Master Cete Ajak Ratusan Siswa Madiun Belajar di Luar Kelas, UMKM Ikut Kecipratan Manfaat
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 63
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Ratusan siswa SD hingga SMP di wilayah Madiun bagian selatan mengikuti program Masyarakat Terdidik, Cerdas dan Terampil (Master Cete) di Lapangan Beran, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Kamis (10/9/2026).
Program yang digagas Pemkab Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini mengusung konsep outdoor learning atau pembelajaran di luar kelas. Siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi diajak menerapkannya melalui aktivitas dan pengalaman langsung di lingkungan sekitar.
Koordinator Master Cete wilayah selatan, Heny Sulistyorini, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 19 sekolah dari jenjang SD dan SMP. Selain menjadi sarana pembelajaran, Master Cete juga dirancang untuk membangun kemampuan sosial dan karakter peserta didik.
“Konsepnya ketika di sekolah di luar. Jadi kita mau memberitahu kalau belajar itu tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas,” kata Heny.
Dalam pelaksanaannya, siswa mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari senam Kampung Pesilat, yel-yel antarsekolah, permainan atau fun game, hingga pembelajaran akademik yang disesuaikan dengan kondisi lokasi kegiatan.
Salah satu pembelajaran dilakukan melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Siswa diminta berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM di sekitar lokasi untuk menggali informasi mengenai usaha, termasuk menghitung laba dan rugi.
“Karena kebetulan ini di Bangunsari, jadi nanti ada LKPD untuk anak-anak. Anak-anak wawancara dengan UMKM yang ada di sini, menghitung laba rugi dan sebagainya,” ujar Heny.
Selain numerasi, siswa juga mendapatkan pembelajaran literasi melalui kegiatan mengarang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas masing-masing sekolah.
Heny menjelaskan, konsep pembelajaran tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan psikomotorik, penalaran kritis, kreativitas, sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan.
“Ketika anak-anak kita bawa keluar, pembelajaran yang biasanya diajarkan di sekolah kita terapkan di dunia nyata. Inilah dunia yang sesungguhnya yang nanti anak-anak akan hadapi,” tuturnya.
Program Master Cete dilaksanakan secara bergantian pada Selasa, Rabu, dan Kamis di wilayah selatan, tengah, serta utara Kabupaten Madiun. Peserta didik dari sekolah yang mengikuti kegiatan juga dijadwalkan secara bergantian.
Lokasi kegiatan tidak terpaku pada satu tempat. Di wilayah selatan, misalnya, kegiatan dapat digelar di sejumlah lokasi seperti Umbul, Bangunsari, Watu Rumpuk, hingga Pundensari.

Menurut Heny, pemilihan lokasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar siswa sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kita juga ingin menghidupkan UMKM yang ada di sekitarnya,” katanya.
Salah satu peserta, Kenzi Romdhoni, siswa kelas 9, mengaku senang mengikuti Master Cete. Baginya, kegiatan tersebut memberikan suasana berbeda karena pembelajaran dilakukan di luar lingkungan sekolah.
“Seru. Sebenarnya fun game-nya itu menarik. Fun game-nya antar sekolah,” kata Kenzi.
Sejak pagi, para siswa mengikuti apel pembukaan, senam, yel-yel, permainan, hingga mengerjakan LKPD. Setelah itu, mereka dijadwalkan mengikuti pameran karya dan berbagai kegiatan lainnya.
Kenzi menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat karena siswa dapat berinteraksi dengan teman dari sekolah lain sekaligus mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.
“Sangat bermanfaat banget. Bisa refreshing, bisa merasakan pelajaran di luar sekolah, bisa bersama teman-teman dari luar sekolah juga, dan bisa berkenalan dengan teman-teman baru,” ujarnya.
Melalui Master Cete, Pemkab Madiun berupaya menjadikan proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada materi di dalam kelas, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat membentuk siswa menjadi lebih aktif, kreatif, terampil, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Sat/Frl





