Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Kemarau Panjang, Petani Holtikultura di Sidomulyo Magetan Terancam Gagal Panen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Sidomulyo menghadapi kekeringan saat musim kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau mulai memukul petani hortikultura di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Minimnya pasokan air membuat sejumlah tanaman seperti tomat, cabai, dan terong tumbuh tidak maksimal, bahkan sebagian terancam mati sebelum memasuki masa panen.

Kondisi tersebut diperparah dengan harga sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan. Petani pun menghadapi tekanan ganda: hasil produksi berkurang akibat kekurangan air, sementara harga jual di tingkat petani ikut merosot.

Jamin Nurwakid, salah seorang petani di Desa Sidomulyo, mengatakan tanaman yang dikelolanya mulai mengalami gangguan sejak memasuki musim kemarau. Hujan hanya turun sekitar satu kali setelah tanaman ditanam dan hingga kini belum kembali mendapatkan pasokan air hujan yang memadai.

Akibatnya, tanaman tidak mampu menyerap pupuk secara optimal. Upaya pemupukan menjadi kurang efektif karena kondisi tanah yang terlalu kering.

“Mulai tanam sudah musim kemarau. Hujan hanya satu kali dan sampai sekarang belum hujan lagi. Kalau dipupuk juga tidak bisa tercerna dengan baik karena kondisi airnya tidak mencukupi,” kata Jamin.

Menurutnya, keterbatasan air juga membuat petani tidak mampu melakukan penyiraman secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan buah yang dihasilkan berukuran lebih kecil dibandingkan kondisi normal.

“Penyebabnya memang musim sudah kemarau. Budidayanya juga kurang maksimal karena saya tidak bisa mengocori tanaman setiap hari. Kalau air dari bawah tidak mencukupi, tanaman tetap kesulitan meskipun sudah diberi obat atau pupuk,” ujarnya.

Jamin menyebut tanaman yang masih bertahan pun kondisinya memprihatinkan. Sebagian tanaman bahkan sudah berada dalam kondisi terancam mati karena sejak awal masa tanam tidak mendapatkan air yang cukup.

Selain persoalan produksi, petani juga harus menghadapi penurunan harga jual. Harga tomat yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp5.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp1.000 hingga Rp1.200 per kilogram. Untuk kualitas terbaik, harga tomat saat ini disebut hanya sekitar Rp1.800 per kilogram.

Image Not Found
Tomat petani Sidomulyo gagal tumbuh maksimal akibat kemarau. Foto : Kus-Sinergia

Sementara harga cabai berada di kisaran Rp21.000 per kilogram. Angka tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

“Mulai musim kemarau harga sudah turun terus. Tomat yang sebelumnya sekitar Rp5.000 sekarang tinggal Rp1.000 sampai Rp1.200 per kilogram. Cabai sekarang sekitar Rp21.000, sebelumnya Rp25.000 sampai Rp26.000,” kata Jamin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kerugian petani semakin besar. Tanaman yang rusak akibat kekurangan air membuat produksi menurun, sedangkan harga komoditas yang tersisa juga tidak cukup tinggi untuk menutup biaya produksi.

Hal senada disampaikan Sastro Rejan, petani lainnya di Desa Sidomulyo. Ia mengatakan hampir seluruh petani hortikultura di wilayah tersebut merasakan dampak kemarau tahun ini.

“Musim ini para petani sama-sama rugi karena kurang air. Tanaman terong, tomat, dan cabai banyak yang gagal panen,” ujar Sastro.

Sastro mencontohkan tanaman terong yang biasanya mampu menghasilkan buah cukup banyak. Namun, akibat kekurangan air, buah yang muncul hanya sedikit dan sebagian mengalami kelayuan.

Kondisi itu turut menekan harga jual. Terong yang sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp6.000 per kilogram, kini hanya dihargai sekitar Rp1.000 per kilogram.

“Dulu terong bisa Rp6.000, bahkan lebih. Sekarang karena kondisinya tidak berbuah dan banyak yang layu, harganya hanya sekitar Rp1.000,” katanya.

Sastro menilai kerugian petani tidak hanya disebabkan oleh rendahnya harga jual. Kegagalan tanaman menghasilkan panen secara optimal membuat modal yang telah dikeluarkan sulit kembali.

“Petani pasti rugi. Untuk pulang modal saja tidak bisa,” ujarnya.

Para petani berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga pasokan air kembali tersedia. Mereka juga berharap harga komoditas hortikultura dapat kembali membaik agar hasil panen yang tersisa tetap mampu memberikan pendapatan bagi petani.

Di tengah ketidakpastian cuaca dan harga, petani kini harus bertahan dengan mengandalkan tanaman yang masih mampu tumbuh. Bagi mereka, datangnya hujan bukan sekadar perubahan musim, tetapi menjadi penentu apakah tanaman yang tersisa masih bisa diselamatkan atau berakhir gagal panen. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • “September Hitam” Aliansi BEM Madiun, Refleksi Tragedi Kemanusiaan dan Tegakkan Demokrasi

    “September Hitam” Aliansi BEM Madiun, Refleksi Tragedi Kemanusiaan dan Tegakkan Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aliansi BEM Madiun menggelar Aksi Simbolik September Hitam sebagai bentuk gerakan kesadaran terhadap pentingnya menegakkan nilai-nilai demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia (HAM) pada Kamis (26/09/2025). Aksi ini menjadi refleksi kolektif mahasiswa atas berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, sekaligus momentum untuk menegaskan komitmen terhadap keadilan sosial. Momen ini […]

    Bagikan
  • Viral! Rekaman CCTV aksi Pencurian Kabel di Sawah, Polisi Pastikan Bukan di Kartoharjo Magetan

    Viral! Rekaman CCTV aksi Pencurian Kabel di Sawah, Polisi Pastikan Bukan di Kartoharjo Magetan

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Beredarnya sebuah video rekaman CCTV aksi pencurian kabel listrik di area persawahan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video dengan durasi singkat itu, memperlihatkan seorang pria dengan santai memotong kabel di dekat sumur pompa air (Sibel) pada siang bolong. Dalam unggahannya, pemilik akun menuding lokasi kejadian berada di wilayah Desa […]

    Bagikan
  • BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    BNPB Catat 18 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor pada Sabtu (15/3/2025). Selain itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras. Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda enam […]

    Bagikan
  • Wamen PU Tinjau Bendung Kedungrejo Jebol di Madiun, Penanganan Darurat Ditargetkan 2 Minggu

    Wamen PU Tinjau Bendung Kedungrejo Jebol di Madiun, Penanganan Darurat Ditargetkan 2 Minggu

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti meninjau langsung kondisi Bendung Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, yang jebol beberapa waktu lalu. Peninjauan dilakukan pada Rabu (1/4/2026) bersama Wakil Bupati Madiun serta jajaran Dinas Sumber Daya Air Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Kunjungan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat […]

    Bagikan
  • Lapas Ngawi Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Ketahanan Pangan dan Keterampilan Produktif

    Lapas Ngawi Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Ketahanan Pangan dan Keterampilan Produktif

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Upaya membentuk warga binaan yang produktif dan mandiri terus dilakukan Lapas Kelas IIB Ngawi. Melalui berbagai program bernilai ekonomi, ratusan warga binaan terlibat aktif dalam kegiatan budidaya dan pelatihan keterampilan yang mendukung ketahanan pangan nasional. Beragam jenis tanaman dan ternak digalakkan di lingkungan lapas. Mulai dari pepaya, pisang, kopi, alpukat, mangga, […]

    Bagikan
  • Ratusan Personel Gabungan Amankan Doa Bersama HUT ke-103 PSHT di Magetan

    Ratusan Personel Gabungan Amankan Doa Bersama HUT ke-103 PSHT di Magetan

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai wilayah di Kabupaten Magetan memadati GOR Ki Mageti, Sabtu (4/10/2025), dalam acara Doa Bersama dan Tasyakuran memperingati Hari Ulang Tahun ke-103 PSHT. Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, Polres Magetan menerjunkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur. Sebanyak 521 personel Polres […]

    Bagikan
expand_less