Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Diduga Ada Pungutan Berkedok Uang Keamanan di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Minta Pemkab Bertindak

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang keluhkan dugaan pungutan di Pasar Sayur Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok uang keamanan mencuat di lingkungan Pasar Sayur Magetan. Sejumlah pedagang mengaku diminta menyetorkan uang secara rutin setiap bulan kepada oknum petugas pasar tanpa disertai karcis atau bukti pembayaran resmi sebagaimana mekanisme retribusi yang berlaku.

Praktik yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kini menjadi perhatian para pedagang. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Magetan segera melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan legalitas pungutan sekaligus mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat apabila terbukti melanggar aturan.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang, besaran pungutan yang dibayarkan tidak sama. Ada yang mengaku diminta menyetor Rp5.000 setiap bulan, sementara pedagang lain menyebut nominalnya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp30.000. Uang tersebut disebut sebagai biaya keamanan pasar, namun pembayaran hanya dicatat dalam sebuah buku tanpa disertai karcis atau kuitansi resmi.

Sumilah, salah seorang pedagang, mengatakan selama ini dirinya memilih membayar karena khawatir menimbulkan persoalan. Namun, ia mempertanyakan transparansi pengelolaan dana tersebut, terlebih kondisi keamanan pasar dinilai belum memberikan rasa aman bagi para pedagang.

“Setiap bulan tetap diminta bayar, tapi tidak pernah diberi karcis. Padahal pasar sedang sepi dan masih sering terjadi pencurian,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Heny, pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan. Menurutnya, para pedagang tidak pernah mendapatkan penjelasan mengenai dasar hukum pungutan maupun peruntukan dana yang dikumpulkan setiap bulan.

“Kami hanya disuruh bayar dan dicatat di buku. Tidak pernah ada sosialisasi uang itu digunakan untuk apa,” katanya.

Para pedagang memperkirakan terdapat sekitar 1.500 pedagang yang selama ini rutin membayar pungutan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah melakukan audit secara menyeluruh terhadap seluruh jenis pungutan di lingkungan pasar agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta disertai bukti pembayaran yang sah.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, Sucipto, mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungutan liar di Pasar Sayur Magetan.

Image Not Found
Kepala Disperindag Kabupaten Magetan, Sucipto belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungutan liar di Pasar Sayur Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera melakukan pengecekan di lapangan. Jika hasil penelusuran menemukan adanya pungutan di luar ketentuan yang berlaku, Disperindag akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum maupun instansi terkait untuk melakukan penertiban serta memberikan sanksi sesuai peraturan.

“Kami belum menerima laporan resmi. Namun akan kami cek di lapangan. Kalau memang ditemukan praktik yang tidak sesuai aturan, tentu akan kami tindak bersama pihak terkait,” tegas Sucipto.

Munculnya dugaan pungutan berkedok uang keamanan ini menjadi catatan penting dalam upaya pembenahan tata kelola pasar tradisional di Kabupaten Magetan. Transparansi pengelolaan retribusi dan kepastian hukum dinilai menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan pedagang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Para pedagang berharap investigasi yang dilakukan pemerintah dapat mengungkap fakta secara objektif sehingga seluruh aktivitas pungutan di lingkungan Pasar Sayur Magetan berlangsung sesuai aturan, transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku usaha. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah Calon Haji Asal Indonesia Laksanakan Wisata Religi di Makkah

    Jamaah Calon Haji Asal Indonesia Laksanakan Wisata Religi di Makkah

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Makkah, Arab Saudi | Sinergia  — Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah, para jamaah calon haji asal Indonesia melanjutkan perjalanan spiritual mereka dengan melakukan wisata religi ke sejumlah lokasi bersejarah di Makkah, Senin (20/05/2025). Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Jabal Tsur, gunung yang dikenal sebagai tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq saat hijrah […]

    Bagikan
  • Nilai Investasi di Ponorogo Selama 2024 Tembus Rp 360 Miliar

    Nilai Investasi di Ponorogo Selama 2024 Tembus Rp 360 Miliar

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Ponorogo – Iklim investasi di Kabupaten Ponorogo menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Selama tahun 2024, capaian investasi melampaui target dengan nilai mencapai Rp 360 miliar. Jumlah ini naik 184 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 195 miliar. “Mulai banyak investor yang menanamkan modal di Ponorogo pada 2024. Tentu ini merupakan capaian […]

    Bagikan
  • Kemenhaj Kota Madiun Catat 1 Jemaah Haji Meninggal Dunia, 1 Jemaah Dirawat di ICU

    Kemenhaj Kota Madiun Catat 1 Jemaah Haji Meninggal Dunia, 1 Jemaah Dirawat di ICU

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun telah menerima laporan terkait kondisi terkini 227 jemaah haji Kota Madiun. Tercatat, 1 jemaah haji meninggal dunia atas nama Djurianto warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman pada Sabtu (30/5/2026) di RS King Faisal Makkah, Arab Saudi. Sementara itu, 1 jemaah yakni […]

    Bagikan
  • Relawan MBG Banyudono Dirumahkan, Kebijakan Berseberangan dengan Arahan BGN

    Relawan MBG Banyudono Dirumahkan, Kebijakan Berseberangan dengan Arahan BGN

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang menjadi pendorong ekonomi warga sekaligus pemenuhan gizi siswa sekolah, kini menyisakan persoalan baru di Kabupaten Magetan. Sebanyak 11 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, harus berhenti bekerja setelah hanya sepekan bertugas di dapur gizi yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala […]

    Bagikan
  • Mediasi Ketiga Gugatan PAW DPRD Magetan Kembali Buntu, Pimpinan DPRD Diberi Tenggat Seminggu

    Mediasi Ketiga Gugatan PAW DPRD Magetan Kembali Buntu, Pimpinan DPRD Diberi Tenggat Seminggu

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses mediasi perkara Nomor 34/Pdt.G/2025/PN Mgt di Pengadilan Negeri (PN) Magetan kembali berjalan tanpa kesepakatan. Dalam sidang yang digelar Rabu (03/12/2025), hakim mediator Deddi Alparesi memutuskan memberikan tambahan waktu satu minggu kepada pimpinan DPRD Magetan untuk menentukan sikap. Hal itu terkait kemungkinan pencabutan surat pengusulan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Bakal Sidak 47 Dapur MBG Usai Lebaran, Pengawasan Kualitas Makanan Diperketat

    Pemkab Madiun Bakal Sidak 47 Dapur MBG Usai Lebaran, Pengawasan Kualitas Makanan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun berencana memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Kabupaten Madiun. Rencananya, sidak akan menyasar […]

    Bagikan
expand_less