih dalam pendataan. Petugas terkait juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api serta kronologi kebakaran tersebut. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





