Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags

Master Cete Ajak Ratusan Siswa Madiun Belajar di Luar Kelas, UMKM Ikut Kecipratan Manfaat

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kegiatan Master Cete menggabungkan belajar, bermain, dan seni. (10/9/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ratusan siswa SD hingga SMP di wilayah Madiun bagian selatan mengikuti program Masyarakat Terdidik, Cerdas dan Terampil (Master Cete) di Lapangan Beran, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Kamis (10/9/2026).

Program yang digagas Pemkab Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini mengusung konsep outdoor learning atau pembelajaran di luar kelas. Siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi diajak menerapkannya melalui aktivitas dan pengalaman langsung di lingkungan sekitar.

Koordinator Master Cete wilayah selatan, Heny Sulistyorini, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 19 sekolah dari jenjang SD dan SMP. Selain menjadi sarana pembelajaran, Master Cete juga dirancang untuk membangun kemampuan sosial dan karakter peserta didik.

“Konsepnya ketika di sekolah di luar. Jadi kita mau memberitahu kalau belajar itu tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas,” kata Heny.

Dalam pelaksanaannya, siswa mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari senam Kampung Pesilat, yel-yel antarsekolah, permainan atau fun game, hingga pembelajaran akademik yang disesuaikan dengan kondisi lokasi kegiatan.

Salah satu pembelajaran dilakukan melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Siswa diminta berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM di sekitar lokasi untuk menggali informasi mengenai usaha, termasuk menghitung laba dan rugi.

“Karena kebetulan ini di Bangunsari, jadi nanti ada LKPD untuk anak-anak. Anak-anak wawancara dengan UMKM yang ada di sini, menghitung laba rugi dan sebagainya,” ujar Heny.

Selain numerasi, siswa juga mendapatkan pembelajaran literasi melalui kegiatan mengarang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas masing-masing sekolah.

Heny menjelaskan, konsep pembelajaran tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan psikomotorik, penalaran kritis, kreativitas, sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Ketika anak-anak kita bawa keluar, pembelajaran yang biasanya diajarkan di sekolah kita terapkan di dunia nyata. Inilah dunia yang sesungguhnya yang nanti anak-anak akan hadapi,” tuturnya.

Program Master Cete dilaksanakan secara bergantian pada Selasa, Rabu, dan Kamis di wilayah selatan, tengah, serta utara Kabupaten Madiun. Peserta didik dari sekolah yang mengikuti kegiatan juga dijadwalkan secara bergantian.

Lokasi kegiatan tidak terpaku pada satu tempat. Di wilayah selatan, misalnya, kegiatan dapat digelar di sejumlah lokasi seperti Umbul, Bangunsari, Watu Rumpuk, hingga Pundensari.

Image Not Found
Ratusan siswa mengikuti Master Cete di Lapangan Beran Dolopo. Foto : Tova-Sinergia

Menurut Heny, pemilihan lokasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar siswa sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kita juga ingin menghidupkan UMKM yang ada di sekitarnya,” katanya.

Salah satu peserta, Kenzi Romdhoni, siswa kelas 9, mengaku senang mengikuti Master Cete. Baginya, kegiatan tersebut memberikan suasana berbeda karena pembelajaran dilakukan di luar lingkungan sekolah.

“Seru. Sebenarnya fun game-nya itu menarik. Fun game-nya antar sekolah,” kata Kenzi.

Sejak pagi, para siswa mengikuti apel pembukaan, senam, yel-yel, permainan, hingga mengerjakan LKPD. Setelah itu, mereka dijadwalkan mengikuti pameran karya dan berbagai kegiatan lainnya.

Kenzi menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat karena siswa dapat berinteraksi dengan teman dari sekolah lain sekaligus mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.

“Sangat bermanfaat banget. Bisa refreshing, bisa merasakan pelajaran di luar sekolah, bisa bersama teman-teman dari luar sekolah juga, dan bisa berkenalan dengan teman-teman baru,” ujarnya.

Melalui Master Cete, Pemkab Madiun berupaya menjadikan proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada materi di dalam kelas, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat membentuk siswa menjadi lebih aktif, kreatif, terampil, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Sat/Frl

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima Laporan LKPJ Bupati Madiun, DPRD Segera Bentuk Pansus

    Terima Laporan LKPJ Bupati Madiun, DPRD Segera Bentuk Pansus

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2024, Kamis (20/3/2025). Dalam rapat yang dipimpin oleh Mujono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan capaian kinerja jajaran OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Madiun selama tahun anggaran 2024.  Menanggapi LKPJ yang disampaikan […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Soroti SiLPA hingga PAD Pariwisata, Bupati Jawab Seluruh Catatan Fraksi

    DPRD Madiun Soroti SiLPA hingga PAD Pariwisata, Bupati Jawab Seluruh Catatan Fraksi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Madiun terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025, Selasa (30/6/2026). Dalam rapat tersebut, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memberikan penjelasan atas berbagai catatan yang disampaikan tujuh fraksi DPRD. Isu yang […]

    Bagikan
  • Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

    Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan Magetan Jawa Timur kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal keindahan alamnya, namun harga makanan minuman yang dinilai tidak wajar. Hal itu pun viral di media social usai salah satu wisatawan membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dirasakan saat bertransaksi di salah satu warung sekitar telaga di lereng Gunung Lawu tersebut. […]

    Bagikan
  • BBPOM Surabaya Sidak Takjil di Caruban, Dua Sampel Kerupuk Diduga Mengandung Boraks

    BBPOM Surabaya Sidak Takjil di Caruban, Dua Sampel Kerupuk Diduga Mengandung Boraks

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menemukan dua sampel kerupuk yang diduga mengandung bahan berbahaya boraks saat melakukan pemeriksaan makanan berbuka puasa di Kabupaten Madiun, Kamis (5/3/2026). Pemeriksaan dilakukan di kawasan Alun-Alun Caruban, tepatnya di sepanjang Jalan MT Haryono, Kecamatan Mejayan, yang menjadi salah satu pusat penjualan takjil selama […]

    Bagikan
  • Rumah Tak Layak Huni Dibedah, Suwito Akhirnya Bisa Tinggal Nyaman

    Rumah Tak Layak Huni Dibedah, Suwito Akhirnya Bisa Tinggal Nyaman

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kegiatan Bakti Sosial Teritorial Prima kembali digelar di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Rabu (10/09/2025). Kali ini, jajaran Kodim 0804/Magetan bersama Koramil Sukomoro, Polsek Sukomoro, Pemkab Magetan, serta warga setempat bahu-membahu memperbaiki rumah milik Suwito (55), warga RT 01/RW 02 Desa Sukomoro. Rumah Suwito yang sudah lama tidak layak huni kini menjadi […]

    Bagikan
  • Telaga Sarangan Diserbu Wisatawan di Hari Ketiga Lebaran, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

    Telaga Sarangan Diserbu Wisatawan di Hari Ketiga Lebaran, Kemacetan Panjang Tak Terhindarkan

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Kawasan wisata Telaga Sarangan dipadati ribuan pengunjung pada hari ketiga Lebaran, Senin (23/3/2026). Lonjakan wisatawan yang terjadi sejak dua hari terakhir memicu kemacetan panjang di jalur menuju lokasi wisata unggulan di Kabupaten Magetan tersebut. Antrean kendaraan bahkan mengular sejak kawasan bawah, tepatnya di depan Pasar Plaosan hingga simpang tiga depan kantor […]

    Bagikan
expand_less