Berita Terkini
Trending Tags

Lima Peserta PPPK Asal Magetan Gugur, Tak Hadir Saat Ujian Tahap II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 112
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ujian PPPK yang berlangsung dengan kondusif, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 tahap kedua masih berlangsung dan menjadi ajang perebutan ketat para peserta. Namun, sebanyak lima peserta asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dinyatakan gugur lantaran tidak hadir saat ujian.

Ujian dilaksanakan di Asrama Haji, Kota Madiun, pada Rabu (14/05/2025). Ketidakhadiran lima peserta tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi (PPI) BKPSDM Kabupaten Magetan, Nunuk Trisulawati.

“Dari 1.341 peserta yang memilih lokasi ujian di Madiun, terdapat lima orang yang tidak hadir. Jadi, yang hadir sebanyak 1.336 peserta. Dari lima yang absen, dua orang sudah mengundurkan diri (resign), satu orang meninggal dunia, dan dua lainnya merupakan peserta dari jalur umum dan honorer, tidak hadir tanpa keterangan,” jelas Nunuk.

Nunuk menambahkan bahwa untuk tahap selanjutnya, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Setelah hasil diumumkan, BKPSDM akan menindaklanjuti dengan pengusulan Nomor Induk PPPK bagi peserta yang lolos seleksi.

Adapun kebutuhan formasi PPPK Kabupaten Magetan sebanyak 1.000 orang. Pada tahap pertama, sebanyak 798 formasi telah terisi, sedangkan sisanya diperebutkan pada tahap kedua.

“Sebenarnya formasi tahap pertama itu 800, tapi satu peserta mengundurkan diri dan satu lainnya salah klik saat proses. Jadi hanya 798 yang terisi. Maka di tahap dua ini, formasi tersisa menjadi 202, bukan 200 seperti semula,” terangnya.

Terkait nasib tenaga honorer yang belum lolos seleksi PPPK, Nunuk belum bisa memberikan kepastian. Ia menyebut bahwa kebijakan mengenai pegawai honorer atau sistem PPPK paruh waktu masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Kebijakan PPPK paruh waktu belum bisa dibahas saat ini. Kita tunggu saja, apakah nanti akan ada sistem seperti itu atau tidak,” jelasnya.

Nunuk menegaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti aturan yang berlaku dari instansi kepegawaian pusat, mengingat regulasi yang sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu.

“Yang penting saat ini dijalani dulu. Karena regulasi kepegawaian bisa sangat cepat berubah, jadi belum bisa memberikan jawaban pasti sebelum ada aturan yang mengatur lebih lanjut,” pungkasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksplor Ruang Terbuka Hijau Yang Indah dan Nyaman di Kota Madiun (2)

    Eksplor Ruang Terbuka Hijau Yang Indah dan Nyaman di Kota Madiun (2)

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dengan memperbanyak dan merawat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tiga kawasan RTH yang kini menjadi tempat bermain warga Kota Madiun, yaitu RTH Kanigoro, RTH Pilangbango, dan RTH Taman Kelun, semakin diminati sebagai tempat beristirahat dan rekreasi keluarga. RTH Kanigoro, yang terletak di […]

    Bagikan
  • H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

    H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Memasuki hari ketiga Lebaran Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga terutama terjadi pada komoditas sayuran, cabai, hingga daging. Pantauan di Pasar Besar Ngawi pada Senin (23/3/2026) menunjukkan hampir seluruh harga sayuran merangkak naik. Daun seledri misalnya, kini dijual […]

    Bagikan
  • Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terbongkar, Kejari Periksa 35 Saksi dan Tetapkan 6 Tersangka

    Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terbongkar, Kejari Periksa 35 Saksi dan Tetapkan 6 Tersangka

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan mengungkap secara rinci konstruksi perkara dugaan korupsi dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Magetan tahun anggaran 2020–2024. Kasus ini dinilai tidak berdiri pada satu peristiwa tunggal, melainkan merupakan rangkaian tindakan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebutkan bahwa penyidikan dilakukan secara […]

    Bagikan
  • Disnakerperin Madiun Dorong Industri Padat Karya untuk Serap Tenaga Kerja

    Disnakerperin Madiun Dorong Industri Padat Karya untuk Serap Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Madiun mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui sektor industri padat karya guna menekan angka pengangguran di daerah setempat. Kepala Disnakerperin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mengatakan sektor padat karya dinilai mampu menyerap ribuan tenaga kerja, khususnya dari industri sepatu.  “Industri padat karya itu menyerap […]

    Bagikan
  • Menilik Keseruan Bermain Layang-Layang di Musim Kemarau

    Menilik Keseruan Bermain Layang-Layang di Musim Kemarau

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Musim kemarau yang identik dengan langit cerah dan angin kencang menjadi momen yang dinanti oleh para pecinta layang-layang di Kota Madiun. Fenomena ini kembali menghidupkan tradisi lama yang kini digemari lintas generasi. Tak hanya anak-anak, remaja hingga orang dewasa pun turut serta memeriahkan langit Kota Madiun dengan warna-warni layang-layang. Lapangan […]

    Bagikan
  • Tempat Hiburan Malam (THM) Wajib Tutup Selama Bulan Puasa Ramadhan

    Tempat Hiburan Malam (THM) Wajib Tutup Selama Bulan Puasa Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengeluarkan sejumlah kebijakan selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah/2025. Salah satu berkaitan dengan operasional tempat hiburan malam (THM) yang wajib tutup. Hal itu tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Madiun nomor 1/2025. “Jadi sampai 31 Maret nanti THM sementara tutup dulu. Seperti tahun-tahun lalu untuk menghormati bulan suci […]

    Bagikan
expand_less