Berita Terkini
Trending Tags

Bulog Ponorogo Serap 2.000 Ton Gabah Petani, Harga Rp. 6.500 per Kg

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana panen padi di kecamatan sukorejo, Kab. Ponorogo, 7/2/2025, Foto : Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ponorogo menyerap sekitar 2.000 ton padi dari petani pada awal tahun ini. Padi tersebut berasal dari sejumlah wilayah, yakni Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.

Kepala Bulog Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto menjelaskan hasil serapan tersebut telah masuk ke gudang Bulog. Meskipun saat ini jumlah penyerapan mulai berkurang karena masih dalam masa tanam, pihaknya tetap melakukan pembelian dari petani.

“Saat ini masih masa tanam, sehingga stok di petani juga berkurang. Namun, kami masih bisa melakukan serapan. Untuk harga Rp. 6.500 per kilogram kualitas standar,” ujar Budiwan 

Ia memprediksi masa panen raya akan berlangsung pada Maret hingga April mendatang. Bulog pun siap menyerap hasil panen petani dari wilayah kerjanya

Saat ini, total stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 12.000 ton, termasuk serapan yang telah dilakukan sejak awal tahun.

“Stok kami saat ini mencapai 12.000 ton, tersebar di tiga gudang, yaitu Ngrupit, Madusari, dan Magetan,” jelasnya.

Budiwan memastikan bahwa stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Ponorogo, Magetan, dan Pacitan hingga April. Ia juga meminta masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras.

“Kami pastikan stok yang ada cukup aman, baik untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) maupun bantuan pangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa rata-rata kebutuhan atau konsumsi masyarakat di masing-masing wilayah mencapai 2.000 hingga 3.000 ton.

“Dengan stok yang ada, kami masih memiliki cadangan untuk beberapa bulan ke depan sambil menunggu serapan saat panen raya,” pungkasnya.

Patria -Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Guntur Sasono Gelar Bhakti Sosial Rayakan HUT ke-24 Partai Demokrat

    Relawan Guntur Sasono Gelar Bhakti Sosial Rayakan HUT ke-24 Partai Demokrat

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Tim pemenangan anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Guntur Sasono, menggelar kegiatan bhakti sosial di Rumah Aspirasi Media Center, Jalan Bali, Kota Madiun, Minggu (14/9). Acara tersebut digelar untuk memperingati HUT ke-24 Partai Demokrat sekaligus ulang tahun ke-76 Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kegiatan diisi dengan pembagian susu […]

    Bagikan
  • Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia sekitar 8 tahun terakhir tinggal di gubuk reyot Jalan Paus Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun telah meninjau kondisi keduanya. Hasil pendataan, pasangan lansia bernama Marmin dan Nyanirah itu sejatinya bukan warga Kota Madiun. “Pak […]

    Bagikan
  • Gus Mensos Tekankan Evaluasi  Penerima Bansos Segera Digraduasi

    Gus Mensos Tekankan Evaluasi  Penerima Bansos Segera Digraduasi

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kementerian Sosial akan mengevaluasi penerima bantuan sosial ( Bansos) bagi penerima berusia produktif agar lebih tepat sasaran. Penerima Bansos berusia produktif akan dibatasi maksimal selama lima tahun dan akan didorong ke program pemberdayaan bagi lansia dan penyandang disabilitas bantuan sosial akan tetap diberikan. Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial RI […]

    Bagikan
  • Pelajar SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur Tua

    Pelajar SMP di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur Tua

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Seorang pelajar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan tewas membusuk di dalam sebuah sumur tua setelah dilaporkan hilang selama tiga hari. Jenazah korban ditemukan warga pada Minggu malam (9/2/2026) di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon. Korban diketahui bernama Adi Saputra (15), warga setempat. Sebelumnya, korban dilaporkan meninggalkan rumah pada Jumat (6/2/2026) […]

    Bagikan
  • Niat Amankan Balon Udara, Pria Di Ponorogo Jadi Korban Ledakan Petasan

    Niat Amankan Balon Udara, Pria Di Ponorogo Jadi Korban Ledakan Petasan

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Niat hati ingin mengamankan balon udara agar tidak membahayakan anak-anak, seorang pria di Ponorogo justru harus dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban ledakan petasan. Insiden itu terjadi pada Sabtu pagi, (07/06/2025), sekitar pukul 08.00 WIB, di area persawahan Desa Kori, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Korban diketahui bernama Yono (45), […]

    Bagikan
  • Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

    Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah maraknya pemberitaan tentang dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah daerah, pengusaha penggilingan gabah di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Jawa Timur, mengaku bisnisnya justru tetap lancar bahkan mengalami peningkatan. Sumining, pemilik selepan yang telah beroperasi sejak 1984, mengatakan bahwa isu beras oplosan tidak berdampak negatif terhadap usahanya. “Alhamdulillah beras […]

    Bagikan
expand_less